Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 132


__ADS_3

Setelah 2 hari berada di rumah sakit, Neta sudah diijinkan pulang, karena melahirkan normal sehingga proses pemulihannya cepat, kedua bayinya pun kondisinya sehat dan stabil.


" Selamat pagi Bu Neta, Bu Neta sudah diperbolehkan pulang ya, nanti kontrol satu minggu lagi, ini surat kontrol Ibu dan ini surat kontrol untuk kedua bayi kembar Ibu " ucap perawat menyerahkan 2 amplop putih kepada Neta.


" Terima kasih ya sus.. " ucap Neta.


" Kalau begitu saya permisi " balas perawat.


" Ya terima kasih "


Selepas kepergian perawat, Dika kembali masuk kedalam kamar, ia baru selesai menyelesaikan administrasi rumah sakit.


" Sudah semua ? " tanya Dika.


" Sudah Mas "


" Oke "


" Mas tunggu Ibu dulu ya, aku tadi menghubungi Ibu "


" Oh ya, Ibu sudah sampai mana ? " tanya Dika.


" Tadi sih sudah dekat katanya " jawab Neta.


" Ya.. oke "


Tidak berselang lama pintu ruangan Neta dibuka, Ibu Neta telah sampai, ia langsung menghampiri Neta dan Dika. Neta sebelumnya telah menghubungi Ibu, untuk menemaninya pulang dari rumah sakit, karena Neta belum bisa untuk menggendong kedua anaknya sekaligus.


Setelah bersiap, Neta yang ditemani oleh suami dan Ibunya pulang ke rumah yang Neta dan Dika tinggali. Sesampainya di rumah Neta sudah disambut oleh Mbok Sum.


" MasyaAllah Mbak.. Alhamdulillah sudah sehat ya Mbak.. ini lucu-lucu sekali, selamat ya Mbak, Mas, selamat juga untuk Ibu sudah menjadi Oma " ucap Mbok Sum.


" Iya Mbok makasih "


" Mbok merasa senang, dulu Mbak Neta yang Mbok rawat dari kecil sekarang Mbok bisa melihat anak-anaknya Mbak Neta " Mbok Sum berkaca-kaca.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan, memang Neta sedari kecil diasuh oleh Mbok Sum, jadi Mbok Sum bekerja dengan keluarga Neta sudah 20 tahun lebih, sekarang Mbok Sum masih diberikan panjang umur untuk melihat anak-anak Neta.


" Mbok.. panjang umur ya, sehat juga, jadi anak-anak aku bisa diasuh sama Mbok juga " ucap Neta.


Mbok Sum hanya tersenyum haru, namun sepertinya karena melihat Mbok Sum yang sudah semakin tua, Neta tidak akan sepenuhnya meminta Mbok Sum untuk mengasuh anak kembarnya, mungkin kedepannya akan ada pengasuh khusus untuk anak kembarnya.


...****************...


Ibu masih di rumah Neta dan Dika, Dika meminta Ibu mertuanya untuk tinggal beberapa hari di rumah, Neta pun sama ia menginginkan Ibunya untuk tinggal dulu beberapa hari di rumah, karena sebagai Ibu muda dan baru memiliki anak, Neta belum sepenuhnya tahu apa yang ia lakukan, perawatan apa saja yang harus dilakukan kepada anak-anak kembarnya.


Ibu menyetujui itu, ia pun merasa kasihan jika Neta harus ditinggalkan tanpa bantuannya, karena Neta belum berpengalaman untuk pengasuhan anak dan merawat anak-anak. Tapi ibu yakin lambat laun Neta akan terbiasa karena sesuatu hal yang sangat alamiah, jika seorang Ibu telah melahirkan anak-anak nya ia pun akan bisa untuk merawat dan mendidiknya.


Terdengar suara tangisan yang bersahut-sahutan dari kamar tidur Neta dan Dika. Dika yang sedang berada di ruang kerjanya dan Ibu yang sedang merapikan perlengkapan dikamar cucunya menjadi kaget. Dika dan Ibu bergegas menuju kamar, Dika sedikit panik.


Setelah dilihat ternyata Neta sedang menggantikan popok anaknya.


" Kenapa Net ? " tanya Ibu sambil menggendong cucu laki-lakinya yang menangis juga.


" Ini Bu adik bayi pipis, jadi Neta ganti popoknya " jawab Neta.


" Euh.. i..iya Bu sini Dika gendong " Dika dengan ragu.


Ibu menyerahkan cucu laki-lakinya ke pangkuan Dika. Dengan sangat hati-hati walaupun terlihat masih kaku namun Dika sudah mulai terbiasa.


" Hati-hati Mas gendongnya " ucap Neta.


" Iyaa.. " balas Dika.


Ibu membantu Neta untuk menggantikan popok bayi perempuan nya yang sudah basah.


" Net.. seperti ini ya, kamu bersihkan dulu pakai air hangat, setelah itu baru ganti popoknya, jangan lupa keringkan duku dengan handuk kecil agar tidak iritasi " ucap Ibu menjelaskan.


Neta memperhatikan Ibu.


" Bu biar aku saja " ucap Neta karena ia pun ingin terbiasa dengan itu.

__ADS_1


Setelah popok digunakan Neta ingin mencoba untuk menutup kembali bayinya dengan kain agar tidak kedinginan.


" Bu kok aku acak-acakan ya, gak rapih kaya ibu kalo bedong bayi kaya gini " ucap Neta.


" Sini Ibu bantu " Ibu hanya tersenyum melihat hasil bedong Neta.


" Yang.. kamu harus banyak belajar sama Ibu " ucap Dika yang ternyata sedari tadi Dika memperhatikan Neta mengurus bayinya.


" Nanti juga aku bisa kok " Balas Neta.


" Iya.. kalau sudah terbiasa insyaallah bisa " susul Ibu tersenyum.


Setelah selesai Ibu mengangkat bayi perempuan Neta lalu diserahkan kepada Neta untuk disusui.


" Kasih asi dulu, kasian daritadi nangis pasti haus " ucap Ibu.


" Iya Bu " balas Neta.


Sesaat Ibu memperhatikan Neta menyusui bayinya, tidak lama bayi perempuan nya terlelap tidur, Ibu meninggalkan Neta dan Dika dengan kedua anaknya di dalam kamar.


Bayi laki-lakinya pun sudah terlelap tidur dipangkuan Papa nya.


" Mas.. kakak bayi itu tidur juga ? " tanya Neta.


" Iya tidur, mungkin dia cape juga sudah nangis tadi " jawab Dika.


" Mas.. aku bisa gak ya mengurus dua bayi ini sekaligus, tadi saja aku sedikit panik saat dua-duanya menangis, aku tau kayanya kakak bayi yang kamu gendong juga haus, tapi aku harus mengurus adiknya dulu karena popok nya basah " Neta merasa bersalah kepada anak laki-lakinya.


Dika menghampiri istrinya. Duduk tepat disampingnya.


" Sayang kamu pasti bisa, selalu berdoa kepada Allah.. semoga Ia mempermudah dalam kita merawat dan mendidik amanah dari - Nya " ucap Dika sedikit menenangkan Neta.


Neta hanya mengangguk, mengusap lembut wajah anak laki-lakinya.


" Maafkan Mama ya sayang " ucap Neta pelan, membuat Dika sedikit terharu dengan keadaan ini, keadaan yang belum pernah Dika bayangkan, Dika menjadi seorang Ayah dengan dua anak sekaligus.

__ADS_1


__ADS_2