
2 Minggu Kemudian
Neta dan Dika menggelar acara tasyakuran 4 bulan kehamilan nya, keluarga, sanak saudara, kerabat dekat hadir dalam acara tasyakuran.
Dika bersiap menyambut tamu yang datang, kedua mertua dan kedua orangtuanya pun sudah hadir, begitupun Bian. Kesehatan Pak Arman sudah berangsur pulih, terlebih semenjak tahu jika menantunya sedang mengandung anak kembar, membuat Pak Arman kembali bergairah untuk menjalani hidup.
Sedangkan Dika pun sudah tahu jika sekarang Bian adik iparnya bekerja satu kantor dengannya. Dika sudah mengajukan kepada pimpinan jika Bian akan di tarik masuk kedalam Tim nya.
" Dik.. mana Neta ? tamu sudah banyak yang hadir, dari pengajian pun sudah hadir, anak-anak yatim yang akan mengisi acara pun sudah hadir, acara akan segera dimulai " ucap Ayah mertuanya.
" Oh iya Yah, sebentar Dika panggil dulu " Dika berjalan menaiki tangga menuju kamar.
Pintu kamar dibuka terlihat Neta sedang merapikan jilbab yang ia kenakan, untuk kali ini ia menggunakan jilbab putih panjang yang menjulur menutup auratnya.
Dika menghampiri istrinya.
" Sayang udah ditunggu, acara akan segera dimulai " ucap Dika.
" Iya Mas "
Neta berjalan dirangkul oleh suaminya.
" Sebentar " Dika menghentikan langkahnya lalu merapikan jilbab yang dikenakan oleh Neta.
" Kenapa Mas ? " Neta heran.
" Hmm.. kamu semakin cantik, apalagi menggunakan jilbab yang menutup dada seperti ini " Dika tersenyum.
" Hmm... ayok ah Mas " Neta tersipu membuat pipi nya semakin merona.
Dika dan Neta keluar kamar, berjalan menuruni tangga, terlihat beberapa tamu undangan sudah hadir, Neta dan Dika duduk memposisikan dengan yang lain, acara tasyakuran dimulai, memang keinginan Neta acara tasyakuran ini bersama dengan anak-anak yatim agar ikut mendoakan kelancaran kehamilan sampai persalinannya nanti.
Acara demi acara di lalui, beberapa tamu undangan satu persatu meninggalkan acara, hanya tersisa kerabat dan keluarga inti saja.
Tidak lama terdengar suara salam dari luar, Dika menghampiri suara itu, lalu terlihat rekan satu Tim nya Kevin, Aldo, Gino, Keysa dan Al.
__ADS_1
" Wah .. Bang.. Vin, Do, No, Keys.. ayo silakan masuk.. terima kasih sudah hadir, tapi gimana nih, mako aman ? " tanya Dika.
" Ini di rumah, jangan dulu berbicara mako lah " ucap Al senior Dika disusul tawa dari yang lainnya.
" Mako aman bang, kan ada yang lainnya " ucap Aldo.
" Syukurlah " Dikaa berjalan disusul oleh rekan-rekan nya.
Neta yang melihat Dika bersama teman-teman nya masuk kedalam rumah, ia langsung berdiri menyambut kedatangan teman-teman satu Tim suaminya.
" Siapa Net ? " tanya Ibu melihat Neta berdiri dari duduknya.
" Sepertinya teman kantor Mas Dika Bu " jawab Neta.
" Oh ya " Ibu mengangguk tersenyum.
Bian yang melihat seniornya di kantor datang ia segera beranjak dari duduknya menghampiri Neta yang audah lebih dulu menyambut tamu suaminya.
" Assalamu'alaikum Bu Dika.. " ucap Al menyalami Neta.
" Wa'alaikumusalam " balas Neta disusul rekan yang lain untuk menyalami Neta.
" Sama-sama Bu, tapi mohon maaf kami tidak ikut acara pengajiannya tadi " susul Kevin.
" Tidak apa-apa, ayok silahkan duduk " ucap Neta.
" Oya ini Mbak Keysa ya ? " tanya Neta.
" Siap Betul Bu " jawab Keysa.
" Ayo ayo silakan duduk " ucap Neta tanpa ia tahu Bian sudah berada di belakangnya.
" Loh kok ? " Kevin yang melihat Bian menjadi heran.
" Siap Bang .. mohon ijin "
__ADS_1
" Loh.. Bian.. disini ? " tanya Al.
" Ijin Bang, Bian adik ipar saya " jawab Dika.
" Ohhh... " ucap semua secara bersamaan.
Memang selama Bian pindah tugas, para rekan Dika belum mengetahui jika Bian adalah adik iparnya, mereka pun tidak curiga selama 2 minggu ini jika Bian dan Dika terlihat sangat akrab, karena memang dikantor sesama rekan kerja seperti itu sangat akrab seperti keluarga sendiri.
" Kamu... hutang penjelasan ya ke saya " ucap Al.
" Siap salah Bang " balas Dika disusul tawa dari yang lainnya.
Neta dan Dika menjamu rekan-rekan kerja Dika, setelah makan mereka kembali ngobrol.
" Dik.. segera buat surat rekomendasi ke pimpinan, agar Bian masuk Tim kita " ucap Al.
" Siap Bang on proses.. semoga diijinkan " ucap Dika.
" Nah.. beginilah Bian.. Tim kita biasa disebut Tim hore.. karena kemana-mana ya pasti begini, kita sudah sangat tegang di kantor dengan berbagai perkara yang ada, nah sekalinya keluar beginilah kita " ucap Al.
" Siap Bang.. petunjuk " ucap Bian.
Mereka kembali ngobrol.. sampai akhirnya mereka pamit karena waktu sudah menjelang sore.
Sampai sore pun tidak henti-hentinya tamu berdatangan silih berganti, ketiga sahabat Neta tak kalah, walaupun sudah kesorean, mereka datang untuk menghadiri acara tasyakuran kehamilan Neta.
Neta menjamu sahabat-sahabat nya sampai akhirnya acara benar-benar selesai tamu sudah tidak ada lagi yang datang, membuat Neta bisa menyelonjorkan kakinya sejenak, namun ia merasa bahagia banyak yang hadir untuk mendoakan kelancaran kehamilannya dan persalinannya nanti.
Dika yang melihat istrinya terlihat lelah segera menghampiri.
" Sayang.. istirahat yuk.. kamu terlihat lelah " ucap Dika.
" Iya Mas.. " Neta pamit kepada Ayah dan Ibunya untuk beristirahat terlebih dahulu.
Orangtua Neta masih berada di rumahnya, karena mereka masih membantu Neta untuk beberes rumah selepas acara tadi. Mbok Sum sudah dibantu oleh Bi lilis, mereka berdua bekerja di rumah orangtua Neta sudah sangat lama, tapi memang lebih lama Mbok Sum, namun sekarang Mbok Sum bekerja untuk Neta.
__ADS_1
💐💐💐
Terima kasih pembaca yang sudah hadir di acara tasyakuran kehamilan Neta ya.. doakan semoga kelahiran Neta lancar dan Dika pun selalu dilindungi dalam bertugas 🌹🌹