Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 72


__ADS_3

Alarm ponsel Neta dan Dika sudah berbunyi bersahut-sahutan, Jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Neta terbangun karena dering alarm semakin lama semakin memekakkan telinga.


Neta mengambil ponselnya yang ia simpan diatas nakas sebelah ranjang tidur nya. Mematikan alarm lalu membangunkan suaminya.


" Mas.. udah jam 4 subuh.. ayo bangun " ucap Neta.


" Hmm.. Ya.. " terdengar suara serak khas bangun tidur.


Neta bangun dari duduk nya berjalan ke arah kamar mandi, ia melihat suaminya baru bangun lalu duduk mengambil ponsel untuk mematikan alarm. Dika masih fokus dengan ponselnya ia melihat beberapa pesan masuk melalui aplikasi percakapan.


Ada satu pesan perintah dari kantornya jika hari ini karena bertepatan dengan hari kemerdekaan, maka seluruh anggota yang di dampingi istri wajib mengikuti upacara detik-detik proklamasi.


" Hah.. pagi ini upacara ? " Dika sedikit terperanjat ia langsung berdiri dari duduknya berjalan menuju pintu kamar mandi.


" Sayang.... " Dika mengetuk pintu kamar mandi.


" Iya sebentar " ucap Neta dari dalam kamar mandi.


Tidak lama Neta keluar dari kamar mandi.


" Kenapa Mas ? udah adzan subuh belum ? " tanya Neta.


" Belum kayanya 15 menit lagi, mmhh.. itu aku dapet pesan baru aku baca, hari ini kita upacara kemerdekaan di kantor " ucap Dika.


" Hah dikantor mana ? " tanya Neta.


" Kantor satuan lah mana lagi " jawab Dika.


" Kok baru ngasih tau sekarang Mas ? " balas Neta.


" Pesannya baru aku buka, ya udah siap-siap, tolong siapkan stelan jas hitam, kemeja putih dan dasi merah yang biasa aku pakai " ucap Dika.


" Iya Mas.. tapi perusahaan gimana ? " tanya Neta.


" Tenang aja, aku nanti hubungi Tio, hari ini agar Tio yang handle semua " jawab Dika.


" Oke Mas "


" Oya.. seragam kamu sudah siap kan ? " tanya Dika.


" Seragam Bhayangkari ? "


" Iya.. "


" Sudah kok, aku lihat dulu di lemari "


" Ya udah, aku mandi dulu, tunggu aku nanti shalat subuhnya berjamaah " ucap Dika.


" Iya Mas " Neta mulai membuka lemari pakaiannya mencari seragam bhayangkari, seragam yang biasa digunakan oleh istri seorang polisi jika ada kegiatan di kesatuan, sedangkan Dika ia mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi.


Neta masih menyiapkan baju yang akan ia gunakan pagi ini, ini adalah kali pertama Neta ikut kegiatan di kesatuan suaminya setelah menyandang sebagai istri dari Mahardika Bimantara.


" Tinggal baju Mas Dika.. " gumam Neta, ia lalu menggantung baju nya.

__ADS_1


Neta masih mondar-mandir menyiapkan baju yang akan digunakan suaminya. Setelah semua lengkap ia gantung baju suaminya dekat dengan baju yang akan ia gunakan.


Neta berjalan mengambil mukena lalu memakainya, ia menunggu Dika untuk melaksanakan shalat subuh, tidak lama pintu kamar mandi di buka, Dika keluar kamar mandi karena lampu kamar sudah Neta matikan, samar terlihat ada yang sedang duduk di sofa kamar berpakaian putih, Dika terperanjat kaget.


" Astagfirullah... " ucap Dika keras.


" Mas kenapa ? " tanya Neta menghampiri suaminya.


" Ya ampun kamu, emang kamu udh shalat ? " tanya Dika.


" Hehehe kaget ya Mas, belum aku sekalian aja pake mukena " jawab Neta.


" Hmm..aku udah merinding aja kirain.. " ucap Dika.


" Kirain apa ? Mbak Kun ... hahahaha " Neta tertawa.


" Hus.. gak boleh ngomong sembarangan "


" Lagian ini udah mau terang Mas.. mana ada yang kaya gitu sih.. " balas Neta.


" Udah, aku mau pakai baju dulu " Dika berjalan ke tempat ganti baju.


Dika kembali sudah menggunakan sarung dan baju koko, Dika menggelar sejadah disusul oleh Neta, mereka melaksanakan kewajiban nya secara berjamaah.


Setelah shalat Neta dan Dika berganti pakaian, Neta memoles wajahnya tipis agar tidak terlihat pucat, mulai menggunakan atribut yang telah ditentukan oleh kesatuan.


" Mas .. kita berangkat pagi-pagi kan ? Aku kayaknya gak akan keburu masak untuk sarapan " ucap Neta sambil membetulkan kancing bajunya.


" Oke " Neta menghampiri suaminya ia membantu Dika menggunakan dasinya.


" Mas .. Jas nya " Neta memakaikan jas hitam ke suaminya.


" Terima kasih " ucap Dika mengecup pipi Neta sekilas.


Neta hanya tersipu membuat pipinya semakin merona. Ia melihat arloji ke pergelangan tangannya.


" Mas sudah jam 6.30 " Neta kepada Dika.


" Udah siap kan, ayo berangkat " ajak Dika.


" Iya Mas "


Neta dan Dika keluar rumah tidak lupa sebelumnya memeriksa jendela dan pintu-pintu rumah, setelah semua aman, mereka masuk kedalam mobil. Mobil melaju meninggalkan rumah menuju satuan tempat Dika bekerja.


" Mas.. mau sarapan dimana ? " tanya Neta.


" Kamu mau sarapan apa ? mau bubur ayam, nasi kuning, atau apa ? " tanya Dika balik.


" Aku bubur ayam aja deh Mas, kamu ? "


" Ya udah aku ikut aja, di simpangan depan ada bubur ayam langganan aku, buburnya enak deh "


" Ya udah kesitu aja " balas Neta.

__ADS_1


Benar saja bubur ayam yang ditunjukkan oleh Dika ramai pembeli, Neta pastikan memang benar bubur ayam nya enak. Dika meminggirkan mobilnya, setelah parkir aman Neta dan Dika turun dari mobil untuk sarapan bubur terlebih dahulu.


" Pak pesan dua porsi disini ya " ucap Dika.


" Eh Pak Dika, kok baru kesini lagi, siap Pak, sama istri Pak ? " tanya penjual bubur.


" Iya Pak, saya baru sempat lagi sarapan kesini "


" Silakan tunggu ya Pak, Bu, komplit semua ya " tanya penjual bubur lagi.


" Saya komplit Pak, pakai telor, ati dan ampela ayam juga ya "


" Siap Pak "


" Oya kamu pake apa aja ? " tanya Dika ke Neta.


" Hmm aku gak pake telor ya "


" Yang satu gak pake telor Pak " ucap Dika.


" Siap Pak "


Neta dan Dika sedang duduk menunggu pesanan buburnya, tidak lama penjual bubur membawa pesanan bubur Neta dan Dika.


" Silakan Mbak.. Mas "


" Oh ya terima kasih Pak "


" Terima kasih "


Neta dan Dika mulai menikmati sarapannya.


" Mas bubur nya beneran enak, kok kamu baru ajak aku kesini " ucap Neta.


" Hmm.. kan seudah nikah, aku udah jarang malah gak pernah sarapan diluar kan, baru kali ini kayanya sarapan di luar lagi " balas Dika.


" Hmm.. " Neta mengangguk tersenyum.


" Mas kita kesiangan gak ini ? " tanya Neta khawatir, bukan tanpa alasan ini kali pertama Neta untuk ikut kegiatan di satuan suaminya.


" Nggak sayang.. udah gak macet kok, kita pasti sampai tepat waktu, habisin dulu buburnya "


" Iyaa.. " Neta menyuapkan suapan terakhir buburnya.


Neta dan Dika selesai sarapan, mereka kembali melanjutkan lagi perjalanan menuju satuan tempat kerja Dika. Mereka tiba sekitar 20 menit sebelum upacara dimulai, Neta berbaur dengan para istri anggota lainnya dan mulai merapikan barisan untuk mengikuti upacara peringatan kemerdekaan.


Selesai mengikuti upacara peringatan kemerdekaan, Neta dan para istri anggota lainnya menghadiri acara ramah tamah dan perlombaan yang biasa diadakan untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Karena setiap istri abdi negara mempunyai organisasi nya masing-masing yang setiap anggota mempunyai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing juga.


Seperti Neta yang menikah dengan Dika yang seorang Anggota Polisi, ia akan ikut keanggotaan organisasi Bhayangkari. Bhayangkari sendiri adalah organisasi persatuan istri anggota Polri yang merupakan badan ekstra struktural Polri.


🇮🇩🇮🇩🇮🇩


Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 77.. Jayalah selalu Indonesiaku 😍😍🇮🇩🇮🇩

__ADS_1


__ADS_2