
Perusahaan MGM Grup
Tok..tok..tok..
" Masuk " ucap Neta yang masih sibuk dengan laporan perusahaan.
Pintu ruangan terbuka, seorang pria masuk kedalam ruangan Neta. Neta masih dengan posisinya fokus pada beberapa file dihadapan nya.
" Selamat siang Bu Neta, sedang sibuk ? " ucap Dika menghampiri istrinya.
" Mas.. ihhh... aku kira Pak Tio " balas Neta menghentikan aktivitas nya.
" Kamu serius banget Yang.. suami sendiri dateng gak ngeh " ucap Dika duduk tepat di depan istrinya.
" Maaf Mas, kamu liat kan ini laporan perusahaan numpuk, bantuin aku dong " ucap Neta manja.
" Iya iya.. sini aku bantuin " ucap Dika sambil mengambil satu file dari tumpukan yang paling atas.
Neta hanya tersenyum melihat tingkah suaminya.
" Oya hari ini jadi kan dari perusahaan GGC kesini ? " tanya Dika.
" Jadi Mas, tadi sih Pak Tio ngasih tahu nya sesudah Dzuhur sekitar jam 1 siang " ucap Neta.
" Hmm.. oke " Dika kembali dengan file dihadapan nya.
" Eh Mas.. kok aku aneh ya ? " tanya Neta.
" Aneh gimana ? " Dika menghentikan aktifitasnya.
" Kamu kok udah kesini ? ini baru jam 10 loh " Neta melihat ke arloji di pergelangan tangannya.
" Hmm ya.. kebetulan di kantor lagi gak banyak kerjaan, aku juga tadi pagi habis nganterin kamu kesini, ada giat di luar, selesai giat ya aku balik kesini lagi aja, mau nemenin istriku " ucap Dika.
" Hmmm.. " Neta tersenyum merona.
Neta dan Dika fokus pada aktifitas masing-masing, bagi Dika ini sudah biasa, ia dulu biasanya membantu Ayah nya untuk memeriksa beberapa laporan perusahaan, namun karena kesibukannya hal itu sudah jarang ia lakukan sampai akhirnya pemegang perusahaan beralih ke istrinya yaitu Neta.
" Mas.. kamu gak mau jalan-jalan ke ruangan Audit ? " tanya Neta menggoda memecah keheningan.
" Hmm.. emang nya yang punya ruangannya kemana Yang ? " Dika balik menggoda.
__ADS_1
" Gak tau tuh, udah jarang ke kantor, katanya sih sibuk " ucap Neta.
" Ya.. maafin aja lah Yang.. karena kesibukan sama kerjaannya juga kan, tapi.. ngomong-ngomong kamu ngomongin aku " ucap Dika tertawa disusul oleh Neta yang tertawa juga.
" Kamu kali yang ngomongin diri kamu sendiri Mas " ucap Neta masih tertawa.
Satu Map lagi laporan yang Neta periksa, sampai akhirnya laporan perusahaan telah selesai semua.
" Selesai.. " ucap Dika.
" Mas.. selesai semua ? " tanya Neta.
" Selesai Yang.. kamu itu satu lagi ? " tanya Dika balik.
" Hmm " Neta mengangguk.
" Kalo bareng-bareng cepet selesai kan ? " ucap Dika merapikan map ditumpuk seperti semula.
Neta hanya menghela nafas panjang.
" Makasih ya Mas " ucap Neta.
" Gak apa-apa anggap aja aku yang bantu kamu ya.. " balas Neta.
Dika hanya tersenyum, beranjak dari duduk nya berjalan menuju sofa lalu merebahkan sedikit tubuhnya ke sofa di ruangan Neta.
" Mas.. kamu laper gak ? aku pesenin makan ya " ucap Neta.
" Kenapa gak turun aja kita makan diluar " balas Dika.
" Keburu gak Mas ? " tanya Neta.
" Keburu, makan di kantin belakang aja " ucap Dika.
" Oke deh " Neta beranjak dari duduknya menghampiri Dika sedikit menarik tangannya.
" Mau kemana ? " tanya Dika.
" Ayo katanya mau makan " jawab Neta.
" Makan kemana ? " Dika menggoda.
__ADS_1
" Ke kamar .. eh " Neta spontan, ia salah ucap menutup mulut dengan kedua tangannya.
" Apa ?? ayo ayo.. " Dika bersemangat.
" Mas.. Mas.. ke kantin maksud nya kantin Mas " Neta langsung meralat ucapan nya.
" Hmm.. " Dika langsung melirik istrinya, kembali duduk di sofa.
" Mas.. kita kan mau makan siang, ayo.. buat makan yang lain nanti aja " ucap Neta.
" Bener ya nanti ya.. " balas Dika beranjak dari duduknya.
" Iya aja deh " Neta berjalan meninggalkan Dika.
Dika hanya tertawa menang mengerjai istrinya.
...****************...
45 Menit berlalu..
" Selamat siang .. " Seorang pria yang sudah cukup umur dan seorang lagi pria muda menghampiri meja Tio.
" Oh ya siang Pak.. " ucap Tio.
" Perkenalkan saya Gabor, saya CEO Golden Global Company dan ini asisten pribadi saya bernama Yoga " ucap nya lagi.
" Oh ya Pak salam kenal kembali saya Tio.. Asisten Perusahaan MGM Grup, silakan Pak.. " Tio mengajak petinggi perusahaan GGC untuk menuju ruang meeting.
" O ya.. terima kasih " Gabor dan Yoga mengikuti langkah Tio.
Tio mengajak pemilik perusahaan GGC ke ruang meeting.
" Pak silakan menunggu dulu, kebetulan Bu Neta dan Pak Dika sedang beristirahat mungkin sebentar lagi akan menuju kesini " ucap Tio sambil mempersilahkan duduk.
" Ya tidak apa-apa mungkin kami terlalu cepat sampai sini " ucap Pak Gabor.
Tio hanya tersenyum, menganggukan kepalanya.
" Kalau begitu saya permisi dulu, sambil menunggu silakan Pak, untuk dinikmati cemilannya yang sudah kami sediakan " ucap Tio karena memang ruang meeting sudah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan petinggi GGC.
Setelah pamit Tio berlalu meninggalkan Gabor dan Yoga untuk kembali ke meja kerja nya sambil menunggu kedatangan Dika dan Neta.
__ADS_1