Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 219


__ADS_3

Sesuai janji Bian, setelah kedatangan nya ke rumah Binar, ia akan mengantarkan Binar kembali ke asrama keesokan harinya.


Bin, aku udah di rumah Mbak Neta, kalo kamu udah siap, aku kesitu.


Pesan Bian kepada Binar. Tidak lama Binar membalas pesan dari Bian.


Aku sudah siap, Mas.


Setelah membaca balasan pesan dari Binar, Bian bergegas menuju rumah Binar. Neta yang sedang menyiapkan makan siang, merasa heran dengan sikap adiknya.


" Ian..Ian.. hey mau kemana ? Mbak disini kamu maen nyelonong aja, makan siang dulu " ucap Neta sedikit teriak.


Bian membalikkan badan, kembali masuk kedalam rumah setelah mendengar kakak nya berteriak.


" Hehehe.. Mbak aku mau anter dulu Binar " ucap Bian.


" Anter Binar ? kemana ? " tanya Neta.


" Hmm.. kembali ke asrama nya " jawab Bian.


" Hah.. bukannya asrama nya jauh dari sini ? " susul Neta.


" Hmm.. hehehehe " Bian hanya tertawa kecil.


" Ya udah deh, hati-hati ya, salam buat Binar " ucap Neta.


" Siap Mbak.. " Bian menyalami kakak nya lalu ia melesat keluar rumah meninggalkan Neta yang masih mempersiapkan makan siang.


Hanya beberapa langkah saja Bian sudah sampai di depan rumah Binar, saat Bian akan mengetuk pintu, pintu rumah sudah keburu terbuka, Binar dan kedua orangtuanya sudah berada tepat di hadapan Bian.


" Assalamu'alaikum Pak Bu " ucap Bian.


" Wa'alaikumusalam "


" Wa'alaikumusalam "


" Yah, Bu aku berangkat sekarang ya.. " ucap Binar menyalami kedua orangtuanya.


" Iya hati-hati "


" Nak, Bian saya titip Binar, mohon maaf merepotkan " ucap Ayah Binar.


" Siap Pak, tidak merepotkan kok " balas Bian.


Bian pun menyalami kedua orangtua Binar.


Setelah berpamitan mereka berdua berjalan keluar rumah, orangtua Binar masih memperhatikan sampai mereka berdua masuk kedalam mobil dan hilang dari pandangan mereka.


" Mas ini mobil kamu ? " tanya Binar.


" Bukan, ini mobil Mbak Neta sebelum ia nikah, aku pinjem " jawab Bian tersenyum.


" Oh ya.. " Binar mengangguk membalas senyuman Bian.


Hening di dalam mobil tidak ada percakapan lagi selepas itu, Binar pun merasa sedikit canggung karena ini kali pertama ia berperjalanan jauh dengan Bian.


Sekitar 3 jam Binar akan sampai di asrama kampus nya yang berada di luar kota.


Binar sesekali, membuka ponselnya membalas pesan-pesan yang masuk dari kedua sahabat nya yang sudah menunggu.


Sasa : Udah otw belum ?

__ADS_1


Binar : Otw nih..


Sasa : Take care


Binar : 😘


Binar kembali menyimpan ponselnya, ia sedikit menyenderkan tubuhnya ke senderan kursi.


" Mas, kamu hari ini gak ada kegiatan ? " tanya Binar memecah keheningan.


" Mmh.. nggak hari ini aku lagi gak ada kegiatan " jawab Bian.


" Kakak kamu tahu kalo kamu nganter aku ? " tanya Binar.


" Ya tahu lah, aku kan berangkat dari rumah nya hehehe " jawab Bian sedikit tertawa.


" Hmm yaa.. sukur deh kalo Mbak Neta tahu, aku gak mau aja kalo kamu kemana-mana gak bilang, kalo kamu bilang kan nanti gak susah nyari nya kalo sewaktu-waktu Mbak Neta, Ayah atau Ibu kamu nyari " ucap Binar.


" Hahahaha.. ya paling mereka tahu nya aku standby di kantor " ucap Bian seloroh.


" Hmm.. " Binar tertawa kecil.


Perjalan di lalui oleh mereka berdua sekitar pukul setengah empat sore, Bian dan Binar sudah sampai di kota tujuan.


" Bin kamu arahin ya asrama kamu alamat nya dimana " ucap Bian.


" Oke.. oya Mas, aku kan ini janjian nih, sama sahabat aku, jadi seudah aku nyimpen barang-barang ku ke asrama, aku mau keluar lagi, gak apa-apa kok Mas Bian pulang aja, seudah nganterin aku sampai asrama " ucap Binar.


" Emangnya kamu mau kmn ? " tanya Bian menyelidik.


" Mau ke cafe gak jauh dari Asrama " jawab Binar.


" Oh.. ya udah " balas Binar.


Setelah mengarahkan, Binar sampai di asrama nya, Bian membantu Binar mengeluarkan koper kecil dari dalam mobil.


" Mas tunggu disini aja gak apa-apa ? soalnya ini asrama putri jadi laki-laki gak boleh masuk kecuali orangtua " ucap Binar.


" Bilang aja aku orangtua kamu " ucap Bian ngasal.


" Ngarang ! " balas Binar mengambil koper dari tangan Bian lalu masuk kedalam Asrama yang dikelilingi pagar tinggi.


Binar masuk kedalam asrama sedangkan Bian menunggu di dalam mobil.


Tidak lama Binar kembali, masuk kedalam mobil.


" Udah ? " tanya Bian.


" Udah " jawab Binar menutup pintu mobil.


" Jadi sekarang kemana ? " tanya Bian lagi.


" Mhh.. dari sini lurus aja setelah lampu merah ada belok kanan, nanti di sebelah kiri ada cafe warna cokelat " ucap Binar menjelaskan.


Bian hanya manggut-manggut saja melajukan mobil sesuai dengan petunjuk Binar. Disaat yang bersamaan ponsel Binar berdering, ia langsung melihat id pemanggil lalu mengangkat nya.


Ifa : " Dimana ? "


Binar : " Otw cafe "


Ifa : " Kita udah jamuran nih "

__ADS_1


Binar : " Sabar, baru nyampe asrama tadi "


Ifa : " Oke kita tunggu "


Binar memutus sambungan teleponnya. Selang 15 menit mereka sudah sampai di cafe tempat Binar dan kedua sahabat nya janjian.


" Aku turun ya, kamu mau turun juga ? " tanya Binar.


" Mmh.. nggak deh.. aku balik ya Bin.. " jawab Bian.


" Ga turun dulu aja .. mau ngopi mungkin " tanya Binar lagi.


" Gak usah deh gak enak sama temen-temen kamu " jawab Bian.


" Ya udah kalo gitu, makasih ya Mas.. udah anterin aku " ucap Binar.


" Sama-sama " balas Bian.


" Eh itu temen aku udah nungguin " ucap Binar menunjuk ke arah Sasa dan Ifa.


Bian menoleh ke arah Sasa dan Ifa, Bian merasa familiar dengan salah satu teman Binar.


" Mas itu temen-temen aku, mau turun gak ? " tanya Binar.


" Hmm kamu aja deh.. " jawab Bian.


Binar turun dari mobil, saat Binar turun Ifa melihat Binar lalu memanggilnya. Bian ia masih diam didalam mobil, ia masih memperhatikan salah satu teman Binar.


Gak salah lagi, dia itu yang katanya pengasuh si kembar tapi ternyata anak presdir perusahaan batin Bian.


Jadi.. dia temen nya Binar.. ck.. dunia ternyata sempit.


" Binaarrrr " panggil Ifa.


Sasa pun melihat ke arah Binar, mereka berdua menghampiri Binar.


" Cieee.. siapa tuh ? dianterin siapa ? gak mungkin kan itu Ayah kamu " ucap Sasa menggoda.


" Mau tau aja atau mau tau banget " ucap Binar disusul tawa dari ketiganya.


" Turun dong turun, kenalan dulu kek " ucap Ifa.


" Duh sorry dia pemalu.. yaudah duluan ke dalem aku pamit dulu " balas Binar.


" Yaahhhh.. ya udah deh.. masuk yuk " ajak Sasa ke Ifa.


" Oke kita tunggu di dalem ya " ucap Ifa.


Binar mengiyakan lalu ia kembali menghampiri Bian, Ia mengetuk kaca mobil Bian. Bian membuka kaca mobilnya.


" Kenapa ? " tanya Bian.


" Aku kedalem ya " jawab Binar.


" Oke.. aku pulang ya.. kamu hati-hati " balas Bian.


" Oke .. makasih banyak ya Mas.. kamu juga hati-hati, kalo udah nyampe kabarin aku " susul Binar.


" Oke "


Setelah berpamitan, Bian menyalakan mesin mobil, mobil melaju meninggalkan Binar. Setelah mobil Bian sudah tidak terlihat, Binar berjalan masuk ke dalam cafe, mencari dimana kedua sahabat nya duduk menunggu.

__ADS_1


__ADS_2