Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 190


__ADS_3

Sasa sedang mondar mandir di kamarnya, ia merasa mulai tidak tenang, setelah tadi membaca profil perusahaan Ayah nya.


" Bu Neta pemilik perusahaan, kenapa aku gak berpikir kalau sewaktu-waktu Bu Neta pasti bertemu dengan Papa, entah itu hanya sekedar meeting, menghadiri undangan atau bahkan bekerja sama, hmm.. gimana kalau Papa tahu aku disini atau Bu Neta tahu kalau aku adalah anak dari pemilik perusahaan GGC .. jujur aku masih betah disini.. Bu Neta baik.. akupun merasa sayang sama Si Kembar " batin Sasa berkecamuk.


Sasa masih saja tidak tenang.


" Apa aku jujur aja ya ke Bu Neta, agar Bu Neta bisa melindungi ku dari kejaran Papa, tapi.. " saat Sasa masih bergumam terdengar suara pintu kamar nya di ketuk membuat Sasa terperanjat kaget.


Tok..tok..tok..


" I..iya.. sebentar " ucap Sasa.


Ia berjalan membuka pintu kamar.


Ceklek..


" Mbok.. ada apa ? " tanya Sasa melihat Mbok Sum sedang berdiri di depan pintu kamarnya.


" Itu loh Sa, Mbak Neta nanyain kamu, kamu sudah makan belum ? " tanya Mbok Sum.


" Oh.. aku su..sudah makan kok " jawab Sasa berbohong, jujur ia belum berani bertemu Neta, khawatir Neta curiga karena pikiran dirinya masih tidak tenang.


" Ya udah temui dulu Bu Neta, mungkin mau nitip Si Kembar " ucap Mbok Sum lagi.


" Oh iya Mbok, terima kasih ya " Sasa keluar kamar, mau tidak mau ia harus menuruti karena bagaimana pun ia bekerja di rumah ini.


Sasa berjalan menuju ruang makan disana terlihat Neta dan Dika sedang makan malam.


" Sa .. sedang apa kamu ? solat ? " tanya Neta.


" Iya Bu tadi saya shalat isya dulu " jawab Sasa berbohong.


" Hmm.. kamu sudah makan ? " tanya Neta lagi.

__ADS_1


" Sudah Bu tadi " jawab Sasa lagi.


Neta hanya tersenyum mengangguk, melanjutkan makannya.


" Saya ke si kembar dulu ya Bu " ucap Sasa.


" Oh ya.. tolong jaga dulu ya " balas Neta.


" Baik Bu " Sasa berlalu menghampiri si kembar yang sedang bermain di ruang tv.


Ruang tv dan ruang makan bersebelahan sehingga Neta masih bisa memperhatikan si kembar dari ruang makan.


" Oya Mas.. kamu udah baca kan tadi profil GGC ? " tanya Neta.


" Udah sekilas " jawab Dika.


" Gimana menurut kamu ? " tanya Neta lagi.


" Oke.. " jawab Dika singkat sambil kembali menyuapkan nasi ke mulutnya.


" Iya terus gimana ? "


" Iya kata beliau sih oke, profesional juga kalau diajak kerja sama,sejauh ini tidak mengecewakan " susul Neta.


" Oke kalau gitu, atur aja waktunya, kita undang perusahaan GGC untuk datang ke perusahaan kita " ucap Dika.


" Oke kalau gitu Mas, nanti aku coba hubungi Pak Tio " balas Neta.


Mereka berdua kembali melanjutkan makan malamnya, Sasa yang sedang bersama Si Kembar sedikit banyak nya mendengar obrolan majikannya.


" Ya ampun.. perusahaan Bu Neta akan bekerjasama dengan perusahaan Papa.. gimana ini ? " batin Sasa.


Tanpa ia sadari Neta sudah berada tepat disampingnya, ia melihat Sasa melamun, beberapa kali Neta memanggil nya namun tidak ada jawaban.

__ADS_1


" Sa.. Sasa.. " panggil Neta menepuk pundaknya.


" Astagfirullah Bu.. " Sasa terperanjat.


" Kamu kenapa ? melamun ? " tanya Neta.


" Oh ti..tidak Bu " jawab Sasa.


" Sasa.. kalau ada apa-apa kamu cerita ya, kamu kangen sama orangtua kamu ? " tanya Neta.


Sasa hanya tersenyum.


" Sa.. kenapa kamu gak menganggap kita seperti keluarga kamu sendiri, kamu bisa cerita apa pun itu " ucap Neta.


" Terima kasih banyak ya Bu " balas Sasa.


" Hmm " Neta mengangguk tersenyum.


Sasa pamit untuk kembali ke kamarnya, karena Neta menyuruhnya untuk istirahat ia pun melihat gelagat yang aneh dari Sasa, tidak seperti biasanya.


Neta sedang bersama si kembar Dika menghampiri mereka setelah tadi ia menerima telepon dari komandan nya.


" sayang.. " Dika menggendong Nathan lalu duduk di sofa sambil mengajak main.


" Mas " panggil Neta.


" Hmm.. kenapa ? " tanya Dika.


" Mmhh.. aku ngerasa aneh deh Mas sama Sasa.. kaya ada yang lagi dia pikirin, apa ya ? apa dia gak betah disini ? " ucap Neta.


" Coba kamu tanya pelan-pelan, kalau memang dia gak betah, jangan dipaksa kasian " balas Dika.


" Hmm... " Neta hanya mengangguk, jujur ini membuat Neta pun menjadi galau, jika benar Sasa tidak betah bekerja di rumahnya, ini akan membuat ia kembali dibuat pusing memikirkan bagaimana ia bekerja dan harus bagaimana menitipkan si kembar.

__ADS_1


" Duh.. semoga bukan itu, semoga Sasa masih betah aja disini " gumam Neta.


__ADS_2