
Kediaman Keluarga Handoko
Binar dan kedua orangtuanya sedang menikmati makan malam, karena masa libur kuliah Binar sudah akan selesai Ibu mulai menanyakan hal itu kepada Binar.
" Binar.. minggu depan kamu sudah mulai kuliah lagi, masa liburan semestermu sudah selesai kan ? " tanya Bu Handoko kepadanya.
" Iya Bu, rencana kalo gak hari sabtu, aku hari minggu udah harus kembali ke asrama " jawab Binar.
Binar memang kuliah di luar kota, kampus menyediakan asrama untuk mahasiswa dan mahasiswi nya, asrama terbagi dua antara asrama putra dan asrama putri.
" Ibu harap kamu bisa menyelesaikan kuliahmu tepat waktu, menurut aturan satu tahun ini kamu harus sudah menyelesaikan KKN dan Skripsi mu kan ? " tanya Ibu lagi.
" Hmm.. iya Bu doakan saja semoga kuliah Aku cepat selesai " jawab Binar sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.
" Ya.. satu persatu tugas ayah dan Ibu akan tertuntaskan, kalau kuliahmu selesai, ibu kan menjadi tenang pastinya, untuk kedepannya itu terserah kamu, kamu ingin bekerja atau tidak itu keputusan kamu, ibu tidak akan memaksa, karena perempuan tidak diwajibkan untuk bekerja apalagi mencari nafkah " ucap Ibu lagi.
" Hmm.. Bu... Binar kuliah selesai tugas kita juga belum selesai " susul Ayah yang sedari tadi hanya menyimak obrolan anak dan Ibunya.
" Maksudnya Yah ? " tanya Ibu.
" Iya, tugas kita akan tertunaikan semua jika Binar sudah menikah, baru semua tugas kita sebagai orangtua tertunaikan " jawab Ayah.
" Hemm.. Iya yah betul... tapi.... nanti deh jangan dulu nikah.. kamu masih kecil.. belum cukup umur " ucap Ibu binar lagi.
__ADS_1
" Bu.. aku udah kuliah.. ibu selalu menganggap aku ini masih kecil, aku bukan kanak-kanak Bu " susul Binar tidak terima.
" Pokonya urusan laki-laki apalagi sampai menikah nanti aja kita obrolin nya menyusul ya.. sekarang yang harus kamu ingat pesan ibu prihal kuliah kamu.. oke " Ibu tersenyum mengangkat jari telunjuk dan ibu jari nya berbentuk O.
" Oya satu lagi.. itu siapa laki-laki yang kemarin kesini, ganteng sih, tapi kamu harus tahu dulu bibit bebet bobotnya, kamu anak ibu satu-satunya, ibu gak mau kamu salah jatuh cinta ngerti yaa... " Ucap Ibu Binar lagi sedikit cerewet.
" Bu.. ibu belum tahu siapa dia.. dia itu... " Belum selesai Binar berbicara sudah dipotong oleh Ibu.
" Sudah stop.. ibu bilang urusan laki-laki nanti ada waktunya " susul Ibu.
Binar hanya melihat sekilas sedikit memajukan bibirnya. Ayah yang sedari tadi memperhatikan istri dan anaknya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Sayang.. udah ya.. tenang aja " ucap Ayah tersenyum tanpa suara dengan memberikan kode kepada Binar.
" Udah.. tenang " Ayah mengangkat telunjuk nya kedepan kedua bibirnya.
Binar mengangguk pelan, ia sudah mengerti jika ayah nya sudah mulai bersikap seperti itu, biasanya Ibu akan di rayu oleh Ayah, Ayah memang selalu jadi penengah diantara perdebatan Binar dan Ibunya, Ibu Binar bersikap seperti itu mungkin bukan tanpa alasan, Binar anak perempuan satu-satunya wajar jika banyak kekhawatiran yang Ibu rasakan kepada Binar berbeda dengan Ayah, ia sosok Ayah yang santai, yang selalu mengikuti apa keinginan Binar namun tetap tegas dalam pengambilan keputusan. Sehingga Binar lebih manja kepada Ayah nya.
Binar segera mengakhiri makan malam nya disusul oleh Ayah dan Ibu.
" Sudah Yah, Bu ? " tanya Binar.
" Sudah sayang " jawab Ibu.
__ADS_1
" Sini Binar bawa kebelakang sekalian " Binar membawa piring bekas makan dirinya, Ayah dan Ibu ke dapur sedangkan Ibu merapikan meja makan, lalu Ayah kembali ke ruang tengah dengan aktifitas nya setelah makan malam.
Setelah mencuci tangan, Binar berjalan kembali ke kamarnya, ia belum tahu jika Bian sudah membalas pesannya. Ia duduk di kursi meja belajarnya, lalu ia mengambil ponsel terlihat beberapa notifikasi pada layar ponselnya.
Yang pertama ia langsung membuka aplikasi percakapan betapa terkejutnya ia, terlihat Bian sudah membalas pesannya, sesuai dengan namanya ia langsung berbinar lalu membaca pesan yang dikirim oleh Bian.
Binar membaca pesan dari Bian sambil senyum-senyum sendiri.
" Duh.. kenapa Mas Bian bales pesan aku, aku kok seneng banget yaa.. " gumam Binar lalu ia membalas kembali pesan dari Bian.
' Lukaku Alhamdulillah sudah membaik.. terima kasih banyak ya Mas Bian .. '
Pesan terkirim kepada Bian, Binar menyimpan kembali ponselnya diatas meja belajar, ia lalu menghempaskan tubuhnya ke senderan kursi. Ia mengingat kejadian yang menimpanya kemarin, saat ia terjatuh dari motor lalu Bian menghampiri untuk menolongnya.
" Arrggghhhhh.. Binarrrr... stop.. kacau nih di otak aku isi nya Mas Bian semua ... hiksssss " gumam Binar mengacak-acak rambutnya sendiri.
💐💐💐
Dear pembaca semua yang author sayangi...
Karena maraknya plagiarisme akhir-akhir ini, author mau minta tolong nih.. kalau seandainya cerita-cerita author yang ada di Noveltoon lalu ada di platform lain, tolong segera report dan kabari author yaa..
Karena cerita author yang ada di Noveltoon, itu Ekslusif hanya terbit di Noveltoon.. jika ada di lapak lain itu sudah jelas plagiat dan bukan author..
__ADS_1
Okedeh sekian pemberitahuan nya.. terima kasih dan selamat membaca kembali .... 🥰🥰