Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 57


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang


Dika sedang fokus mengemudi, sedangkan Neta masih memikirkan ucapan Dika tadi di depan kedua orangtuanya.


" Mas.. "


" Hmm.. " Dika menoleh sekilas ke arah istrinya.


" Euhh.. kamu gak serius kan sama omongan kamu yang tadi " Neta ke Dika.


" Omongan yanga mana ? " tanya Dika.


" Yang tadi loh, di depan Ayah dan Ibu " balas Neta.


" Hmm.. yang mana ? " Dika berusaha mengingat.


" Kamu masih bolehin aku kerja kan ? "


" Emmhh... bolehin gak ya ? " Dika menggoda.


" Mas.. serius loh ini "


" Emang nya kamu masih mau kerja ? gak mau gitu tinggal di rumah aja ? " tanya Dika lagi.


" Mas.. aku baru sebentar loh kerja di perusahaan Ayah, aku masih pengen kerja disana, kamu jangan gitu dong " Neta sedikit merengek.


" Hmm.. kalo aku gak ijinin gimana ? " Dika terus menggoda Dika.


" Ck... huuuft " Neta memajukan sedikit bibirnya, ia sedikit menunduk, mata nya mulai berkaca-kaca.


Dika melihat istrinya sekilas.


" Duh.. kayanya Neta marah nih.. " batin Dika.


Neta masih terdiam, ia masih sedikit menunduk sambil melipat kedua tangannya di dada.


" Sayang.. " Dika memanggil istrinya namun tidak di gubris.


" Aku mau tahu alasan kamu masih tetap ingin bekerja untuk apa ? " tanya Dika.


" Mas.. pliiss.. kamu gak perlu nanya gitu lah, aku kerja ya buat pengalaman aja, mamanfaatkan ilmu aku kan yang aku dapet waktu kuliah dulu " ucap Neta.


" Cuma itu aja ? " tanya Dika lagi.


" Ya.. itu.. emang nya apalagi Mas.. kalo cari nafkah itu kan kewajiban kamu "


" Nah itu kamu tahu, jadi lebih baik kamu di rumah aja " ucap Dika santai.


" Tapi Mas.. Pliisss.. yaa... " Neta memohon tanpa terasa bulir bening membasahi pipinya.


Dika yang melihat Neta menangis sedikit kaget, ia langsung meminggirkan mobilnya.


" Kamu nangis ? " Dika memperhatikan wajah istrinya.


Neta kembali menekuk wajahnya.


" Sayang... " Dika langsung memegang kedua pipi istrinya terlihat bulir bening sudah membasahi pipinya.


" Ya Allah.. cuma gara-gara perkara ini kamu nangis ? " Dika menghapus air mata di pipi Neta.


" Udah ah.. lepasin ! " ucap Neta.


Ada rasa kasihan ada rasa ingin tertawa dalam hati Dika.

__ADS_1


" Hmmm... " Dika menghela nafas dalam.


" Oke.. aku masih ijinin kamu kerja, tapi.. disaat nanti kita sudah punya anak, aku cuma pengen kamu di rumah aja, aku juga belum tahu kan, apa aku masih bertugas di tempat yang sekarang, atau mungkin nanti dipindah tugaskan keluar pulau mungkin, ya kan ? "


" kapan kamu ditugaskan ke luar pulau ? " tanya Neta.


" Ya mungkin aja, aku juga belum tahu, tapi kan kapan pun waktunya dimanapun tempatnya kita harus siap "


" terus kalo kamu pindah tugas aku gimana ? " tanya Neta.


" Ya kamu ikut aku lah, masa aku tinggalin " jawab Dika.


" Hmm " Neta mengangguk.


" Jadi gimana nih ? masih boleh kan aku kerja di perusahaan Ayah ? "


" Iya.. boleh.. terserah kamu mau sampe kapan, mau dibagian apa terserah kamu, yang terpenting nanti disaat kita sudah punya anak atau aku dipindahtugaskan kamu udah gak boleh kerja, karena kamu harus ikut aku, kemana pun itu "


Neta mengangguk lalu tersenyum.


" Makasih yaa suamiku sayang.. " Neta memeluk suaminya.


" Hmm.. ngerayu deh " ucap Dika.


" Ya terus kalo kamu gak aku rayu nanti aku gak boleh kerja " jawab Neta.


" Bisa ya jawabnya, jujur aku paling gak bisa liat cewek nangis, apalagi istri sendiri, aku ngerasa berdosa jadinya " balas Dika.


" Hmm.. Ya mau gimana Mas, maafin ya aku kan cengeng.. " ucap Neta.


" Ya itu, tapi aku gak peduli kalo udah sayang.. bisa apa ? " Dika tersenyum menyalakan mesin mobil, mobil melaju kembali menuju rumah.


" Makasih.. " Neta tersenyum mengecup pipi suaminya sekilas.


...****************...


Dika sudah masuk kedalam rumah. Neta segera menyusul Dika sedikit mempercepat langkahnya.


" Mas.. Mas Dika " Neta memanggil suaminya.


Dika menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya.


" Kenapa ? " tanya Dika.


" Belanjaan belum dikeluarin, mana ada ikan, ayam kan " ucap Neta.


" Ya ampun iya, lupa " Dika langsung melangkahkan kembali kaki nya menuju garasi.


Neta menyusul suaminya menuju garasi.


" Mas itu kelamaan di bagasi pasti pada mati " ucap Neta.


" Ya iyalah orang beli nya aja udah mati, kan udah disembelih .. ada-ada aja " balas Dika tertawa sambil menurunkan beberapa tas belanja nya.


Neta pun ikut tertawa.


" Mas sini aku bantu "


" Udah nggak apa-apa, sama aku aja " Dika membawa belanjaan kedalam rumah.


Dika menyimpan belanjaan di dapur, Neta mulai membuka-buka semua belanjaan untuk disimpan didalam kulkas, Dika duduk di meja makan, memperhatikan istrinya sedang membereskan belanjaan yang ia beli tadi.


" Kamu mau makan lagi gak Mas ? " tanya Neta.

__ADS_1


" Hmm.. kayanya masih kenyang deh, kamu gimana ? " tanya Dika.


" Aku juga masih kenyang tadi makan di rumah ibu " jawab Neta.


" Hmm.. bikin cemilan aja deh " ucap Dika.


" Cemilan apa Mas ? "


" Kamu beli buah-buahan kan ? bikinin aku salad ya " pinta Dika.


" Oke " Neta sambil mengangkat jarinya membentuk huruf O.


" Yaudah aku mau bersih-bersih dulu " Dika berlalu menuju kamarnya di lantai 2.


Setelah Neta merapikan belanjaannya ke dalam kulkas, ia mengambil beberapa macam buah-buahan untuk dibuat salad sesuai permintaan suaminya tadi.


Neta fokus di dapur, setelah salad yang dibuat Neta hampir siap tiba-tiba listrik di rumah Dika padam.


" Astagfirullahalazim... mati lampu.. " gumam Neta.


" Mas.. Mas Dikaaa..... !!! "


" Mas.. mati lampu ini, gimana aku, rumah segede gini Ya Allah serem banget " ucap Neta.


Neta mencoba mencari ponselnya yang ia simpan di dalam tas namun karena gelap ia lupa menyimpan tas nya di kursi sebelah mana.


" Ya Allah .. Mas Dika denger aku gak ? " teriak Neta hampir menangis.


" Iya aku denger, diem disitu ! " Dika sedikit berteriak dari dalam kamar.


Dika turun dengan menggunakan penerangan dari ponsel nya. Ia berjalan ke arah Neta, Neta sedang jongkok dekat meja makan. Saat Dika mendekat Neta mendongkakan wajahnya lalu..


" Aaaaaaa... Mas ihh " Neta melihat wajah dan tubuh Dika masih dipenuhi sabun.


" Apa sih ? " tanya Dika.


" Kamu lagi mandi ? " tanya Neta.


" Iya " jawab Dika singkat.


" Itu badan kamu masih penuh sabun " ucap Neta.


" Emang iya, lagian kamu teriak-teriak bikin aku panik " balas Dika.


" Ya maaf.. aku kan ngeri mati lampu disini sendiri, kamu kan diatas " susul Neta.


" Ya udah nih kamu pegangin ponsel aku, aku mandi di kamar mandi bawah aja, perih nih kena mata " ucap Dika berjalan menuju kamar mandi dekat dapur.


" Mas.. "


" Apalagi ? Mau ikut ? " tanya Dika.


" nggak.. " jawab Neta singkat menggeleng kan kepalanya.


" Udah, tunggu disitu, gak akan ada apa-apa, paling nanti ada yang colek kamu " Dika kembali berjalan menuju kamar mandi.


" Iih... jangan nakutin " Neta berlari mendekati Dika.


" Ya Allah.. maksudnya palingan sebentar lagi listrik nya nyala " ucap Dika.


Disaat yang bersamaan listrik kembali menyala.


" Tuh kan aku bilang juga apa, aku mau lanjut mandi dulu, kamu tunggu aja disitu "

__ADS_1


" Siap "


Dika melanjutkan kembali mandinya yang terpotong karena listrik padam, Neta dengan setia menunggu suaminya sambil menyelesaikan pekerjaan nya yang tadi sempat tertunda karena listrik padam.


__ADS_2