Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 38


__ADS_3

Neta menghampiri Dika yang sedang berada di ruang tamu, ia melihat Dika sedang berbincang dengan Ayahnya. Ada perasaan lega di hati Neta, ternyata Ayahnya sudah tidak marah lagi kepada Dika.


Namun tetap ada yang membuat Neta sedih saat ia melihat Dika.


" Ya ampun Dika.. lusuh banget, baru kali ini aku liat Dika selusuh ini, sepertinya ia kurang tidur, kurang makan, kurang mandi juga " batin Neta sedikit ingin tertawa namun tetap ia merasa kasihan kepada Dika.


" Maafin aku Ka.. " batin Neta lagi.


Dika melihat ke arah Neta, Ayah pun sama.


" Hmm.. silakan.. kalian ngobrol dulu saja, Ayah kebelakang dulu " Ayah beranjak dari duduknya.


" Ibu juga ya.. " susul Ibu.


" O..oh.. terima kasih Pak, Bu " Dika tersenyum canggung.


Neta duduk tepat dihadapan Dika, Neta masih menampakkan wajah yang kurang bersahabat kepada Dika.


Dika tersenyum ke arah Neta, menampakkan wajah yang tidak berdosa, membuat Neta menjadi kesal.


" Ehem... jadi apa yang mau jelasin ke aku Ka ? " tanya Neta.


" Emmhh.. jadi kamu nungguin penjelasan dari aku ya ? " Dika menggoda.


" Ya iyalah ngapain juga aku sekarang ada di depan kamu ! " Neta semakin kesal.


" Oke.. tenang dulu dong, Ayah mu juga tadi tenang, gak teriak-teriak kaya kamu " Dika kembali menggoda.


" Dikaa ! " Neta sedikit melotot, ia sudah mengambil bantal kursi sudah siap untuk di lemparkan ke arah Dika.


" Neta.. jangan rusuh disini, gak enak sama orangtua kamu, yang ada nanti aku gak diijinin lagi kesini, buat duduk disini aja itu butuh perjuangan tau ! "


" Terus ?! "


" Ya aku gak tidur sehari semalem, nunggu kamu di depan rumah, gak inget makan gak inget mandi.. eh.. "


" Ya lagian suruh siapa ? " tanya Neta.


" Hmm.. kamu gak peka banget sih " Dika terdiam.


" Kamu gak kerja ? " tanya Neta lagi.


" Dari semalem aku udah di hubungin terus sama kantor, tapi aku gak gubris, aku harus nyelesein masalah terbesar dulu dalam hidup aku "


" Nanti kalo ada apa-apa dikantor gimana ? " tanya Neta.


" Ya.. itu salah kamu "


" Kok salah aku ! "


" Hemm.. enggak .. semua salah aku, aku yang salah.. emang laki-laki itu tempatnya salah " Dika pasrah.


" Terus kenapa kamu gak kerja hari ini ? " susul Dika.


" Aku mau ngundurin diri dari perusahaan Ayah mu " jawab Neta.


Deg....

__ADS_1


" Kenapa ? "


" Kamu juga pasti udah tahu jawabannya "


" Jangan dong Net, Ayah ku pasti tidak akan mengijinkan "


" Aku gak peduli ! "


" Keras kepala ! " Dika mendengus.


" Apa kamu bilang ?! "


" E..enggak kok.. kamu itu kucing yang sangat manis " Dika kembali menggoda.


" Udah ya Dika... ! kembali ke pembahasan awal, gak usah kemana-mana ! "


" Aku gak kemana-mana kok, tenang aja, aku bakal selalu ada buat kamu " Dika tersenyum geli.


" Ya Allah.. Dikaaa... !!! Ya udah deh aku mau balik ke kamar ! " Neta bangun dari duduknya.


" E...eeh jangaaannn... tunggu dulu... oke oke aku jelasin sekarang.. "


Neta kembali duduk, Dika memulai menjelaskan kejadian kemarin, Neta menyimak apa yang dijelaskan oleh Dika. Akhirnya Neta pun mengerti mengapa hal kemarin bisa terjadi.


" Benar kata ibu, Dika pasti memiliki alasan mengapa hal kemarin bisa terjadi " batin Neta.


" Gimana ? kamu maafin aku kan ? " tanya Dika.


" Hemm... " Neta mengangguk.


Dika tersenyum menang.


" Hemm... aku pun minta maaf sudah berprasangka buruk kepadamu "


" Hmm.. gak masalah "


Akhirnya Neta dan Dika berdamai, Dika mengutarakan lagi ke Neta akan mengganti pertemuan kemarin yang gagal.


...****************...


Dilain tempat Ayah dan Ibu Neta tetap penasaran apa yang dijelaskan oleh Dika kepada Neta. Ayah dan Ibu Neta sedikit menguping pembicaraan Dika dan Neta dari balik ruangan.


" Yah.. ternyata sama apa yang dijelaskan ke kita dan ke Neta " bisik Ibu kepada Ayah.


" Iya Bu, sepertinya memang benar seperti itu " balas Ayah.


" Hmm.. Yah.. Dika akan kembali kesini bersama kedua orang tuanya " bisik Ibu lagi.


" Iya Bu.. tidak apa-apa, semoga saja tidak gagal seperti kemarin "


" Iya yah "


Ibu dan Ayah menyudahi mendengar pembicaraan anaknya dengan Dika.


...****************...


Dika dan Neta masih berbincang di ruang tamu.

__ADS_1


" Net.. aku laper " ucap Dika pelan.


" Hah.. laper ? " tanya Neta.


" Jangan keras-keras "


" Kalo laper ya makan, aku ke Ibu dulu ya.. "


" Eh.. gak usah.. makan keluar boleh gak ? "


" Hmm.. kayanya gak boleh "


" Kok gitu "


Neta tertawa. Tidak lama Ibu menghampiri Dika dan Neta.


" Nak.. maaf ibu menganggu "


" Oh tidak Bu, tidak mengganggu sama sekali " Dika kepada Ibu.


" Hmm.. Neta "


" Ya Bu "


" Ajak Nak Dika makan dulu " ucap Ibu.


" Kok bisa kontak batin ya ke Ibu, ternyata memang ibu lebih mengerti hehe " batin Dika.


" Oh ii...iiya Bu, emang tadi Dika bilang juga katanya dia laper " Neta balas menjahili Dika.


" E..enggak kok Bu, tadi saya cuma becanda " Dika salah tingkah.


" Sudah ayo Nak Dika " Ibu mengajak Dika.


Dika semakin salah tingkah .


" Kamu ih.. " Dika berbisik.


Neta hanya menahan tawa.


Dika akhirnya makan sore bersama dengan kedua orang tua Neta. Mereka banyak berbincang selama makan. Akhirnya Dika tahu jika ternyata keluarga Neta tidak seseram yang ia bayangkan. Ayah Neta sebetulnya sosok yang hangat, hanya mungkin orangtua mana yang tidak kecewa, jika anak perempuan satu-satunya mereka dipermainkan oleh seorang laki-laki.


" Pak Bu, mudah-mudahan nanti saat saya kembali kesini bersama kedua orangtua saya, tidak ada pekerjaan ya g mendesak seperti kemarin "


" Iya Nak Dika, kami tunggu kembali kedatangan, Nak Dika dengan kedua orangtua " Ayah kepada Dika.


Setelah selesai makan, Dika berpamit kepada kedua orangtua Neta. Neta dan kedua orangtuanya mengantarkan Dika sampai pintu pagar, Dika masuk kedalam mobil, menyalakan mesin, mobil melaju meninggalkan kediaman orang tua Neta.


" Akhirnya.. perjuangan ku tidak sia-sia" batin Dika.


Didalam perjalanan ia berniat untuk pulang ke rumah terlebih dahulu, ia merasakan kelelahan yang luar biasa, namun semua itu tidak terasa karena satu permasalahan yang menganggu pikirannya sudah dapat ia selesaikan.


Dika tersenyum kecil ia menikmati perjalanan nya dengan rasa bahagia. Sesampainya di rumah dika langsung memasukkan mobilnya kedalam garasi, ia masuk ke rumah, berjalan menuju kamarnya, lalu mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Selang 30 menit, ia sudah selesai mandi dan menggunakan pakaian rumahan, ia ingin beristirahat sejenak, menenangkan pikiran dan tubuhnya, setelah beberapa hari ini pikirannya tidak karuan dan tubuh yang sangat kelelahan.


Saat Dika baru saja merebahkan tubuhnya diatas kasur, terdengar notifikasi pesan dari ponselnya. Ia kembali bangun dari tidurnya mengambil ponsel yang ia simpan diatas nakas, ia lalu membuka isi pesan itu dan membaca nya.

__ADS_1


✉️ " Dika.. Segera Merapat kekantor ! "


" Ya Tuhaaannn !!! Baru mau rehat ini ! " Dika langsung menghempaskan badannya ke kasur.


__ADS_2