
Tepat pukul 8 malam Dika audah sampai di rumahnya, ia mematikan mesin mobil, keluar dari dalam mobil lalu berjalan menuju pintu samping rumah, sebelumnya ia mengecek dulu pintu gerbang rumahnya yang kembali ngadat karena otomatisnya tidak berfungsi. Benar saja pintu gerbang rumah masih terbuka lebar.
" Ck.. lagi lagi ada kerjaan " gumam Dika berjalan menuju pintu gerbang lalu menutupnya.
" Mana berat lagi, apa yang salah ya, semua otomatis nya sudah diganti, alarm jika ada masalah juga tidak berfungsi " gumam Dika lagi, sambil mengunci pintu gerbang rumahnya.
Dika kembali berjalan menuju pintu samping rumahnya, saat Dika akan membuka handle pintu, pintu tetap tidak terbuka karena sudah dikunci dari dalam, untung Dika selalu membawa kunci cadangan rumahnya baik pintu utama depan ataupun pintu samping.
" Huuhh.. udah di kunci, balik lagi ke mobil " Dika membalikkan badannya berjalan menuju mobil, karena ia menyimpan kunci rumahnya di dashboard mobil.
Setelah mengambil kunci rumah, Dika bergegas menuju pintu samping rumahnya kembali membuka kunci, lalu masuk kedalam rumah, rumah sudah sedikit temaram karena lampu utama sudah dimatikan.
" Ini orang rumah udah pada tidur atau gimana ? tumben-tumbenan.. " batin Dika sambil melirik arloji di pergelangan tangannya.
" Baru jam delapan lebih " gumamnya.
Ia lalu menaiki anak tangga, ia berniat untuk melihat dulu kedua anaknya, karena biasanya jam segini Neta akan menidurkan dulu Nala dan Nathan, setelah Si Kembar tidur lelap baru Neta akan pindah ke kamar mereka.
Dika berjalan menuju kamar Si Kembar, sesampainya di depan kamar Dika langsung membuka pintunya.
" Say..aa..... " ucap Dika sedikit keras, secara bersamaan Sasa pun menoleh ke arah Dika, Dika terperanjat kaget karena bukan Neta istrinya dikamar Si Kembar.
" Mohon maaf Pak " Sasa berdiri sedikit menunduk.
" Oh sorry.. sorry... Si Kembar sudah tidur ? " tanya Dika basa basi.
" Su..sudah Pak " jawab Sasa.
" Oke.. tolong jaga " susul Dika serasa membalikkan badan kembali keluar kamar Si Kembar.
__ADS_1
Sasa hanya mengagguk. Setelah kepergian Dika dadi kamar Si Kembar, Sasa pun sebetulnya tak kalah kaget.
" Itu seperti nya Pak Mahardika, duh kaget banget.. untung belum tidur, kalo aku udah tidur terus mulut mangap sambil ngeces membuat 33 pulau di Indonesia... malu bangetttttt " batin Sasa.
Dilain tempat Dika sedikit kesal karena Neta tidak memberitahu jika pengasuh baru untuk Si Kembar sudah ada.
" Neta kok gak ngasih tahu kalo pengasuh Si Kembar sudah ada, mana mau manggil sayang lagi.. ckkkkk " batin Dika ngedumel sampai akhirnya ia masuk kamarnya, terlihat Neta sedang tidur menyamping membelakangi nya.
" Kalo ini bener sayangnya aku sama anak-anak " Dika tersenyum kecil lalu menghampiri Neta.
Ia berjalan menghampiri Neta, menyimpan ponsel dan kunci mobil diatas meja lalu Dika duduk di samping kasur saat itu pula Neta langsung membalikkan badannya kearah Dika.
" Mas.. udah pulang ? " tanya Neta.
" Hmm " Dika mengangguk langsung menyodorkan tangan, Neta meraih tangan Dika lalu menciumnya.
" Tumben banget sih jam segini udah pada masuk kamar, rumah udah gelap, sepi juga " tanya Dika.
Memang sejak sore tadi hujan deras mengguyur tempat tinggal Neta dan Dika, baru saat Dika pulang hujan sedikit reda.
" Hmm.. kalau gitu nanti aku angetin ya.. aku ganti baju dulu " susul Dika tertawa kecil.
" Ihh.. kamuuu ! " Neta sudah mengangkat tangannya untuk mencubit Dika, namun Dika dengan sigap menjauhi istrinya.
Dika berjalan menuju lemari pakaian, untuk mengambil pakaian rumahnya.
" Oya.. Yang.. pengasuh si kembar sudah ada ya ? " tanya Dika.
" Oh iya Mas...tadi siang Dia datang " jawab Neta.
__ADS_1
" Kenapa kamu gak ngasih tahu sih " balas Dika.
" Hmm.. maaf Mas.. aku lupa tadi.. " Susul Neta beranjak dari kasur menghampiri suaminya.
" Tau gak aku barusan langsung ke kamar si kembar, aku pikir yang lagi nepok-nepokin Si kembar itu kamu, mana aku mau manggil sayang lagi " Dika melepaskan kemejanya lalu mengganti nya dengan kaos rumahan.
" Terus Mas.. " Neta penasaran.
" Ya gak jadi dia keburu noleh, aku juga kaget, dia juga kaget kayanya sih " tanya Dika lagi.
" Makanya lain kali kalo masuk kamar itu ketuk dulu Mas.. " jawab Neta.
" Ya kan aku pikir dirumah ini gak ada penghuni baru " jawab Dika.
" Iya.. Mas iya.. maaf ya " Neta tersenyum memeluk suaminya dari samping.
" Siapa itu namanya ? " susul Dika.
" Sasa Mas .. " jawab Neta.
" Bukannya itu merk bumbu masak ya Yang.. " Dika berseloroh.
" Mas.. gak boleh gitu.. gak boleh iklan juga .. " Neta tertawa.
" Ini bukan endors kok tenang aja " balas Dika disusul tawa keduanya.
Dika berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya dan bersih-bersih. Ia kembali menghampiri istrinya yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, untuk mengajaknya kembali tidur.
💐💐💐
__ADS_1
Happy weekend teman-teman semua... 😍😍