
Kantor Dika
Pagi ini ia baru selesai menyelesaikan Berita Acara Pemeriksaan pada salah satu tersangka, setelah kemarin sore ia diminta untuk segera ke kantor, sampai pagi ini ia kembali kurang tidur karena mengerjakan pekerjaanya.
Dika menggeliatkan tubuhnya yang masih duduk di kursi pemeriksaan. Kevin rekan Dika memperhatikan.
" Dik.. cape ? " tanya Kevin.
" Hm.. " Dika hanya menyunggingkan senyum.
" Samaaaa.. hahahhaa " Kevin tertawa.
" Kemarin seharian lo kemana aja ? susah bener di teleponin ? " tanya Kevin.
" Sorry ada keperluan keluarga kemarin " jawab Dika.
" Ya minimal angkatlah telepon nya, kabarin kalo lagi ada keperluan, kita bingung juga nyari-nyari "
" Sorry banget Vin, gak lagi-lagi deh " ucap Dika tersenyum kecil.
Kevin pun hanya menggelengkan-gelengkan kepalanya, tidak lama Bang Ronal senior Dika dan Kevin datang.
" Wah.. Bang Ronal udah dateng, waktunya kita pulang Dik " Kevin mengajak Dika.
" Alhamdulillah.. akhirnya.. Bang titip kantor ya.. " Dika menggoda.
" Hah.. mau pada kemana kalian ? " tanya Ronal
" Bang, kita udah 4 hari 3 malem gak pulang-pulang, tuh numpuk kan ? " Kevin menunjuk ke arah tumpukan berkas.
" Ck..ck.. mantap pula kau, tapi kenapa buru-buru kita ngopi dulu lah "
" Sorry Bang, mata saya tinggal satu senti nih, gak kuat bangettt " balas Dika.
" Yah.. ngopi sama siapa dong, mana belum pada dateng yang piket hari ini "
" Nanti Bang, Bang Alfarezy masih dijalan " susul Kevin.
" Ya sudah hati-hati kau pulang, apalagi itu Dika.. matamu sudah tak terlihat begitu " balas Ronal.
" Siap Bang " jawab Dika dan Kevin berbarengan.
Dika pulang ke rumah begitupun Kevin, sesampainya di rumah Dika langsung menyimpan perlengkapan yang ia bawa, berganti pakaian lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dika terlelap tidur.
...****************...
Perusahaan MGM Grup
" Neta seperti biasa tolong berikan ini ke Pak Tio Ya.. " Bu Angel ke Neta.
" Eh ta..tapi jangan Neta deh, Indri aja, Ndri tolong ya "
" Kenapa Bu ? Gak apa-apa sama saya aja " Neta mengambil map dari tangan Indri.
" Aku gak enak nyuruh-nyuruh kamu sekarang " Bu Angel ke Neta.
" Gak apa-apa Bu, udah sama saya aja " Neta mulai berjalan.
__ADS_1
" Net, yakin ? sini sama aku aja " Indri menawarkan.
" Udah enggak apa-apa " Neta tersenyum.
" Terima kasih Net " ucap Bu Angel.
" Siap Bu " Neta berjalan menuju lift untuk naik ke lantai 14.
Sesampainya di lantai 14, Neta langsung berjalan ke meja kerja Tio.
" Pak Tio permisi "
" E..eh.. Bu Neta.. eh.. Mbak Neta.. " Tio salah tingkah.
" Biasa aja Pak Tio, tidak usah bingung dengan panggilan " Neta ke Tio lalu menyerahkan map.
" Hmm.. Oke terima kasih " Tio mengambil map dari tangan Neta.
Neta hanya menganggukan kepalanya.
" Saya permisi "
" Hmm.. " Tio kembali duduk di kursinya.
Neta kembali berjalan menuju lift untuk turun ke lantai 5, namun pintu lift lama tidak terbuka dan lama berada si lantai 8, akhirnya Neta memutuskan untuk menuruni tangga darurat.
" Semangat Neta.. semangat langsing nih " gumam Neta.
Saat Neta sedang asik menuruni anak tangga, tanpa terasa ia sudah sampai di lantai 7, tinggal 2 lantai lagi menuju lantai 5. Disaat yang bersamaan Neta berpapasan dengan Prisilla. Prisilla selesai dari toilet, karena toilet setiap lantai berada persis berada dekat tangga darurat.
Prisilla yang melihat Neta menjadi keki sendiri, ia mendekati Neta.
Neta langsung menoleh ke arah Prisilla.
" Ada perlu apa ya ? " tanya Neta baik-baik.
" Gak usah so so an deh, hmm seneng lo ya mau dinikahin sama Pak Dika, palingan juga kamu cuma dijadiin selingan tau gak, masa sih seorang Pak Dika anak dari pemilik perusahaan besar bisa kecantol sama karyawan nya sendiri, yang karyawan biasa banget ckck.. tapi aku salut sih sama perjuangan kamu yaang.. kayanya... pake cara halus " Prisilla tersenyum licik.
Neta sudah mulai merasa kesal, ucapan Prisilla sudah benar-benar keterlaluan.
" Jangan sembarang ya kalo ngomong.. kamu pikir aku pelet Pak Dika gitu ? " Neta terpancing.
" Gak usah belaga gak ngerti deh.. biasanya kan emang gitu, ini jaman nya aja yang modern tapi orang-orangnya kan gak semua modern "
" Awas ya kamu ! " Neta sudah sangat menahan amarahnya.
" Apa.. mau pukul ? " Prisilla menantang.
Neta sudah mengepal kan tangannya. Dann...
Buggggg... Neta meninju pipi Prisilla..
" Aww.... ahh... kurang ajar... ! " Prisilla menarik baju Neta.
" Lepasiinnn "
" )#&&$+$))$+$()@ "
__ADS_1
" zxx+$()#+-#-#+#+ "
" Lepasin gak Prisilla, gak usah narik-narik jilbab aku ! "
" Gak akan, aku bakal bikin kamu malu karena aku akan melepas jilbabmu "
" Gak bisa, gak bakal aku biarin "
Kegaduhan terdengar sampai ruangan kerja divisi umum, seluruh karyawan divisi umum, mencari sumber suara, ternyata Neta dan Prisilla sedang adu kekuatan.
" Stop..stop... Prisilla.. " Gema melerai.
Neta dan Prisilla berhenti dari perselisihkan mereka.
" Bu Neta.. " Gema memberikan hormat
Karyawan yang lain membantu Neta dan Prisilla untuk di tenangkan.
" Prisilla apa yang kamu lakukan ke Bu Neta, cari perkara bener-bener ya " ucap Gema
" Dia yang nonjok gue duluan "
" Hah.. masa ? " Gema sedikit tidak percaya.
" Liat muka gue, bengep gak ? "
" Tapi.. Bu Neta gak mungkin nonjok muka lo, kalo lo nya gak mulai, lo nya songong kali "
" Sudah-sudah, Prisilla dan Neta ikut saya ke Divisi Personalia " Pak Aris selaku kepala Divisi Umum.
Neta dan Prisilla diboyong menuju ruangan Divisi Personalia.
" Ck.. sumpah ya ni orang cari perkara aja, aku kan jadi gak tahan, malu nih kalo sampe Pak Arman gimana, Dika nanti tahu gimana ? " batin Neta.
" Mati gue kalo udah urusan nya sama Divisi Personalia bisa dibawa ke bagian Audit Internal perusahaan kalo kaya gini mana gue udah SP 2 lagi.. sial banget.. kirain gue si Neta gak bakal ngelawan " batin Prisilla.
Sesampainya di lantai 5 Ruangan Divisi Personalia dan HRD, semua merasa heran termasuk rekan kerja Neta.
" Kenapa tuh anak ? " tanya Ramon.
" Gak tau, kok sama Pak Aris ? Ada Prisilla juga " jawab Indri.
" Ada apa ya ? " tanya Sofia.
" Pasti ada sesuatu nih " susul Indri.
Neta, Prisilla dan Pak Aris, masuk keruangan Bu Angel. Pak mengadukan ke Bu Angel jika Neta dan Prisilla sedang berkelahi di bawah tangga darurat lantai 7.
" Neta.. kamu berkelahi dengan Prisilla ? " tanya Bu Angel.
Neta hanya menunduk terdiam.
" Prisilla kamu sudah kami beri SP 2, sekarang kamu membuat ulah lagi.. ckck ".
" Untuk permasalahan ini saya akan teruskan kebagian Audit Internal perusahaan, kemungkinan sampai ke Pak Arman, persiapkan diri kalian, apapun kemungkinan yang akan terjadi "
Deg...
__ADS_1
Neta terperanjat kaget, begitupun Prisilla. Prisilla melihat Neta dengan tatapan penuh kemarahan begitupun Neta.