Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 224


__ADS_3

Alarm bersahutan-sahutan memekakkan telinga untuk membangunkan Neta dan Dika, namun mereka masih pulas terlelap tidur karena kegiatan malam mereka.


Akhirnya Neta terbangun ia mencari sumber suara ia harus bangun dari tidurnya berjalan menuju meja yang tidak jauh dari tempat tidurnya, meraih ponsel miliknya dan milik suaminya, lalu mematikan alarm yang masih bersahut-sahutan.


Saat ia melihat jam pada layar ponselnya, ia terhenyak kaget.


" Ya Tuhan kesiangan " gumam Neta.


Ia segera menghampiri suaminya, membangunkan untuk segera mandi dan melaksanakan shalat subuh.


" Mas..bangun.. kesiangan ini.. aku mandi duluan ya.. " belum mendengar jawaban dari suaminya Neta bergegas masuk kedalam kamar mandi, untuk mandi dan mengambil wudhu.


Saat Neta sedang berada di kamar mandi, Dika terbangun dari tidurnya karena merasakan tidak ada Neta di sebelahnya.


" Udah pagi aja ini " batin Dika.


Ia duduk menyenderkan tubuhnya ke senderan kasur, ia sejenak mengumpulkan nyawa nya terlebih dahulu, lalu ia melihat sekeliling kamar yang sangat acak-acakan, ia tersenyum kecil.


Lalu ia mengarahkan pandangan nya disaat pintu kamar mandi terbuka.


Neta berjalan menghampiri suaminya berniat untuk kembali membangunkan nya, namun ia melihat Dika sudah bangun dan duduk di kasur.


" Mas ayo mandi " ucap Neta.


" Iya.. " Dika keluar dari dalam selimut berjalan menghampiri istrinya.


" Stop.. aku udah ada wudhu ya.. " ucap Neta.


" Hmm.. iyaa... " balas Dika mengambil handuk.


" Awas aja kalo pegang-pegang aku " gumam Neta.


" Hahahaha malem aja minta di pegangin terus.. " ucap Dika berseloroh.


" Ihhh.. Mas Dikaaaaaaaa " Neta langsung mengambil bantal saat akan melemparkannya ke arah Dika, Dika sudah lebih dulu masuk kedalam kamar mandi.


Neta lalu mengambil mukena dan sajadahnya, ia melaksanakan shalat subuh terlebih dahulu, masih ada waktu sebelum matahari terlihat jelas.

__ADS_1


Setelah melaksanakan shalat, ia menyalakan lampu kamar agar lebih terang, ia baru menyadari betapa kacau nya kamar itu.


" Aku abis ngapain semalem sampe kaya kapal pecah gini.. ckkkkk... " Neta berdecak sambil merapikan baju yang berserakan di lantai.


Setelah selesai ia duduk di sofa panjang yang dindingnya memiliki kaca besar, view langsung mengarah ke lepas pantai, Neta duduk disana ia melihat ke arah meja dekat sofa, satu buah kue yang baru dipotong sedikit bertuliskan Happy Birthday My Lovely Wife membuat ia merasa ingin memakan kue nya kembali.


Sambil menunggu suaminya selesai mandi ia memotong kue itu, ia simpan kedalam piring kecil lalu memakannya, sambil menikmati deburan ombak di laut dari balik kaca.


Tidak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, Dika yang hanya menggunakan handuk, mencari Neta untuk menyiapkan baju untuknya.


" Yang.... " panggil Dika.


" Iya.. " Neta yang masih belepotan mengunyah kue ulang tahunya menghampiri Dika.


" Apa Mas ? " tanya Neta.


" Bajuku mana ? " tanya Dika balik.


" Sebentar aku cari " Neta masih mengunyah kue.


" Aku makan kue hehehe " jawab Neta menoleh ke arah suaminya sambil menyerahkan baju yang akan dipakai Dika.


" Kamu lapar ? " tanya Dika mengambil baju dari tangan istrinya.


" Hehehe " Neta hanya tertawa.


" Ya sudah aku shalat dulu, nanti aku telepon restoran untuk mengantarkan makanan kesini " ucap Dika.


Neta hanya mengangguk ia kembali ke sofa, menikmati kembali kue ulangtahun nya yang baru dimakan sebagian.


Tidak lama Dika selesai shalat lalu menghampiri istrinya yang sedang memakan kue.


" Yang .. mau makan apa ? " tanya Dika.


" Hmm.. nanti aja deh, aku udah agak kenyang kok makan kue ini " jawab Neta.


" Beneran ? " tanya Dika lagi.

__ADS_1


Neta mengangguk, Dika duduk tepat disamping istrinya. Ia meraih kaki Neta lalu diletakkan di pangkuan nya.


" Mas.. mas mau ngapain ? " tanya Neta yang aneh dengan kelakuan suaminya.


" Udah diem, kamu pasti capek banget kan ? udah capek laper lagi kan ? " ucap Dika, sambil memijat-mijat kaki istrinya.


" Ihh.. Mas.. udah gak usah " ucap Neta mencegah.


" Udah, gak apa-apa, oya.. makasih ya Yang.. " ucap Dika.


" Hah.. untuk ? " tanya Neta heran.


" Iya makasih karena kamu udah jadi istri yang baik banget buat aku, ibu yang baik buat anak-anak, kamu sayang aku, sayang anak-anak, kamu istri yang pengertian, yang bisa ngertiin aku, sikap aku, kerjaan aku.. pokonya aku harap apapun kondisi aku kedepannya, kondisi kita kedepannya jangan pernah kamu buat tinggalin aku.. kita besarkan anak-anak sampai mereka bisa hidup mandiri dan menjemput masa depannya masing-masing, maafin aku ya.. aku belum bisa menjadi suami yang baik " Dika kepada Neta yang membuat Neta sedikit berkaca-kaca mendengar pernyataan dari suaminya.


Neta yang masih mencerna ucapan suaminya, ia sedikit berkaca-kaca, ia masih terdiam.


" Kok diem ? kenapa ? " Dika mendekatkan tubuhnya.


" Mas.. justru aku yang harus makasih sama kamu, aku masih banyak kekurangan Mas.. banyak banget.. maafin kalo aku banyak salah sama kamu ya Mas.. " Neta memeluk suaminya.


Dika hanya tersenyum membalas pelukan istrinya.


" Kamu gak salah sayang.. aku.. aku suami kamu yang banyak salah.. doakan aku agar bisa membimbing kamu membimbing anak-anak ya.. love you more than anything, Ganeta " bisik Dika mengeratkan pelukannya membuat Neta pun menjadi terharu ia menangis di pelukan suaminya.


...****************...


Neta dan Dika menyelesaikan liburannya selama 5 hari di Bali, di hari ke 5 mereka kembali bertolak untuk pulang ke rumah. Dan kembali dengan realita kehidupan mereka, Dika kembali berkerja menjadi seorang polisi sedangkan Neta kembali bekerja ke perusahaan sebagai Presiden Direktur MGM Grup.


Ibu Neta tidak mengijinkan Neta untuk kembali memiliki pengasuh, karena Ibu merasa cucu-cucu nya akan aman bersama dirinya. Setelah musyawarah akhirnya Neta dan Dika menyetujui.


" Bu.. aku berangkat dulu ya.. " ucap Neta mencium tangan Ibu nya.


" Iya sayang hati-hati " ucap Ibu.


Neta pun seperti biasa pamit kepada si kembar yang sedang sarapan, sekarang mereka sudah dibiasakan untuk makan sendiri, walaupun masih belepotan. Ibu Neta selalu memperhatikan cucu-cucu nya, ia pun selalu menanyakan kepada Neta, bagaimana pola asuh nya kepada si kembar, Ibu pun mengikuti pola asuh Neta agar si kembar tidak merasa berbeda jika diasuh oleh Mama atau Oma nya.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2