
Sesaat setelah kepulangan Renata dari rumah Binar, Binar memperhatikan taksi yang di tumpangi sahabat nya hingga taksi itu tidak terlihat, ia berniat untuk kembali masuk kedalam rumah, saat ia akan membalikkan tubuhnya, seketika pandangannya tertuju kepada Bian yang sedang mengajak bermain Nathan, karena di komplek perumahan Dika tepat di depan rumah Dika terdapat taman bermain untuk anak dan tempat duduk jika ingin bersantai.
Disaat yang bersamaan pandangan Bian pun tertuju pada Binar, Bian langsung melemparkan senyum, Binar pun menjadi salah tingkah ia pun membalas senyum Bian sedikit menganggukkan kepala, ia bersiap untuk segera masuk kedalam rumah.
" Euuh tunggu.. " ucap Bian memberanikan diri.
Binar pun yang mendengar suara Bian menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya.
" Oh ya.. panggil saya ? " tanya Binar.
Bian tersenyum lalu menghampiri Binar.
" Euhh.. " Bian bingung setelah berhadapan langsung dengan Binar.
Binar yang melihat tingkah Bian menjadi aneh sendiri.
" Halo.. adik bayi.. lucu banget.. " ucap Binar menetralkan suasana sambil memegang tangan Nathan yang sedang digendong oleh Bian.
" Hehe terima kasih tante.. eh " ucap Bian.
Binar hanya tersenyum sekilas.
" Mhh.. kamu tinggal disini ? " tanya Bian.
" I..iya Mas.. ini rumah orangtuaku " jawab Binar.
" Mmh.. Ya.. kok saya baru liat ya " tanya Bian lagi.
" Iya Mas, saya kuliah di luar kota, kebetulan sedang libur semester jadi saya pulang " jawab Binar.
" O.. yaa.. " balas Bian singkat.
" Mas nya tinggal disini ? " tanya Binar.
" Nggak, ini rumah kakak ipar saya, saya lagi berkunjung aja, kangen sama keponakan " Bian sambil memomong Nathan, terlihat Nathan sudah tidak nyaman, ia menggeliat lalu sedikit menangis.
Binar hanya mengangguk tersenyum.
" Cup cup sayang.. kenapa kok nangis, kan lagi main kan sama Om.. " ucap Bian menenangkan Nathan.
Binar memperhatikan Bian.
__ADS_1
" Sepertinya dia pria penyayang, duh gimana nih mau masuk gak enak, entar dikira gak sopan kalo aku masuk rumah begitu aja " batin Binar ia tersenyum dalam hati.
Tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka, Binar masih memperhatikan Bian yang sedang menenangkan Nathan, disaat yang bersamaan Neta menghampiri Bian.
" Ian .. " panggil Neta.
" Eh iya Mbak " Bian langsung menoleh ke arah Neta.
" Kenapa sayang kok nangis, ngantuk ya.. " Neta langsung mengambil Nathan dari pangkuan adiknya.
Neta melihat sekilas ke arah Binar. Lalu melemparkan senyum, Binar membalas senyum Neta lalu menganggukkan kepalanya.
" Mbak kedalem ya " ucap Neta ke Bian.
" Mmh.. iya Mbak " balas Bian.
" Saya tinggal dulu yaa " ucap Neta lagi ke Binar.
" O..oh iya Mbak silakan " balas Binar.
Neta berjalan masuk ke dalam rumah tinggalah Bian dan Binar yang masih terdiam.
" Mmh oya.. kita belum kenalan, nama kamu siapa ? saya Bian " tanya Bian memberanikan diri.
" Oh ya, saya Binar Mas " balas Binar.
" Mmh.. salam kenal ya.. " ucap Bian lagi.
" Euhh iya sama-sama Mas.. oh ya kalo gitu saya permisi ke dalam dulu " balas Binar lagi sedikit salah tingkah.
" Oh ya silakan.. sampai .. ketemu.. lagi " ucap Bian pun salah tingkah.
Binar hanya tersenyum kaku, lalu masuk kedalam rumah, tanpa ia sadari Ibu nya sedang memperhatikan dari balik jendela ruang tamu rumah nya. Saat Binar akan menutup pintu, ia melihat ibunya sedang berdiri tepat di sampingnya.
" Astagfirullah Bu.. ngagetin " ucap Binar.
" Hmm.. gitu aja kaget " balas Ibu.
" Siapa itu ? Ibu tunggu-tunggu kok kamu lama gak masuk-masuk ke dalam rumah, Renata sudah pulang ? " tanya Ibu.
" Su.. sudah kok Bu " jawab Binar, ia lalu melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah.
__ADS_1
" Binar, Ibu belum selesai bicara " ucap Ibu lagi.
Binar membalikkan badannya.
" Iya Bu " balas Binar.
" Hemm.. kamu ingat kan pesan ibu ? selesaikan dulu kuliahmu " ucap Ibu.
Binar mengangguk.
" Iya Bu " balas Binar tertunduk lesu lalu kembali berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai 2.
Ibu memperhatikan punggung anaknya hingga tidak terlihat lagi, ia menghela nafas panjang.
...****************...
Bian masuk kedalam rumah, disana sudah ada Neta dan Dika yang duduk di ruang tengah.
" Ehem.. ehem.. " Dika berdehem.
Bian menoleh ke arah kakak iparnya.
" Kenapa Mas kok liat aku begitu " tanya Bian.
Dika hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
" Ckckckck.. Yang kaya nya kita bakal besanan nih sama Keluarga Pak Handoko " ucap Dika menggoda.
Neta hanya tersenyum.
" Hmmm.. aku juga tadi ketemu kok Mas, siapa itu namanya " balas Neta.
" Nama siapa ? " tanya Dika.
" Binar Mbak.. " susul Bian.
" Hmm.. yaa.. kalo Mbak sih ya gimana kamu, Mbak dukung aja " ucap Neta manggut-manggut.
" Ian... udah dapet lampu hijau tuh dari Mbak mu... gaspollllllll " ucap Dika menepuk pundak Bian.
Bian hanya tersenyum salah tingkah.
__ADS_1