
Neta menjalani aktifitas nya seperti biasa, namun ia tetap ingat pesan suaminya jika di perusahaan pun ia bekerja semampunya saja karena Dika sangat khawatir dengan kondisi istrinya, di sela-sela kerjanya pun ia selalu menghubungi Neta untuk memastikan keadaannya.
Dika : " Sayang.. kamu lagi apa ? "
Neta : " Aku barusan ketemu klien sebentar, terus di lanjut sama Pak Tio, sekarang aku udah di ruangan lagi "
Dika : " Kamu jangan terlalu capek ya.. serahkan ke Tio aja "
Neta : " Iya Mas "
Dika : " Aku lanjut kerja lagi ya "
Sambungan telepon ditutup, Neta kembali fokus pada laptopnya, beberapa laporan sudah ia koreksi dan beberapa lagi sudah di handle oleh Tio.
Ia mulai bingung apa yang akan ia lakukan di perusahaan, Neta membuka aplikasi menonton online sudah lama rasanya ia tidak menonton lakorn Thailand, ia akan melanjutkan lakorn yang belum sempat ia tonton lanjutan nya.
Neta mulai fokus pada laptopnya, setiap kali melihat aktor yang tampan Neta pasti mengusap perutnya, membuat Neta terkadang tertawa dengan sikapnya sendiri.
Jam sudah menunjukkan jam istirahat makan siang, hari ini ia sangat malas untuk keluar ruangan, karena melihat dari jendela cuaca sangat terik, ia menghubungi OB untuk membelikan makan siang untuknya, terdengar suara adzan dzuhur dari mushola perusahaan nya, ia melihat beberapa karyawan dan karyawati berbondong-bondong menuju masjid untuk shalat dzuhur berjamaah.
Neta mematikan laptopnya, ia beranjak dari duduknya lalu ia berjalan menuju kamar mandi ia mengambil air wudhu untuk shalat dzuhur di ruangannya. Saat Neta sedang shalat Dzuhur Tio masuk kedalam ruangan Neta untuk menyerahkan pesanan makan siangnya, Tio menjadi tidak enak setelah ia menyimpan makan siang Neta ia kembali ke luar ruangan.
Selesai shalat Neta membuka mukena lalu melipatnya ia simpan kembali di loker dekat meja kerjanya. Ia berjalan menuju sofa lalu duduk, membuka pesanan makan siangnya.
Baru saja bungkusan dibuka, aroma bawang putih goreng sudah membuat Neta mual.
" Aduhh.. aromanya.. bikin aku gak kuat " gumam Neta.
" Gimana aku makan ? " gumam Neta lagi.
Ia lalu mengeluarkan jus stroberi yang tadi ia pesan bersama makanan nya ia langsung meminumnya.
" Kayanya hanya ini yang bisa masuk kedalam perutku " gumam Neta.
Ia lalu berjalan ke meja kerjanya berniat menghubungi Tio melalui interkom untuk segera ke ruangannya.
Tuutt.. tuut..
Tio : " Ya Mbak Neta ada yang bisa saya bantu ? "
Neta : " Pak Tio bisa keruangan saya "
Tio : " Baik Mbak, mohon tunggu "
Tidak lama Tio ke ruangan Neta.
" Gimana Mbak ? " tanya Tio.
" Pak Tio sudah makan siang ? " tanya Neta balik.
" Belum Mbak, saya baru mau turun ke bawah " jawab Tio.
" Pak ini saya tadi beli makan siang kan ? tapi sepertinya saya gak bisa makan, untuk Pak Tio saja " ucap Neta.
" Hmm.. begitu ? tidak apa-apa Mbak ? "
__ADS_1
" Gak apa-apa Pak Tio, nanti mubazir "
" Hmm baik terima kasih "
Tio mengambil makanan yang tadi dipesan oleh Neta. Tio kembali ke mejanya. Ia membuka bungkusan makanan itu.
" Beef teriyaki, gurame asam manis dan cah brokoli, padahal ini makanan enak, kenapa Mbak Neta gak mau ya ? " batin Dika.
" Hmm sudahlah ini rejeki.. Alhamdulillah " gumam Tio.
...****************...
Jam pulang kantor tiba, Neta sudah bersiap untuk pulang, ia keluar ruangannya, Tio pun sudah bersiap di mejanya.
" Mbak Neta sudah siap ? Mari Mbak " ucap Tio.
" Iya terima kasih Pak Tio "
Mereka berjalan menaiki lift ke lobby lalu berjalan menuju parkiran mobil.
Neta masuk kedalam mobil, mobil melaju meninggalkan Perusahaan MGM Grup.
Neta menikmati perjalanan sorenya, ia melihat ke arah jendela beberapa pedagang kaki lima yang berada di pinggir jalan lalu ia melihat pedagang nanas muda, membuat Neta ingin membelinya.
" Pak Tio.. Pak Tio.. stop ! " ucap Neta menepuk pundak Tio.
Tio dengan sontak langsung me rem mobilnya dengan mendadak.
" Ada apa Mbak ? " tanya Tio.
" Pak Aku mau turun sebentar ya.. mau beli buah nanas kayanya enak seger gitu " ucap Neta.
Neta langsung turun dari mobil menghampiri penjual nanas.
" Pak aku beli 2 ya, tapi dipotong-potong "
" Oh ya Mbak, silakan menunggu " ucap penjual itu.
Tidak lama nanas pesanan Neta sudah siap, penjual menyerahkan bungkusan nanas kepada Neta, Neta menyerahkan satu lembar uang berwarna biru.
" Ini Pak " ucap Neta.
" Mbak kembalian nya "
" Gak apa-apa buat bapak aja "
" Terima kasih "
Neta kembali berjalan lalu masuk kedalam mobilnya. Tio kembali melajukan mobilnya. Tio tidak banyak bertanya perihal Neta membeli nanas, ia ingin menanyakan namun ia tidak berani.
Sekitar 30 menit perjalanan Neta sampai di rumahnya, ia masuk kedalam rumah, lalu Tio kembali untuk pulang ke rumahnya.
Neta dengan bersemangat ia akan memakan buah nanasnya, ia membawa nanasnya lalu ia simpan di meja makan, ia membawa piring mengeluarkan nanas dari plastik lalu ia simpan di kulkas agar dingin terlebih dahulu.
Neta berjalan menaiki tangga menuju kamar nya, langsung mandi dan berganti pakaian, setelah mandi ia duduk di sofa kamarnya, mengambil ponsel lalu menghubungi suaminya jika ia sudah berada di rumah.
__ADS_1
Neta : " Mas.. aku udah di rumah ya "
Dika : " Iya sayang.. aku sebentar lagi pulang, ini beres-beres dulu "
Neta : " Oke Mas "
Dika : " Mau di beliin apa ? nanti aku sekalian lewat "
Neta : " Hmm.. aku pengen lumpia kering ya Mas, yang di tempat wisata kuliner itu loh "
Dika : " Oke tunggu ya.. aku beliin "
Neta : " Makasih yaa Mas Dikaa sayang "
Dika : " Sama-sama istriku sayang "
Telepon ditutup.
Neta sedikit merebahkan tubuhnya disofa, ia baru teringat jika ia masih memiliki nanas yang belum sempat ia makan. Ia berjalan menuruni tangga menuju dapur, mengeluarkan nanas dari dalam kulkas lalu menyimpan di meja makan.
" Hmm.. seger banget kayanya " gumam Neta.
Ia mengambil garpu lalu menusukkan ke satu potong nanas, saat akan dimakan ia mendengar dering telepon dari kamarnya, karena rumah yang sepi jadi suara dering telepon di kamar pun menjadi terdengar hingga lantai bawah.
Ia kembali menyimpan buah nanas yang belum sempat ia makan, Neta berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Ia meraih ponsel nya,dilihat dari layar ponsel suaminya menghubungi melalui sambungan videocall.
Neta : " Iya Mas.. "
Dika : " Sayang ini aku ditempat abang-abang yang jual lumpia kering, mau beli berapa ? "
Neta : " sepuluh aja eh duapuluh aja kamu kan juga suka Mas.. "
Dika : " Oke deh.. jangan ditutup ya telepon nya, aku bayar dulu "
Neta : " Oke "
Neta dan Dika melanjutkan pembicaraan nya melalui video call, terlihat Dika sudah memasuki mobil, Dika menyimpan ponselnya di tempatnya di atas dashboard mobil, Neta memperhatikan suaminya mengemudi, ia jadi terlupa jika nanas yang ia beli belum sempat ia makan.
Dika : " Yang.. aku udah masuk komplek nih.. aku tutup ya "
Neta : " Oke Mas.. kamu bawa kunci rumah kan "
Dika : " Bawa "
Neta : " Ya udah jadi aku gak harus turun ke bawah ya "
Dika : " Iya sayaaaang "
Lalu Dika menutup teleponnya.
Tidak lama mobil Dika sudah masuk ke garasi, Dika masuk kedalam rumah dengan kunci rumah yang ia bawa, ia berjalan lalu menyimpan lumpia kering pesanan Neta di meja makan, saat ia menyimpan kantong bungkusan lumpia kering ia melihat satu piring nanas potong di meja.
Dika terhenyak kaget.
__ADS_1
" Apa ini ? buah nanas ? " gumam Dika.
" Ya Tuhaan Netaaaa... " Dika merasa geram ia langsung menaiki tangga menuju kamar, ingin segera mengintrogasi istrinya.