Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 206


__ADS_3

Setelah kepergian Sasa, Pak Gabor dan Yoga Neta dan Dika kembali masuk kedalam rumah.


Ia berjalan masuk disusul oleh Dika suaminya.


Neta langsung duduk di sofa ruang tengah, menghembuskan nafas dalam sedikit memijat pelipisnya. Dika yang memperhatikan istrinya lalu menghampiri duduk disamping Neta.


" Kenapa ? " tanya Dika.


" Mas.. kenapa setiap pengasuh yang kerja disini ada aja cerita akhirnya " jawab Neta menyenderkan tubuhnya ke senderan sofa.


Dika hanya tersenyum kecil.


" Ya.. pasti ada hikmah nya Yang.. kita sudah berusaha kan, tapi ya kalo memang ujung nya seperti ini lagi berarti kita yang harus introspeksi " ucap Dika.


" Maksud nya introspeksi gimana Mas ? " tanya Neta membetulkan posisi tubuhnya.


" Sayang.. anak seusia Nala dan Nathan sebaiknya memang diasuh oleh kita kedua orangtuanya, bukan oleh orang lain, tapi ya terkadang karena keadaan kita, yang akhirnya kita mengorbankan anak kita untuk dijaga oleh pengasuh " jawab Dika.


" Mas.. jadi menganggap kalo aku egois ? aku lebih mementingkan pekerjaan daripada anak-anak ? " Neta balik bertanya.


" Bukan, bukan kamu tapi aku " balas Dika.


" Hmmm.. " Neta berpikir sejenak, ia mengalihkan pembicaraan khawatir terjadi perdebatan antara dirinya dan Dika.


" Oya Mas kalo seandainya, Nala dan Nathan aku daftarkan ke taman bermain untuk pra sekolah gitu gimana ? " Neta kepada suaminya.

__ADS_1


" Hmm maksud nya anak segede Nala dan Nathan udah disekolahin gitu ? gak terlalu kecil Yang ? " balas Dika.


" Ini sekolah tapi main Mas, kan namanya taman bermain kan ? " susul Neta.


" Kamu sudah tahu sekolahnya dimana ? " tanya Dika.


" Aku udah cari-cari sih, tapi belum sempet dateng langsung, ada beberapa yang aku incer juga " jawab Neta.


" Hmm.. kalo manfaatnya lebih besar, ya aku setuju aja Nala dan Nathan masuk taman bermain " susul Dika.


" Oke Mas, makasih ya, mungkin aku nanti akan mendatangi dulu beberapa sekolah yang di rasa pas dan sesuai untuk Si kembar " balas Neta.


" Ya.. aku percayakan semua ke kamu ya " ucap Dika.


...****************...


Bian sedang asik duduk di pojokan sambil mengangkat ponselnya, Kevin yang dari kejauhan melihat junior nya menggelengkan kepalanya sendiri, Kevin menghampiri Bian ingin menanyakan keberadaan Dika sahabatnya.


" Woyy.. " Kevin sedikit membuat kaget Bian.


" Siap Bang Siap " Bian langsung berdiri dari duduknya langsung menyimpan ponselnya kedalam saku celana.


" Serius banget, senyam senyum sendiri, di pojokan lagi, ngapain ? " tanya Kevin.


" Siap salah Bang, euhh itu Bang " Bian salah tingkah menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


Kevin hanya tertawa kecil, ia berasumsi mungkin Bian sedang kasmaran.


" Oya liat Abang mu ? " tanya Kevin.


" Siapa ? Mas Dika maksud nya ? " tanya Bian balik.


" Iya.. " jawab Kevin sambil duduk di kursi depan Bian.


" Tadi sih katanya pulang dulu Bang " ucap Bian.


" Pulang ? tumben banget masih siang, memang nya anak nya masih sakit ? " tanya Kevin.


" Hmm.. udah mendingan sih Bang, tapi kembali lagi kesini kok Bang " jawab Bian.


" Oh oke.. aku balik ke ruangan dulu, sorry ya ganggu, lanjutin lagi aja teleponannya.. hahaha " Kevin menggoda sambil berlalu meninggalkan Bian.


Bian hanya tersenyum kikuk mendengar ucapan Kevin.


" Jadi, Bang Kevin tahu kalo aku lagi teleponan " gumam Bian.


Ia lalu mengeluarkan kembali ponselnya, sambungan video call sudah terputus, benar dugaan Kevin, Bian sedang video call dengan Binar, semakin hari hubungan mereka semakin dekat, mereka saling bertukar kabar dan pesan, bahkan seperti sekarang sesekali Bian atau Binar melakukan sambungan video call disaat Bian tidak terlalu sibuk ataupun Binar jika tidak terlalu sibuk kuliah.


Bian langsung mengirimkan pesan kepada Binar, khawatir Binar salah paham karena ia tadi langsung mematikan sambungan video call saat Kevin menghampiri nya.


" Bin, sorry ya.. tadi seniorku datang.. aku lanjut kerja dan kamu juga semangat ya kuliah.. "

__ADS_1


Pesan terkirim namun belum dibaca oleh Binar. Bian beranjak dari duduknya untuk kembali ke ruangannya bergabung dengan anggota yang lain nya untuk kembali melanjutkan pekerjaannya. Karena sekarang Bian sudah dibebani oleh beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan.


__ADS_2