Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 160


__ADS_3

Ruangan Presdir MGM Grup


Neta sedang fokus pada laptop nya dan beberapa kertas ditangan, untuk menyingkronkan laporan secara online dan fisik yang sedang ia koreksi.


Disaat yang bersamaan ponsel Neta berbunyi, ia melihat ke arah layar ponsel yang tersimpan tepat disampingnya, Ibu menghubungi nya.


Neta langsung mangambil ponselnya dan menggeser tombol hijau pada layar.


Neta : " Hallo Bu, Assalamu'alaikum "


Ibu : " Wa'alaikumusalam Nak, sehat kamu ? "


Neta : " Alhamdulillah Bu "


Ibu : " Oya Si Kembar dan suamimu ? "


Neta : " Alhamdulillah sehat-sehat juga Bu "


Ibu : " Syukurlah .. kamu sedang dimana ? "


Neta : " Neta di perusahaan Bu "


Ibu : " Apa kamu sedang sibuk ? "


Neta : " Mhh.. tidak terlalu Bu "


Ibu : " Ibu berencana untuk ke rumah mu nanti sore, sekalian Ibu juga sudah kangen sama Si Kembar "


Neta : " Iya Bu Neta tunggu ya, oya Ayah dan Ibu mau apa ? nanti Neta siapkan "


Ibu : " Tidak usah sayang, kamu juga sedang repot di perusahaan, Ibu hanya ingin bertemu kalian saja, kebetulan Bian sedang libur hari ini "


Neta : " Baik Bu, Neta tunggu ya di rumah, sampai ketemu sore Bu "


Neta dan Ibu mengakhiri sambungan teleponnya, memang sudah lama Ibu tidak berkunjung ke rumah Neta, terakhir mereka ke rumah saat Si Kembar berusia 2 bulan, apalagi sekarang Neta sudah kembali bekerja ia pun sudah lama tidak mengunjungi kedua orangtuanya.


Sebelum melanjutkan pekerjaannya Neta teringat, ia akan menghubungi restoran yang biasa ia memesan makanan untuk acara kantor, ia akan memesan makanan untuk sore hari disaat kedua orangtuanya dan Bian datang ke rumah, karena ia tidak mungkin sepulang kantor akan memasak sendiri.


Setelah menghubungi restoran, ia pun menghubungi suaminya, memberitahukan jika kedua orangtuanya akan datang berkunjung ke rumah sore hari.


Neta kembali dengan pekerjaan, disela-sela kesibukannya ia sesekali membuka video rekaman cctv yang terhubung ke ponselnya, ia memantau keadaan rumah dan Si Kembar yang di asuh oleh Kiki. Ia pun sudah yakin jika Kiki memang pengasuh yang baik, terlihat dari cara ia mengasuh Si Kembar selama bekerja dengan Neta tidak pernah sekalipun melakukan tindakan yang membuat Neta marah terutama urusan Si Kembar.


...****************...


Sore menjelang, waktunya Neta pulang dari perusahaan, disaat waktu pulang sudah tiba Neta bergegas untuk pulang ke rumah karena ia khawatir, ibunya lebih dulu sampai di rumah.


Terdengar suara sepatu high heels keluar dari ruangan Presdir.


" Pak Tio, Lisa " ucap Neta.


" Oh ya Mbak Neta " balas Tio


" Siap Bu Neta " balas Lisa.


" Saya duluan ya, kalian juga jangan lama-lama di kantor kalo sudah waktunya pulang, pulang saja pekerjaan masih bisa dilanjutkan besok " susul Neta.


" Siap Mbak Neta " balas Tio.


" Siap Bu " balas Lisa.


Neta kembali melangkahkan kaki nya menuju lift, untuk sampai lobby, biasanya supir perusahaan sudah menunggu Neta di lobby jika jam pulang kantor tiba, semenjak menikah Neta sudah tidak diperbolehkan mengendarai mobil sendiri oleh Dika, padahal sebelum ia menikah dengan Dika ia selalu menggunakan mobilnya sendiri hadiah ulang tahun dari Ayah dan Ibunya untuk pergi ke kantor.


" Pak Ayo " ucap Neta.


" Oh.. baik Bu Neta " supir perusahaan segera beranjak dari duduknya, ia lebih dulu keluar dari lobby menuju parkiran mobil, Neta menunggu di tepat di depan pintu keluar perusahaan.


Saat mobil sudah berada tepat di depannya, Neta langsung masuk kedalam mobil untuk pulang ke rumah.


...****************...


Sesampainya di rumah Neta melihat belum ada mobil terparkir di halaman rumahnya, itu pertanda Ayah dan Ibu nya belum tiba, ia bersyukur karena ia bisa bersih-bersih dan beres-beres dulu sebelum kedua orangtuanya dan adiknya datang, lagipula ia pun harus menghubungi pihak restoran lagi, menanyakan pesanan makanan nya sudah diantar atau belum.

__ADS_1


Neta masuk kedalam rumah, ia sudah disambut oleh kedua anak kembarnya.


" Sayang Nala.. Nathan.. sudah wangi ini, pasti sudah mandi sore ya " ucap Neta menciumi kedua anaknya.


" Iya Bu Nala dan Nathan sudah saya mandikan " ucap Kiki.


" Iya Ki, makasih ya "


" Sama-sama Bu, itu sudah tugas saya " ucap Kiki lagi.


" Mama mandi dulu ya sayang.. mau bersih-bersih soalnya Nenek dan Kakek juga Om Bian mau kesini " ucap Neta mengajak Nala dan Nathan berbicara.


" Oya, Mbok.. Mbok Sum " panggil Neta.


Mbok Sum datang menghampiri Neta.


" Iya Mbak " ucap Mbok Sum.


" Nanti akan kalo ada yang datang mengantarkan makanan dari restoran tolong terima ya, terus langsung tata aja di meja makan, soalnya Nenek dan kakek nya si Kembar akan datang kesini " ucap Neta kepada Mbok Sum.


" Oh ya Baik Mbak " balas Mbok Sum.


" Iya, saya ke kamar dulu mau mandi " ucap Neta.


" Baik Mbak "


" Oya Ki, titip Si Kembar dulu ya " susul Neta sambil melangkahkan kakinya menaiki anak tangga.


Neta masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, saat ia mandi pesanan dari restoran sudah tiba, Mbok Sum yang menerimanya, sesuai perintah Mbok Sum langsung merapikan makanan lalu di tata di meja makan.


Selang 20 menit, kedua orangtua Neta sudah tiba di depan rumah Neta, biasanya pintu gerbang akan otomatis terbuka,Bian menunggu sekitar 2 menit namun pintu gerbang tidak terbuka juga.


" Kayanya pintu gerbang nya rusak lagi otomatisnya " gumam Bian.


" Kenapa Bi ? " tanya Ayah.


" Itu Yah biasanya kan pintu gerbang rumah Mas Dika kalo ada mobil datang langsung terbuka otomatis, seperti nya otomatisnya rusak lagi, soalnya kemaren Mas Dika sempat cerita " jawab Bian menjelaskan.


" Jangan Yah, Bian aja lagian pintu gerbangnya berat juga, Ayah dan Ibu tunggu saja sebentar " Bian turun dari mobilnya untuk membuka pintu gerbang rumah Kakaknya.


Saat Bian turun dari mobil untuk membuka pintu gerbang, ia melihat ada seorang gadis keluar dari rumahnya, tepat disebelah rumah kakaknya, sudah berpakaian rapi sepertinya akan pergi. Gadis itu sedikit menoleh ke arah Bian lalu melemparkan senyum.


Bian pun membalas senyumannya seraya berkata


" sore Mbak " ucap Bian.


" Sore Mas.. " balas nya.


Bian kembali membalas hanya dengan senyuman. Ia ingin kembali menyapa namun ia tahu, Ayah dan Ibu nya sudah menunggu di dalam mobil, ia baru tahu jika di sebelah rumah kakaknya ada seorang gadis muda, karena beberapa kali ia kerumah kakak nya baru kali ini ia bertemu dengan gadis itu.


Setelah membuka gerbang, Bian kembali masuk kedalam mobil, Ayah dan Ibu nya sudah menunggu, ternyata mereka memperhatikan Bian saat membuka gerbang tadi.


" Bi, siapa wanita tadi ? kamu kenal ? " tanya Ibu.


" Mmh.. nggak Bu " jawab Bian santai.


" Hmm.. Ibu pikir "


" Ya apa salah nya Bu, menyapa tetangga nya Mbak Neta kan " ucap Bian.


Ibu nya hanya tersenyum, ia mengerti apa yang sedang ada dipikiran anak laki-laki nya.


Mobil sudah terparkir di halaman rumah Dika, Ayah dan Ibu juga Bian turun dari mobil berjalan menuju pintu utama rumah, Mbok Sum membukakan pintu setelah Bian memencet bel rumah kakaknya.


Mereka masuk kedalam rumah, sudah disambut oleh Si kembar yang sedang diasuh oleh Kiki.


" Halo Nala.. dan Nathan.. cucu Nenek ini.. sudah besar ya, Nenek sudah lama berarti gak kesini ya " Ibu Neta menggendong Nala lalu Nathan meliriknya ia langsung menangis karena ia pun ingin digendong seperti Nala.


" Sayang.. Nathan.. sama Om ya di gendong " ucap Bian.


" Nggak sama Kakek aja " ucap Ayah Bian.

__ADS_1


" Ya udah sama kakek aja " Bian mengangkat Nathan lalu di serahkan ke pangkuan Ayahnya.


" Oya, Mama nya kembar mana ? " tanya Ibu kepada Kiki.


" Sedang dikamar Bu tadi bilangnya akan mandi dulu " jawab Kiki.


" Oh ya.. " Ibu kembali mengajak ngobrol cucu-cucu nya.


Tidak lama Mbok Sum datang dengan minum dan beberapa cemilan.


" Bu, Pak, Mas Bian silakan " ucap Mbok Sum.


" Mbok.. gak usah repot-repot, santai aja lagipula kita bukan tamu " ucap Ibu Neta.


" Tidak apa-apa Bu " Mbok Sum kembali ke dapur untuk mempersiapkan perlengkapan makan.


Disaat yang bersamaan Neta menuruni anak tangga, menghampiri kedua orangtuanya yang sedang bermain bersama Nala dan Nathan.


" Assalamu'alaikum Ayah Ibu " ucap Neta.


" Wa'alaikumusalam " ucap Mereka berbarengan.


Neta menyalami kedua orangtuanya dan juga Bian, walaupun dengan Bian ia sudah sering ketemu karena sesekali Bian suka datang ke rumah nya bertemu Dika.


" Mbak.. Mas Dika belum pulang ? " tanya Bian.


" Belum mungkin sebentar lagi, tadi sih Mbak telepon katanya pulang sore ini " jawab Neta.


" Aku video call ah " balas Bian.


" Hmm.. " Neta haha tersenyum, ia kembali berbincang dengan kedua orangtuanya sambil momong Si Kembar.


Sedangkan Bian ia sedang sibuk dengan ponselnya, ia akan menghubungi kakak iparnya. Disaat yang bersamaan terdengar lagi deru mesin mobil masuk halaman rumah. Tidak lama sambungan Videocall Bian diangkat oleh Dika.


Bian : " Mas.. dimana ? "


Dika : " Aku disini "


Dika membuka pintu samping sambil melihat ke arah ponselnya karena sedang videocall dengan Bian.


Semua melihat ke arah pintu samping yang terbuka.


Bian : " Oh yaudah Mas.. aku tutup video nya "


Dika : " Oke dadah "


Dika melambaikan tangan ke kamera, membuat Neta dan kedua orangtuanya tertawa dengan tingkah Dika kepada Bian.


Dika menghampiri Neta dan kedua mertuanya. Ia menyalami kedua mertuanya.


" Sehat Yah Bu ? " tanya Dika.


" Alhamdulillah kami sehat-sehat " jawab Ayah.


" Maafkan Dika dan Neta ya Bu, sudah lama tidak berkunjung ke rumah " ucap Dika.


" Tidak apa-apa Nak, Ayah dan Ibu mengerti kesibukan kalian " balas Ibu.


Dika hanya tersenyum menganggukan kepalanya.


" Hmm.. Mas Dika pencitraan kalo di depan Ayah dan Ibu " Gumam Bian.


" Apa kamu bilang ? " Dika menghampiri Bian.


" Ampun, siap salah Mas " Bian langsung berdiri dengan gaya hormatnya.


" Push Up 10 kali " ucap Dika


" Siap ! " Bian langsung memposisikan tubuhnya lalu mulai dengan gaya push up sesuai perintah Dika.


Membuat Neta dan kedua orangtuanya tertawa dan menggeleng kan kepalanya. Bian dan Dika semakin dekat apalagi setelah Bian lulus pendidikan kepolisian dan bekerja satu kantor dengan Dika, mereka sudah terbiasa dengan candaan sebagaimana seorang kakak kepada adik begitupun sebaliknya.

__ADS_1


__ADS_2