Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 214


__ADS_3

Tok..tok..tok..


Terdengar suara ketukan pintu dari balik kamar, Binar sedang asyik dengan Novel yang dibaca nya, ia lalu bangun berjalan untuk membuka pintu.


Saat pintu terbuka, Ibu nya sudah berdiri tepat di depannya.


" Bin, boleh ibu bicara sebentar " ucap Ibu Binar.


" Hmm.. boleh Bu masuk aja " Binar sedikit heran.


Binar kembali masuk kedalam kamar disusul oleh Ibunya, Binar duduk di pinggiran kasur disusul oleh Ibu, ia pun duduk dipinggiran kasur.


" Ada apa sih Bu ? " tanya Binar penasaran.


" Euhh gini loh Bin, mumpung kamu lagi libur kuliah kan, rencana nya hari ini ada temen Ibu yang mau main kesini, dia itu kesini sama anak laki-lakinya, Ibu minta kamu siap-siap ya, mandi yang cantik yang rapi.. oke " ucap Ibu Binar.


" Hah.. apa Bu ? " Binar tidak mengerti.


" Masa kamu gak ngerti sih ? gini deh singkatnya.. sebenernya kamu itu udah ibu jodohin, sama anak temen Ibu itu.. jadi Ibu harap kamu bisa menerima apa keputusan Ibu ya.. " ucap Ibu Binar.


Deg...


" Apa Bu ? dijodohin ? nggak ! aku gak mau Bu ! " balas Binar agak meninggi.


" Binar ! kamu berani teriak sama Ibu ? " tanya Ibu tak kalah meninggi.


" Ma..maaf Bu " ucap Binar ia pun kaget karena ia baru kali ini berbicara agak meninggi kepada Ibunya.


" Pokonya kamu siap-siap ya" ucap Ibu singkat.


" Bu, Ibu kok gitu sih.. Ibu bilang aku boleh punya pacar disaat aku udah lulus kuliah, tapi kenapa sekarang Ibu malah mau jodoh-jodohin aku ? " balas Binar.


" Binar, kamu kan sebentar lagi lulus, ya gak apa-apa dong Ibu kenalin kamu sekarang, biar nanti disaat udah lulus kuliah kamu udah kenal sama calon suami kamu " ucap Ibu keukeuh.


" Aku gak mau Bu " balas Binar.


" Kenapa kamu gak mau ?! " tanya Ibu.

__ADS_1


" Pokonya aku gak mau ibu jodohin, aku... " jawab Binar terhenti.


" Aku apa ? jawab Bin aku apa ? " tanya Ibu Binar.


" Maaf Bu aku gak mau, kali ini aja aku nolak permintaan Ibu.. " Binar beranjak dari duduknya berjalan keluar kamar.


" Bin.. Binar... tunggu ibu belum selesai bicara " ucap Ibu sedikit berteriak.


Binar tetap berjalan ia menuruni anak tangga lalu berjalan menuju halaman belakang, ia duduk di pinggiran kolam ikan, sambil memikirkan ucapan Ibu nya tadi.


" Ya Allah... bantu aku.. gimana Mas Bian ? Jujur selama ini aku mulai nyaman sama dia, dia juga baik, walaupun kita jarang ketemu, tapi dia selalu nyempetin komunikasi sama aku dan kita pun udah punya komitmen buat itu.. gimana dong.. aku gak mau dijodohin ya Allah.. " batin Binar.


Binar masih melamun memikirkan ucapan ibunya dan bagaimana Bian.


" Mas Biaaannnn... tolong aku " batin Binar, ia lalu menelungkupkan wajahnya dengan kedua tangannya.


...****************...


Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, Binar masih berleha-leha di kamarnya, tidak ada komunikasi lagi dengan Ibu nya setelah pembicaraan nya tadi, tidak lama kembali terdengar pintu kamarnya di ketuk.


Binar dengan malas membuka pintu kamarnya. Terlihat Ibu sudah rapi berdiri tepat di hadapannya.


" Bu.. aku gak mau " ucap Binar lalu ia masuk kedalam kamar disusul oleh Ibu.


" Hmm.. Binar.. kali ini aja ya.. kamu temui dulu lah, untuk kedepannya terserah kamu yang penting kamu temui dulu " ucap Ibu sedikit mengalah.


Disaat yang bersamaan terdengar ponsel Binar berdering, Binar langsung mengambil ponselnya, terlihat id pemanggil Bian pada layar ponsel. Binar sedikit membelalakan matanya, ia langsung menggeser tombol merah, mengakhiri panggilan telepon dari Bian.


" Siapa ? kenapa kamu gak angkat teleponnya ? " tanya Ibu Binar.


" O..oh.. itu Bu, temen kuliah " jawab Binar berbohong.


" Hmm.. oke.. Ibu tunggu dibawah ya, gak usah mandi kelamaan.. ganti baju yang rapi aja " ucap Ibu Binar berjalan keluar kamar meninggalkan Binar.


" Ckkk... kenapa sih Ibu tetep ngotot mau jodohin aku, pantesan aku gak boleh deket sama Mas Bian, ternyata ini jawabannya.. oke aku bakal ikutin dulu kepengen Ibu, tapi aku gak bakal mau kalo harus nikah sama laki-laki itu " gumam Binar.


Ia melihat kembali ponselnya, ia pun merasa tidak enak menolak panggilan Bian, ia berusaha untuk menelepon Bian kembali. Tidak lama Bian mengangkat panggilan telepon Binar.

__ADS_1


Binar : " Halo Mas Bian "


Bian : " Ya halo Bi, kok telepon aku di reject ? "


Binar : " Maaf ya Mas tadi aku lagi ngobrol dulu sama Ibu "


Bian : " Oh sorry ya kalo gitu aku ganggu "


Binar : " Nggak kok Mas, nggak ganggu "


Bian : " Oya, kamu bisa keluar gak sore ini ? "


Hah.. aku mau banget Mas.. aku Mau ketemu kamu tapi gimana aku keluarnya ?


Binar : " Euh.. gimana ya Mas.. aku lagi ini apa.. lagi ngerjain tugas buat nanti pas masuk kuliah lagi.. iya gitu "


Binar berbohong.


Bian : " Hmm ya udah gak apa-apa kalo gitu, lain kali aja, kebetulan hari ini aku gak terlalu sibuk dikantor, aku pikir aku bisa ketemu kamu hari ini "


Mas Bian.. aku mau banget ketemu kamu


Binar : " Sorry ya Mas .. "


Bian : " It's oke gak masalah.. santai aja lagi Bin "


Disaat yang bersamaan terdengar kembali ketukan pintu kamar, saat ini Ibu langsung membuka pintu kamar Binar, Binar terhenyak kaget, ia masih melakukan sambungan telepon dengan Bian, Binar langsung menyimpan ponselnya ke atas nakas, ia lalu menghampiri Ibu nya.


" Bin, kok belum siap ? ayo dong sayang.. itu Dito udah nunggu dibawah " ucap Ibu kepada Binar yang pada saat itu juga terdengar oleh Bian karena Binar maupun Bian belum mematikkan sambungan teleponnya.


Binar tidak sadar jika sambungan teleponnya masih tersambung ke Bian, sehingga pembicaraan nya dengan Ibu terdengar oleh Bian. Itu membuat Bian menjadi salah paham.


" Oh .. ternyata Binar sudah ditunggu pria lain, okelah gak masalah.. mungkin memang selama ini Binar gak serius sama aku " batin Bian lalu ia mematikkan sambungan teleponnya.


Bian langsung mengirimkan pesan kepada Binar, karena ia pun tidak mau jika Binar akan membohonginya lagi.


Bin, have fun ya.. salam sama yang bernama Dito, aku rasa kamu gak perlu bohong lagi sekarang.. aku udah tahu kok.. tolong sampein pesan aku ke Mas Dito, tolong jaga kamu baik-baik oke .. have fun ya...

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2