Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 124


__ADS_3

Dika sudah kembali bekerja, ia kembali memulai aktifitas nya.


" Sayang.. pokonya kamu di rumah jangan ngapa-ngapain, apapun itu kamu minta tolong Mbok Sum pokonya " ucap Dika kepada Neta sebelum ia berangkat bekerja.


" Iya Mas tenang aja " balas Neta mengantarkan suaminya sampai teras rumah yang ditemani Mbok Sum.


" Mbok.. saya titip Neta ya, pokonya jangan biarkan Neta melakukan kegiatan apapun sendiri " ucap Dika kepada Mbok Sum.


" Baik.. Mas Dika.. Mbok Sum laksanakan " balas Mbok Sum seraya tertawa disusul oleh Neta begitupun Dika.


Setelah berpamit Dika masuk kedalam mobil nya, menyalakan mesin mobil, mobil melaju meninggalkan rumah menuju kantor Dika.


Neta kembali masuk ke dalam rumah di susul oleh Mbok Sum, Mbok Sum menutup pintu lalu menguncinya. Neta berjalan lalu duduk di sofa ruang tv sedangkan Mbok Sum kembali dengan pekerjaannya.


" Mbak kalo butuh apa-apa panggil Mbok ya " ucap Mbok Sum.


" Iya Mbok " balas Neta menyalakan televisi.


Neta melihat acara di beberapa saluran televisi hingga akhirnya jenuh menghampiri, ia mengambil ponselnya ia membaca beberapa pesan grup yang masuk.


Ternyata informasi mengenai Neta cuti dari perusahaan karena akan melahirkan sudah tersebar, di grup perusahaan hampir seluruh pegawai mendoakan bosnya agar persalinan nya lancar, begitupun di grup percakapan khusus HRD, ketiga sahabatnya dan Bu Angel mendoakan kelancaran untuk persalinan Neta.


Neta membalas percakapan di grup, karena sangat jarang seorang pimpinan perusahaan membalas chat karyawan nya di grup, biasanya hanya sekedar melihat percakapan atau memberikan informasi itu pun biasanya menyuruh aspri atau sekretaris yang menginfokan di grup, namun tidak bagi Neta, entah karena ia jenuh di rumah, ia saling membalas percakapan dari karyawannya membuat grup perusahaan semakin riuh.


Dilain tempat Dika sudah berada di kantornya, seperti biasa ia sedang menerima laporan dari masyarakat yang merasa di rugikan karena kasus hukum.


" Baik Bu, laporan sudah kami terima, mohon tunggu 3 x 24 jam untuk pengembangan kasus ini, kami akan segera menghubungi Ibu jika pelaku sudah tertangkap " ucap Dika kepada pelapor.


" Baik Pak, terima kasih banyak, apakah kerugian yang saya alami akan kembali Pak, maksud nya kan saya ditipu sekitar 1 milyar, apakah uang itu akan kembali ke saya Pak ? " tanya pelapor.


" Semoga ya Bu, setelah ini tim kami akan melakukan pengejaran terlebih dahulu, tolong beri waktu dulu kepada kami, dari ciri-ciri pelaku yang sudah Ibu berikan kepada kami, secepatnya kami akan tindak " ucap Dika.


" Baik Pak, saya tunggu perkembangan selanjutnya "


" Baik Bu, ada yang bisa kami bantu kembali ? " tanya Dika.


" Cukup dulu Pak, kalau begitu saya permisi "


" Baik, silakan Bu "


Setelah kepergian pelapor tadi, Dika merasa jengkel dengan suara notifikasi pesan grup di ponselnya, padahal ia sudah menyimpan ponselnya di dalam laci, ia tidak memasang mode tanpa suara karena khawatir pimpinannya menghubungi tidak terdengar oleh Dika.


Ia membuka ponselnya dan melihat ada hampir sekitar 590 pesan grup perusahaan.


" Ada apa di perusahaan ? kok aneh banget grup nya jadi rame " batin Dika lalu membuka pesan grup tersebut.


Dika membaca dari awal tidak ada yang aneh hingga akhirnya Dika melihat istrinya membalas pesan dari karyawan-karyawan nya.

__ADS_1


" Hmm.. ini penyebab nya, kenapa di grup perusahaan sangat ramai " gumam Dika.


Saat Dika membaca pesan pun, Neta masih aktif saling membalas pesan dengan beberapa karyawan nya. Dika hanya menggelengkan kepalanya, hingga akhirnya Dika pun merasa gatal untuk mengirim pesan di grup.


' Masih jam kerja, diharapkan seluruh karyawan kembali dengan pekerjaannya masing-masing '


Setelah pesan terkirim, seketika grup menjadi hening, mungkin karyawan sudah membaca pesan dari Dika. Dika hanya tertawa kecil. Bagaimana pun Dika masih tetap menjabat peran penting dan menyeramkan di perusahaan sehingga karyawan tidak dapat bertindak seenaknya jika ada Dika.


Disaat yang bersamaan ia menghubungi istrinya melalui sambungan video call.


Tidak lama Neta mengangkat sambungan videocall dari suaminya.


Dika : " Halo.. sayang.. "


Neta : " Iya Mas sayang.. "


Dika : " Lagi apa kamu ? "


Neta : " Lagi rebahan aja Mas "


Dika : " Sipp gitu dong, kamu lebih baik rebahan aja "


Neta : " Aku udah mulai sesek nih Mas.. kadang bingung posisi duduk atau tidur harus gimana ? "


Dika : " Sabar ya .. gak lama lagi kita kan bakal ketemu sama anak kita "


Disaat yang bersamaan pintu ruangan Dika diketuk.


" Ya masuk " ucap Dika, Neta masih memerhatikan suaminya melalui sambungan videocall.


Dika : " Sebentar ya sayang "


Neta hanya mengangguk.


" Mas " Bian menghampiri kakak iparnya.


" Sehat Ian ? " tanya Dika.


" Alhamdulillah Mas " jawab Bian.


Neta yang merasa mendengar suara yang tidak asing, ia langsung berkata kepada suaminya.


Neta : " Mas itu Bian ya "


Dika : " Iya "


Bian yang mendengar suara kakak nya dari ponsel Dika sedikit mendekat kan tubuhnya.

__ADS_1


" Mas, Mbak Neta ? " tanya Bian.


" Iya.. nih kakak mu " jawab Dika menyerahkan ponselnya ke Bian.


Bian : " Mbak.. sehat-sehat Mbak "


Neta : " Hai.. Bian.. kemana aja kamu kok udah lama gak ke Mbak ? "


Bian : " Sorry Mbak.. aku sibuk "


Neta : " Hahaha gaya banget kamu "


Bian : " Kemarin Ibu dan Ayah udah ngajak aku sih ke tempat Mbak, cuma karena kemarin aku agak padet jadwal di kantor gak jadi deh "


Dika hanya memperhatikan Kakak beradik ini sedang ngobrol, sampai akhirnya Bian mengakhiri sambungan video call nya, lalu kembali ia menyerahkan ponselnya kepada Dika.


Dika : " Sayang udah dulu ya, mau bahas kerjaan dulu sama Bian "


Neta : " Iya Mas.. jangan lupa makan.. jangan lupa shalat.. jangan makan sembarangan "


Dika : " Iya sayang.. dadah.. love you "


Sambungan videocall terputus.


Bian memperhatikan percakapan kakak ipar dengan kakaknya, menjadi senyum-senyum sendiri. Dika menatap Bian membuat Bian menjadi salah tingkah.


" Kamu kenapa ? " tanya Dika.


" Siap salah Mas " jawab Bian.


" Hmm.. "


" Oya Ian, ada target baru, baru saja ada warga yang melapor katanya dia ditipu oleh rekan kerjanya sendiri sekitar 1 milyar, ciri-ciri nya sudah dia berikan tinggal tugas kamu membuat sketsa nya, setelah jadi, laporkan ke saya agar Tim bisa langsung siap melakukan pengejaran " ucap Dika.


" Siap Mas.. "


" Oke segera ya "


" Siap "


Bian langsung mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Dika selaku senior nya di kantor, Dika pun menghubungi Tim untuk bersiap jika Bian sudah melaporkan sketsa nya, untuk segera melakukan pengejaran kepada pelaku penipuan tersebut.


💐💐💐


Author kasih Visual Dika dan Bian ya biar seger 🤭🤭😊😊


__ADS_1


__ADS_2