
Markas Komando
" Bagaimana ? ada perkembangan apa ? " tanya Dika kepada juniornya yang bernama Aldo.
" Siap Bang, profil pengemudi yang menabrak istri abang sudah saya pegang, ini profil nya " jawab Aldo menyerahkan beberapa lembar file yang diduga pengemudi mobil yang menabrak Neta.
" Hmm.. pekerjaan nya driver online ? coba saya ingin lihat cctv nya " ucap Dika.
Aldo mengeluarkan flashdisk berisi file rekaman cctv di depan gedung perusahaan, beberapa titik jalan yang dilalui oleh Neta hingga cctv supermarket yang Neta tuju.
" Siap ijin Bang, setelah saya dalami sepertinya memang ini direncanakan, karena mobil itu sudah berada di depan perusahaan MGM Grup sejak pukul 10 pagi, lalu saat mobil Bu Neta keluar perusahaan mobil itu mengikutinya " balas Aldo.
" Oke.. "
" Oya Bang, ada perkembangan baru, nomor ponsel pengemudi itu sudah berhasil kami lacak, titik koordinat nya tidak jauh dari Mako " ucap Aldo lagi.
" Benar ? coba saya lihat " Dika terperanjat ia bangun dari duduk nya menghampiri Aldo.
Dika terus memperhatikan titik-titik koordinat dimana si pelaku tabrak lari berada.
" Siapkan Tim kita bergerak sekarang juga "
" Siap Bang "
Disaat yang bersamaan Kevin masuk keruangan Dika.
" Ada apa nih, operasi lagi ? " tanya Kevin.
" Penabrak istriku tidak jauh dari Mako, kita harus bergerak sekarang " jawab Dika.
" Jangan tunggu lama, ayo.. " Kevin keluar ruangan Dika mempersiapkan senjata nya.
Dika pun sama ia mempersiapkan senjatanya. Satu Tim mereka sudah bersiap menuju titik dimana penabrak Neta berada.
Semua sudah berada di dalam mobil, Dika, Kevin, Aldo, Keysa dan beberapa anggota lain, Keysa adalah polisi wanita satu-satunya yang berada di Tim Dika.
" Do.. pantau terus titik koordinat nya " ucap Dika.
" Siap Bang "
" Terus pantau pergerakan nya "
" Sepertinya dia diam disitu karena titik nya tidak bergerak sudah hampir 20 menit " balas Aldo.
" Oke "
Mobil melaju menuju titik koordinat yang diarahkan oleh alat khusus. Mobil masuk kedalam jalan sempit.
" Yakin kesini ? " tanya Kevin.
" Ijin Bang menurut alat pendeteksi nya benar " jawab Aldo.
" Ini kita masuk kos kosan gitu kaya nya Bang " susul Keysa.
" Betul Key " jawab Dika.
Terdengar alarm dari alat pendeteksi berbunyi semakin lama semakin keras pertanda target sudah sangat dekat dengan mereka.
__ADS_1
" Kita berhenti di depan " ucap Dika.
" Perkampungan padat penduduk nih " susul Keysa.
" Keys.. turun pantau lingkungan sekitar dulu " balas Kevin.
" Siap Bang " Keysa turun ia memantau keadaan di sekitar, ia mencoba bertanya-tanya terlebih dahulu kepada warga, namun dengan teknik yang tidak mencurigakan.
Setelah mendapatkan informasi, Keysa memberi tahu kepada Dika dan Kevin melalui handy talky yang ia bawa. Dika dan Kevin menghampiri Keysa, ia meminta Keysa untuk kembali ke mobil lalu meminta Aldo untuk menemani Dika dan Kevin.
" Kamu tetap berjaga dan tetap waspada "
" Siap Bang " balas Keysa.
Tidak lama Aldo datang menghampiri Dika dan Kevin mereka mulai masuk ke gang-gang kecil untuk mencari kontrakan dari pengemudi mobil yang menabrak Neta.
Setelah informasi yang didapatkan oleh warga dan juga alat yang dibawa Aldo mengarah pada satu rumah petak, yang sepertinya dihuni tidak hanya satu orang saja. Mereka bertiga mulai melakukan aksinya. Mendekati rumah yang pintunya terbuka sedikit.
" Satu.. dua.. tiga.. " Dika memberikan aba-aba tanpa suara.
Braakkkkkkk
" Jangan bergerak !!! " Dika sudah menodongkan pistolnya tepat kepada seorang yang sedang duduk menonton televisi.
" a..ada.. apa pak ? " tanya pria itu.
" Jangan bergerak, tetap ditempat, kami dari kepolisian mari ikut saya ke kantor " ucap Dika.
Disaat yang bersamaan seorang wanita keluar dari kamar.
" Ada apa ini ? kenapa suami saya Pak ? " tanya wanita itu.
" Pak.. mohon Pak.. itu bukan keinginan saya Pak " ucap pria itu.
" Ikut kami dulu ke kantor Pak, Bapak akan dimintai keterangan disana " ucap Kevin.
" Pak mohon Pak.. suami saya tidak salah " ucap wanita itu menahan suaminya agar tidak dibawa oleh Dika.
" Ibu..ibu tolong kooperatif ya.. suami Ibu akan dimintai keterangan dulu di kantor " ucap Dika.
" Ayo ikut kami Pak " Aldo bertugas membawa pengemudi itu.
" Pak.. jangan bawa suami saya Pak... " ucap wanita itu berteriak histeris.
Diluar rumah sudah banyak orang berkerumun mempertanyakan apa yang terjadi. Karena memang lingkungan yang padat penduduk, sehingga keributan sedikit saja akan terdengar oleh tetangga sekitar.
Pengemudi itu dimasukkan kedalam mobil Aldo dan anggota lain bertugas menjaganya. Kevin Dika dan Keysa duduk di kursi depan dan tengah. Mobil melaju meninggalkan perkampungan padat penduduk kembali menuju Mako.
Didalam perjalan karena Dika sudah tidak sabar siapa otak dibalik penambrakan kepada istrinya, ia mulai bertanya kepada pengemudi itu.
" Pak.. apa benar Bapak yang pengemudi mobil dengan nomor polisi B xxxx xx berwarna hitam ? " tanya Dika.
" Be..betul Pak "
" Siapa yang menyuruhmu ? " tanya Dika lagi.
" Eu..h.. eu.... " Pria itu terlihat bingung.
__ADS_1
Mobil sudah masuk ke area Mako, Dika tidak melanjutkan lagi pertanyaan nya, ia akan memulai pertanyaan nya lagi saat sudah di ruang pemeriksaan.
" Bawa di suruh oleh siapa ? " tanya Dika.
Pria itu masih diam.
" Pak.. jika Bapak kooperatif, kami tidak akan memberatkan Bapak asalkan Bapak jujur " ucap Dika.
Dika masih menahan kesabarannya, padahal ia sudah sangat kesal karena pria itu masih saja tida mau jujur.
" Oke Pak kalau memang Bapak tidak mau menjelaskan, tidak apa-apa, berarti bapak ingin lama di dalam penjara, tidakkah Bapak kasian kepada istri Bapak ? Pak, apa salah wanita yang Bapak tabrak kepada Bapak, apakah Bapak mengenal nya ? " tanya Dika.
" Tidak saya tidak mengenal wanita itu, saya hanya disuruh oleh seseorang untuk membuat wanita itu celaka "
" Astagfirullah.. " Batin Dika, ia sudah tidak tahan rasanya, namun ia harus tetap profesional.
" Siapa yang menyuruhmu ? " tanya Dika sedikit meninggikan nada suaranya.
Pria itu masih terdiam, membuat Dika semakin kesal. Dika lalu memanggil Aldo.
" Do, tolong bawa bapak ini ke sel " ucap Dika.
" Siap Bang, ayo Pak.. " Aldo mencoba menarik tangan pengemudi itu namun pengemudi itu tetap diam.
" Jika saya berkata jujur apakah saya akan di bebaskan ? " tanya pengemudi itu.
" Kita ikuti saja prosesnya, tapi tenang saja kami tidak akan memberatkan Bapak " ucap Dika menekankan.
" Yang menyuruh saya Bos Robby "
" Apa ? Bos Robby ? " Dika mencerna ucapan pengemudi itu.
Dika terus bertanya kepada pengemudi itu yang bernama Jono.
" Saya dulu bekerja di perusahaan Bos Robby Pak, namun karena satu dan lain hal saya dipecat, saya sekarang sebagai driver online, namun mobil pun saya dapat pinjam Pak, sudah lama saya tidak kontekan dengan Bos Robby hanya beberapa waktu lalu Bos Robby menghubungi saya, kebetulan saya sedang membutuhkan uang karena terlilit hutang pinjol "
" Lalu ? "
" Saya memberanikan diri untuk meminjam uang kepada Bos Robby, hanya saja pada saat itu Bos Robby menawarkan pekerjaan, yaitu untuk menghabisi wanita yang ada di foto ini " pengemudi menyodorkan foto berukuran kecil.
" Ya Allah.. istriku " batin Dika.
" Setelah itu ? "
" Setelah itu saya menerima tawaran Bos Robby karena memang saya benar-benar butuh uang Pak "
" Berapa kamu dibayar " tanya Dika.
" 50 juta Pak "
Dika menganggukkan kepalanya.
" Oke.. cukup dulu keterangan nya, tapi malam ini Bapak bermalam dulu disini " ucap Dika.
" Do.. Bawa ke sel " susul Dika.
" Siap Bang "
__ADS_1
Jono dibawa oleh Aldo ke sel, ia akan dimintai lagi keterangan esok hari. Sedangkan Dika di ruangannya masih mencerna semua keterangan dari Jono, ia menghempaskan tubuhnya ke kursi kerja, sedikit memijat-mijat pelipisnya.
" Robby.. Robby... ini pasti ada hubungannya dengan Prisilla " gumam Dika.