Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 147


__ADS_3

Perusahaan MGM Grup


Di ruangan pengadaan barang, beberapa anak buah Hary sedang dengan pekerjaan nya masing-masing, mereka tidak tahu apa yang dilakukan oleh Hary dan Wulan. Hanya saja kedekatan Hary dan Wulan sudah sedikit tercium oleh karyawan Divisi pengadaan barang yang lain.


" Eh.. Si Wulan kayanya sering banget mondar-mandir ke ruangan Pak Hary, ada apa ya ? " tanya salah satu karyawan.


" Tau deh.. bodo amat ah kita sih kerja yang bener aja, gak mau ikut-ikutan, lagian juga dia kan bukan karyawan aman disini, sekali dia berbuat yang merugikan perusahaan lagi, udah selesai lah di pecat dari MGM Grup, nanti paling nasib dia sama kaya siapa itu yang waktu itu sempet gaduh satu perusahaan karena Pak Dika mau nikah sama Bu Neta " jawab karyawan satunya.


" Hmm.. Prisilla.. bener juga sih, mungkin dia mepet terus Pak Hary biar aman kali seenggaknya kan beliau kepala Divisi, oya kalian ngeh gak sih kok akhir-akhir ini barang yang keluar banyak banget ya ? kaya gak teratur gitu, ada masalah apa sama perusahaan ya, seinget aku nih, jaman Pak Arman masih mimpin perusahaan gak gini-gini banget manajemen juga rapi "


" Nah iya itu... apa akibat Bu Neta jarang ke perusahaan ya.. ? Tapi pasti repot juga sih, Bu Neta kan baru melahirkan anak kembar, kebayang lah sama kita, belom lagi Pak Dika juga orang sibuk, yang gak bisa tiap hari di perusahaan "


Dilain tempat Hary meminta Wulan untuk segera menghubungi Perusahaan Global Company, untuk meminta pembayaran belum dibayarkan.


" Lan, coba kamu hubungi Global Company, bagaimana sisa pembayaran nya ? " ucap Hary.


" Hmm.. oke deh .. sebentar aku hubungi orang GC dulu " balas Wulan seraya mengambil ponsel yang ada di saku celananya lalu menghubungi perusahaan Global Company.


Hary memperhatikan Wulan sedang menghubungi perusahaan Global Company, terlihat Wulan sedang berbicara dengan seseorang.


" Apa ? sudah dibayar ? tapi kemana, kami belum menerima " ucap Wulan diujung telepon.


" Oh oke.. baik.. terima kasih " Wulan menutup sambungan teleponnya.


" Gimana ? " tanya Hary.


" Gagal ! " jawab Wulan.


" Gagal apanya ? " tanya Hary lagi.


" Bendahara Perusahaan GC sudah mentransfer sisa nya ke rekening perusahaan " ucap Wulan.


" Apa ??!! " balas Hary.


" Ckk.. " Wulan menghempaskan tubuhnya ke Sofa.


Hary terlihat sedikit panik, ia khawatir Bendahara MGM Grup akan curiga ada uang masuk sekitar 600 juta, karena yang pasti bendahara tahu uang harusnya masuk sekitar 1,2 M. Hanya karena ini adalah Misi dari Hary dan Wulan ia berniat mengambil uang itu semua atas penjualan barang-barang yang ada di perusahaan MGM Grup.


Sehingga ia tidak meminta kepada perusahaan Global Company untuk mentransfer ke perusahaan melainkan ke rekening pribadinya, namun ternyata niat nya sudah dipatahkan, perusahaan Global Company sudah mentransfer sisa uang pembelian tanpa konfrmasi kepada Hary, tanpa Hary tahu Dika sudah menghubungi Global Company untuk mentransfer sisa pembayaran ke rekening perusahaan tanpa dicurigai oleh Global Company.


" Gimana dong ? " ucap Wulan.


" Kita tenang dulu jangan panik, duh ... saya belum bisa berpikir jernih, tolong kamu pikirkan ini, karena sekarang saya akan menuju Sandyakala Corp, saya ditunggu untuk pencairan alat berat, ini lebih menggiurkan daripada hanya uang 600 juta " balas Hary beranjak dari duduknya keluar ruangan.


...****************...

__ADS_1


Sandyakala Corp


Dika sudah berada di perusahaan Sandyakala Corp, Dika dan pimpinan perusahaan Sandyakala Corp sudah membuat jebakan untuk Hary, Dika sebelumnya telah menghubungi rekan-rekan seperti Kevin, Aldo, Al dan Bian untuk membantunya.


Dika berada di ruangan Aksa selaku presiden direktur Sandyakala Corp. Mereka sudah menyusun rencana, Gerry pun selaku Aspri Aksa ikut membantu Dika.


Tidak lama interkom ruangan Aksa berdering. Aksa langsung mengangkatnya.


" Ya.. Ger " ucap Aksa.


" Pagi Pak Aksa, ada tamu dari MGM Grup atas nama Bapak Hary " balas Gerry.


" Oke Masuk "


Aksa langsung memberikan kode kepada Dika, agar Dika duduk di kursi nya membalikkan badan. Sedangkan Aksa ia berlari menuju kamar yang berada di ruangannya, ia akan diam disana beberapa saat.


Saat Hary sudah dipersilahkan masuk ke ruangan Aksa oleh Gerry, Gerry memberikan kode kepada rekan-rekan Dika untuk bersiap.


Hary membuka pintu ruangan Aksa, terlihat seorang laki-laki sedang duduk di kursi kebesarannya membelakangi pintu masuk, Hary memastikan itu adalah Aksa Presdir Sandyakala Corp.


Dengan langkah yang percaya diri, karena dalam pikirannya adalah uang yang melimpah ia langsung menyapa petinggi Sandyakala Corp itu.


" Se..selamat pagi Pak Aksa " ucap Hary.


" Pak Dika " gumam Hary.


Dika yang tersenyum dengan gaya khas nya lalu memberikan tepuk tangan kepada Hary.


" Hebat... hebat sekali.. merencanakan sesuatu untuk menghancurkan perusahaanku ! tapi... lebih hebat mana kamu dan aku ?! " ucap Dika sinis.


" Euu...euuu.. " Hary tidak dapat berkata-kata ia dibuat syok oleh Dika, ia berniat untuk kabur, ia membalikkan badan namun pintu keluar sudah ditutup oleh rekan Dika dengan senjata lengkap yang membuat barisan.


" Mau kemana ? saya masih butuh penjelasanmu Pak Hary " ucap Dika santai.


" Arrggghhhh.. kurang ajar !! " gumam Hary.


Dika memberikan kode kepada rekan-rekan nya untuk langsung menangkap Hary.


" Mau apa kalian ? " tanya Hary.


" Sudah mari ikut kami, lebih baik menjelaskannya di kantor polisi saja " ucap Kevin.


" Lepaskan.. !! Pak Dika.. ampuni saya Pak Dika " Hary langsung bersimpuh dihadapan Dika.


" Tidak akan ada ampun bagi pelaku korupsi ! " ucap Dika.

__ADS_1


Lalu Hary dibawa oleh rekan-rekan Dika. Walaupun ia berontak dan melawan petugas namun tetap ia dapat diamankan.


" Mas.. kami duluan atau bagaimana ? " tanya Bian.


" Nanti saya menyusul " jawab Dika.


Aksa keluar dari tempat persembunyiannya.


" Bagaimana ? "


" Sudah aman Pak, terimakasih banyak " ucap Dika.


" Jangan sungkan, tadi saya berniat untuk keluar, tapi mendadak perut saya mulas, jadi saya lama di toilet " ucap Aksa disusul tawa oleh Dika.


" Tidak apa-apa sudah aman kok, saya permisi dulu, saya akan mengurusi kasus ini dulu " ucap Dika.


" Baik, kalau begitu.. semoga cepat selesai ya "


" Terima kasih banyak Pak Aksa, saya permisi "


" Ya.. hati-hati Pak Dika "


" Siap "


Dika berlalu meninggalkan ruangan Aksa.


" Sangat senyap.. saya kira bakal terjadi pertumpahan darah atau keringat, tapi memang kalau sudah profesional seperti itu " gumam Aksa sedikit tertawa.


Dika berjalan melalui meja Gerry, Gerry hanya mengangguk melihat Dika keluar dari ruangannya bos nya.


" Terima kasih Pak Gerry " ucap Dika menghampiri Gerry.


" Sama-sama Pak Dika "


" Saya permisi "


" Mari Pak "


Dika berjalan lagi menuju lift untuk sampai ke lobby, lalu ke parkiran mobil untuk segera menyusul rekan-rekan nya yang sudah lebih dulu menuju kantor polisi.


💐💐💐


Visual Aksa dan Dika ya... biar semangat 😍😍😍


__ADS_1


__ADS_2