Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 155


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang.


Dika sesekali menoleh ke arah istrinya. Sambil tersenyum kecil. Neta yang memperhatikan suaminya menjadi heran sendiri.


" Gila gue bisa sebucin ini sama Neta.. ya wajar dia kan istri lo Dikaaaaa !! Apalagi dia udah ngasih lo anak kembar yang lucu-lucu " batin Dika.


Tiiiiinnnn


Dika terperanjat kaget, lamunannya dibuyarkan oleh suara klakson mobil dibelakang nya.


" Mas.. udah lampu hijau " ucap Neta menepuk pundak suaminya.


" O..ooh ya.. " Dika kembali melajukan mobilnya.


" Mas kamu kenapa ? ngelamun ? " tanya Neta.


" Hmm.. nggak kok " ucap Dika berbohong.


" Jangan bohong " balas Neta.


" Nggak sayang " Dika tersenyum kembali fokus mengemudi.


" Hmm.. " Neta kembali menyenderkan tubuhnya ke senderan jok mobil.


Tidak lama mereka sudah sampai di rumah, Dika memarkirkan mobil langsung ke dalam garasi. Neta turun dari mobil disusul oleh Dika, mereka masuk rumah melalui pintu samping mengarah langsung ke ruang keluarga.


" Assalamu'alaikum.. " ucap Neta dan Dika.


" Wa'alaikumusalam.. Pak Bu " balas Kiki yang sedang berada di ruang keluarga dengan Si kembar.


Terlihat Nala dan Nathan sudah mandi, seperti biasa Kiki selalu mengajaknya bermain ke ruang keluarga atau di taman belakang, karena ini sudah sore jadi Nala dan Nathan tidak diajak main di luar oleh Kiki.


" Si Kembar sudah mandi Ki ? " tanya Neta.


" Sudah Bu, dua2 nya sudah mandi " jawab Kiki.


Neta menghampiri Si Kembar sedangkan Dika mencuci dulu tangannya berniat untuk menggendong keduanya, Dika kembali menghampiri kedua anaknya.


" Anak-anak Papa.. sini Papa gendong.. Papa kangen banget ini " Dika meraih Nala disusul dengan Nathan sehingga mereka berdua sudah berada di pangkuannya.


Dika sudah mulai terbiasa untuk menggendong anak kembar nya sekaligus, karena ia tahu jika hanya salah satu mereka akan ada yang menangis.


Kiki pamit untuk kebelakang, Neta pun berniat untuk berganti pakaian dan bersih-bersih terlebih dahulu.

__ADS_1


" Mas.. aku ke kamar duluan ya.. sayang.. kalian sama Papa dulu ya " ucap Neta mengusap Pipi kedua anaknya.


Saat Neta baru saja melangkah, Dika sudah memanggilnya.


" Mama.. Tunggu... kita ikuttt... " Dika menirukan suara anak kecil.


Neta menghentikan langkahnya.


Dika menghampiri Neta berjalan untuk menaiki anak tangga sambil menggendong kedua anaknya.


" Mas .. sini deh Nala sama aku, aku ngeri ngeliatnya kalo Mas naik tangga gini bawa Si Kembar " Neta meraih Nala kedalam gendongan nya.


Dika hanya tersenyum membetulkan posisi Nathan. Mereka berdua menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar Nala dan Nathan ditidurkan di atas kasur, Neta menitipkan Si Kembar kepada Dika.


" Mas aku mandi dulu ya, tolong jaga Si Kembar " ucap Neta kepada suaminya.


" Oke ! "


Neta masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Dika bermain di kasur bersama kedua anaknya. Tidak lama ponsel Dika berdering, ia mengambil ponsel yang ia simpan di saku celananya, terlihat id pemanggil adalah komandannya di kantor.


" Sore Dan "


" Kamu dimana ? " tanya komandan Dika.


" Bagaimana kasus yang sedang kamu tangani ? " tanya Komandan nya lagi.


" Begini Dan ........ " Dika menjelaskan kepada komandannya.


Dika semakin lama semakin menjauh dari kasur dimana Nala dan Nathan sedang bermain disana, Nala dan Nathan sudah mulai aktif, mereka berguling kesana kemari, sampai akhirnya Nathan sudah berada di sisi kasur.


Neta sudah menyelesaikan aktifitas nya di kamar mandi, ia membuka pintu kamar mandi, matanya langsung tertuju kepada Nala dan Nathan yang sedang berada di atas kasur.


" astagfirullah... Nathan... !!! " Neta berlari menggendong Nathan yang sudah hampir jatuh dari pinggir kasur.


Neta melihat kesekeliling kamar, tidak ada suaminya, lalu Neta sedikit berjalan, ternyata Dika sedang menelepon dengan seseorang di balkon.


" Mas... !!! " Neta merasa kesal, ia meminta Dika untuk menjaganya namun Dika malah asyik menelepon.


Dika yang mendengar Neta memanggilnya dari pintu balkon langsung membalikkan badannya. Dika hanya mengangkat tangannya, lalu berkata " Sebentar " hanya dengan menggerakan mulut nya tanpa bersuara.


Itu semakin membuat Neta menjadi kesal, ia kembali masuk kedalam kamar, menidurkan kembali Nathan keatas kasur, Nathan kembali bermain bersama Nala.

__ADS_1


" Bisa-bisanya ninggalin anak diatas kasur, keasyikan nelepon.. emang nelepon siapa sih ? aku kan udah minta tolong buat jagain, gimana klo ada apa-apa sama anak-anak aku, Nathan hampir jatuh, untung aku udah selesai mandi " Neta terus ngedumel.


Tidak lama Dika kembali ke kamar, ia tidak tahu apa yang terjadi terhadap anaknya, ia sedikit mendengar ocehan istrinya. Dika langsung duduk di pinggiran kasur.


" Sayang kenapa ? " tanya Dika santai.


" Apa Mas ? kamu bilang kenapa ? " Neta sedikit meninggikan suaranya.


" Kok kamu ngomongnya keras sih ke aku ? " Dika membetulkan posisi duduknya.


" Mas, aku kan minta tolong sama kamu buat jagain Si Kembar, kamu malah asik-asikan nelepon ! " ucap Neta.


" Hey.. itu komandan aku di kantor, ya aku gak bisa nolak, kalo ada yang penting gimana ? aku hari ini kan gak ke kantor " balas Dika.


" Ya kenapa gak ke kantor ! "


" Aku kan nemenin kamu tadi " Dika sedikit melemahkan suaranya, ia sudah yakin jika nada suaranya mengimbangi suara Neta pasti akan terjadi perang dunia ke 3 antara mereka.


" Aku juga gak minta ditemenin kok " jawab Neta ketus.


Dika sudah mulai kesal, ia berusaha tetap tenang.


" Kamu kok gitu ngomongnya, hanya karena aku nerima telepon dari atasan aku, kamu semarah itu " ucap Dika.


" Ya terang aja aku marah, aku kan minta tolong kamu buat jagain si kembar, kamu tahu Mas.. kalo aku gak cepet-cepet keluar dari kamar mandi, mungkin Nathan udah jatoh dari kasur setinggi ini ! Tadi tuh dia udah ada dipinggir sini Mas ! " ucap Neta kesal.


" Hah yang bener kamu ? Tapi..gimana gak apa-apa kan Nathan? " Dika pun terlihat panik setelah mendengar penjelasan dari Neta.


Dika melihat tubuh bayi yang sudah mulai gempal itu, jujur saja ia khawatir jika terjadi apa-apa kepada buah hatinya.


" Udah gak apa-apa " Neta menepis tangan suaminya yang sedang meraba-raba tubuh Nathan.


Dika terdiam. Ia menyadari kesalahannya. Ia melihat wajah istrinya yang sangat tidak bersahabat. Wajar jika Neta marah karena kalau Neta tidak segera menyelamatkan mandinya, mungkin Nathan akan benar jatuh dari kasur mereka yang tinggi.


" Maafin aku ya Yang.. " ucap Dika melemahkan suaranya.


" Ini jadi pelajaran ya Mas, buat kamu, buat aku juga, jangan sampe keulang lagi, kalo pun kamu mau angkat telepon, kenapa harus pergi kemana-mana sih "


" Iya aku minta maaf " ucap Dika.


Dika langsung mendekati Nathan yang kembali bermain bersama Nala.


" Sayang.. maafin Papa ya.. untung Mama kamu hebat, bisa tahu kalo kamu sedang dalam bahaya.. maafin Papa ya sayang.. pokonya Mama kamu..... " Dika belum selesai berbicara kepada anaknya Neta yang mendengar ucapan Dika langsung beranjak dari kasur berjalan menuju lemari pakaian untuk berganti baju.

__ADS_1


Dika yang sedikit menoleh ke arah istrinya, hanya tersenyum kecil.


" Sayang.. maafin Papa ya.. Nala juga Papa minta maaf ya.. Papa akan bener-bener jaga kalian sekarang " Dika mengajak main kedua anaknya, sedangkan Neta ia pun sedikit melirik ke arah Dika yang sedang bersama kedua anaknya, lalu ia berjalan ke ruangan ganti baju.


__ADS_2