
Neta masih berada di rumah sakit, Dika dengan siaga selalu membantu dan menemani Neta selama di rumah sakit, Ayah Ibu dan mertuanya pulang terlebih dahulu, yang terpenting sekarang mereka sudah merasa tenang dan bahagia sudah lahir cucu-cucu mereka dengan selamat dan sehat begitupun Ibunya sudah berangsur pulih.
Neta seperti biasa sedang menyusukan bayi kembarnya, Sang Kakak sudah terlelap tidur dan kali ini Sang adik yang masih bangun dan menatap indah wajah Mamanya. Dika yang teringat jika istrinya belum makan pun segera beranjak dari duduknya, ia melihat ke arah makanan yang sudah disiapkan oleh rumah sakit namun belum sedikitpun disentuh oleh Neta.
Dika membuka plastik pelindung makanan nya, ia membawa kedekat Neta. Neta menoleh sedikit ke arah suaminya.
" Sayang makan dulu ya.. " Dika menyendokkan makanan lalu menyuapi istrinya.
" Hmm.. makasih Mas " Neta menerima suapan dari suaminya.
" Kamu harus banyak makan, agar produksi Asi nya melimpah bukan begitu kata dokter ? " tanya Dika.
" Iya Mas " jawab Neta tersenyum.
" Nanti kalo aku gak sibuk di kantor, aku yang masakin deh buat kamu, pokoknya tugas kamu di rumah hanya mengurus anak-anak kita dan aku si bayi besar " ucap Dika sedikit tertawa yang disusul oleh Neta.
" Hahahhaha.. mau banget kamu mas dipanggil bayi " ucap Neta.
" Iya kan aku juga mau diurusin kamu " balas Dika kembali menyuapi makan istrinya.
" Tapi gak dimandiin kan ? " Neta menggoda.
" Hmm.. dimandiin juga gak masalah " Dika kembali menggoda.
" Massss ! " Neta mencubit tangan suaminya.
" Awww.... jangan gitu Yang.. aku lagi pegang piring nih nanti tumpah gimana ? " balas Dika.
" Ya maaf, kamu nya sih "
" Kok aku " Dika kembali tertawa.
Neta kembali menatap bayi perempuan nya, begitupun bayi itu menatap wajah Mama nya.
__ADS_1
" Sayang .. " ucap Neta kepada bayinya.
" Kenapa Yang ? " tanya Dika.
" Hmm... anak kita mirip kamu semua .. hiksss " jawab Neta masih tidak terima.
Dika kembali tertawa.
" Jangan sedih dan berkecil hati.. nanti kita bikin lagi yang mirip kamu .. " ucap Dika sekenanya.
" Mass ihhh... rasa melahirkan kemarin aja masih kerasa Mas " balas Neta.
" Ada aku nyuruh sekarang ? kan enggak.. " ucap Dika.
" Hmm.. ya kali " susul Neta.
Dika kembali menyuapi Neta.
Disaat yang bersamaan pintu ruangan diketuk.
" Sayang sebentar ya aku buka pintu dulu " ucap Dika.
" Iya Mas "
Dika berjalan menuju pintu lalu membukanya.
" Selamat sore Pak Dika " ucap Bu Angel.
" Oh ya.. sore ayo silakan masuk " Dika melihat ternyata karyawan perusahaan nya yang datang untuk menjenguk.
" Terima kasih Pak Dika " satu persatu karyawan MGM Grup masuk kedalam ruangan, Neta yang melihat rekan kerja dan bawahan nya sekarang datang sudah melontarkan senyum dari kejauhan.
" Sore Bu Neta "
__ADS_1
" Selamat sore " ucap Neta.
" Selamat untuk Bu Neta dan Pak Dika atas kelahiran putra dan putrinya, mohon maaf kami baru sempat untuk menjenguk " ucap Bu Angel mewakili.
" Terima kasih banyak ya.. terima kasih sudah menyempatkan untuk menjenguk " balas Neta.
" Terima kasih banyak Bapak Ibu atas perhatiannya kepada istri saya " susul Dika.
" Sama-sama Pak, Oya ini ada sedikit kenang-kenangan dari kami " Bu Angel menyerahkan beberapa kado juga dari para manager dan rekan Neta di HRD.
" Sekali lagi terima kasih banyak.. Alhamdulillah " Neta merasa sangat senang begitupun Dika ia merasa sangat bahagia atas perhatian para karyawannya.
Para petinggi perusahaan berbincang dengan Dika sedangkan , Indri, Sofia dan Ramon berbincang dengan Neta.
" Selamat ya Bu Bos...selamat sekali lagi " ucap Indri begitupun Sofia dan Ramon.
" Makasih banyak ya.. oya kok gak bilang-bilang sih ? " tanya Neta.
" Tadi gatau Bu Angel atau Pak Agus yang hubungi Pak Dika, kita sih ikut aja ya Mon " ucap Indri.
" Oh gitu.. hmm iyaa.. "
" Oya, setelah ini kamu bener di rumah aja ? kira-kira balik ke kantor ga ? " tanya Ramon.
" Hmm aku belom tau Mon, ssttt... jangan dulu bahas itu nanti ada yang cemberut " ucap Neta.
" Upsss.. sorry... " Ramon menutup mulut nya.
" Lagian sih ngomongnya kamu " Indri menyenggol tangan Ramon.
" Hehehehe tenang aja lagian juga Mas Dika gak denger " susul Neta.
" Hmm.. semoga aja aku masih diijinin kerja ke perusahaan " batin Neta.
__ADS_1