
Rumah Sakit
" Oke.. semua sehat ya Bu, berat masing-masing janin sesuai dengan usianya " ucap Dokter Ramzie.
" Alhamdulillah.. " balas Dika dan Neta berbarengan.
" Untuk jenis kelamin nya, gak mau tau nih ? " tanya Dokter Ramzie.
" Hmm.. gak usah deh Dok, biar jadi kejutan aja " ucap Dika.
" Yakin gak mau tau ? " tanya Neta kepada Dika.
Dika hanya tersenyum sedikit menggeleng.
" Baik.. kalau begitu " Dokter Ramzie menyimpan kembali alat usg nya.
" Sus tolong bantu Bu Neta " ucap Dokter Ramzie lagi.
Neta di bantu oleh suster sedangkan Dika menyusul Dokter Ramzie kembali ke meja konsultasi.
Neta duduk dibantu oleh Dika.
" Ibu sepertinya sudah harus mengurangi aktifitas yang agak berat ya Bu dan jangan terlalu banyak pikiran juga, karena dari hasil pemeriksaan tadi tekanan darah Ibu agak tinggi " ucap Dokter Ramzie.
" Baik Dok " balas Neta.
Dika yang mendengar penjelasan dari Dokter sedikit kaget karena tekanan darah Neta agak tinggi.
" Kamu mikirin apa sih Yang ? " ucap Dika pelan ke arah istrinya.
Neta hanya tersenyum kecil.
" Kok bisa tekanan darahnya tinggi Dok ? sedangkan istri saya tidak mempunyai riwayat darah tinggi sebelumnya " tanya Dika.
" Begini Pak, sebetulnya tekanan darah tinggi atau hipertensi itu bisa terjadi pada setiap ibu hamil, namun resikonya meningkat pada ibu dengan kehamilan kembar, baik kembar 2, 3 atau bahkan lebih, Nah karena Bu Neta sedang mengandung janin kembar peluang untuk hipertensi itu sangat tinggi dibandingkan dengan ibu hamil yang janin nya hanya satu atau tunggal "
" Oh begitu ya Dok, antisipasi nya bagaimana Dok ? " tanya Dika lagi
" Bagi Bu Neta kurangi atau hindari makanan dengan tinggi garam, perbanyak olahraga dan hindari rokok dan alkohol, apakah Bapak merokok ? " tanya Dokter Ramzie.
" Oh tidak Dok, saya tidak merokok " jawab Dika.
" Baik, aman ya kalau begitu, oya ada keluhan lain tidak ? " tanya Dokter Ramzie.
" Hmm.. sudah mulai kurang nyaman untuk duduk lama, bahkan tidurpun juga sudah harus mencari posisi yang nyaman Dok dan sepertinya perut saya sangat besar dibandingkan usia kehamilannya ya Dok ? " tanya Neta balik.
" Betul Bu, karena ibu mengandung janin kembar jadi sangat wajar jika besar perut Ibu tidak sama dengan usia kehamilan yang janin nya hanya satu atau tunggal, ibu tidak perlu khawatir karena ini hal yang sangat wajar "
__ADS_1
" Iya Dok " Neta menganggukan kepalanya.
"Oke.. saya resepkan vitamin lagi, jangan lupa makan makanan bergizi, hindari makanan dengan garam yang tinggi, banyak makan buah-buahan dan sayur, yang terakhir susu ibu hamil nya ya " Dokter Ramzie tersenyum lalu menyerahkan satu lembar resep kepada suster yang mendampingi nya.
" Terima kasih banyak Dok "
" Kontrol satu bulan lagi ya Bu "
" Terima kasih Dok permisi "
" Ya silakan "
Neta dan Dika keluar ruangan poli kandungan, ditemani oleh perawat, mereka diantar ke depo obat untuk menunggu vitamin yang diresepkan oleh Dokter untuk Neta.
" Silakan menunggu ya Bu "
" Ya .. terima kasih "
Perawat itu kembali ke ruangan poli kebidanan sedangkan Neta dan Dika masih menunggu vitamin yang sudah di resepkan. Setelah menerima vitamin Neta dan Dika pulang ke rumah, Dika mengantarkan Neta pulang terlebih dahulu sebelum ia kembali ke kantor.
...****************...
Komplek Perumahan Nirwana
Neta sedang menyelonjorkan kaki nya di sofa, Dika terlihat sedang merapikan beberapa perlengkapan nya, Neta sesekali memperhatikan suaminya.
" Gak usah sayang.. kamu istirahat aja ya " ucap Dika.
Neta hanya mengangguk.
Disaat yang bersamaan terdengar dering telepon dari ponsel Dika, Dika langsung mengangkat nya.
" Siap.. "
" Siap Bang "
Hanya itu yang dapat Neta dengar, sudah dipastikan itu telepon dari kantor untuk suaminya.
Dika menutup telepon itu lalu menghampiri istrinya.
" Sayang.. "
" Hmm.. " Neta mendongkakan wajahnya.
" Aku kembali ke kantor ya, kamu jaga diri baik-baik, malam ini aku menjalankan tugas lagi.. doakan aku ya "
Neta hanya mengangguk tidak banyak bicara.
__ADS_1
" Kamu jangan banyak pikiran, tadi dokter bilang apa kan " ucap Dika yang disambut dengan anggukan oleh Neta.
" Anak-anak Papa yang baik.. jaga Mama ya disaat Papa lagi gak di rumah " Dika mengusap perut istrinya lalu mencium nya.
Entah mengapa Neta tidak seperti biasanya, ia lebih banyak diam, biasanya ia selalu manja jika akan ditinggal oleh Dika jangankan untuk beberapa hari satu hari pun ia seperti sulit untuk melepaskan suaminya. Tapi tidak untuk saat ini.
Dika tidak banyak berkomentar, ia memahami ia khawatir semakin ia banyak bertanya semakin membuat mood istrinya semakin tidak karuan.
" Aku berangkat ya.. " Dika memeluk erat istrinya lalu mencium keningnya sekilas.
" Hati-hati Mas.. " hanya itu yang dapat Neta ucapkan.
Neta masih duduk di sofa kamarnya melihat Dika berlalu dari pandangan nya, Dika turun ke lantai bawah, menghampiri Mbok Sum yang sedang menyiapkan makan malam.
" Loh Mas Dika mau kemana ? " tanya Mbok Sum
" Saya kembali ke kantor Mbok, tolong jaga Neta ya, saya mungkin beberapa hari tidak pulang, kalau ada apa-apa beritahu saya " ucap Dika.
" O..oh ya baik Mas Dika "
Dika berlalu meninggalkan rumah, dalam perjalan ia pun sedikit memikirkan sikap istrinya yang tidak seperti biasanya, namun ia menepis segala pemikiran buruknya, ia beranggapan karena ibu hamil mood nya selalu berubah-ubah mungkin itu yang dirasakan Neta sekarang.
Sesampainya di Mako, Dika berbaur dengan anggota yang lain yang sudah menunggunya.
" Bagaimana Dik, istrimu ? aman hasil pemeriksaan nya ? " tanya komandan
" Siap Dan Alhamdulillah aman "
" Syukurlah "
Komandan Dika tahu, karena Dika tadi meminta ijin untuk pulang terlebih dahulu karena akan mengantarkan istrinya untuk periksa kandungan.
Dika dan rekan-rekan nya sedang diberikan arahan oleh komandan nya, malam ini mereka akan bertolak menuju tempat persembunyian bandar narkoba yang sudah dangat meresahkan akhir-akhir ini.
" Oke.. semua sudah jelas ya.. setiap Tim mempunyai peran dan tugasnya masing-masing, oya untuk Tim Dika ada tambahan personil, Bian kamu masuk ke Tim Dika ya, lakukan yang terbaik dan jaga diri baik-baik juga karena keluarga kita menunggu kita di rumah, selamat malam "
Selesai diberikan arahan, beberapa Tim mulai pada posisinya, mereka masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan, Tim Dika dipimpin oleh Dika beranggota Kevin, Aldo, Gino, Bian dan beberapa anggota yang lain.
Bian menghampiri Kakak Iparnya.
" Ijin.. Mohon arahan Bang " ucap Bian menghampiri Dika.
Dika hanya mengangguk tersenyum.
Mereka semua masuk kedalam mobil, setelah di berikan aba-aba mobil mulai melaju, kevin dan Aldo mulai dengan ponsel yang berisi peta pergerakan bandar narkoba. Mereka fokus pada peta itu dan beberapa strategi mereka rencanakan.
Semoga misi mereka berhasil ya kali ini dan juga agar bisa cepat kembali pulang ke rumah bertemu dengan keluarganya masing-masing.
__ADS_1