Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 191


__ADS_3

Di kamar Sasa dibuat bingung memikirkan nasib nya, ia merasa tidak tenang.


" Apa aku mengundurkan diri aja ya.. " batin Sasa berkecamuk.


Ia mengambil ponselnya, lalu membuka galeri di ponselnya ia melihat beberapa foto si kembar disana, Sasa memang selalu mengabadikan Nala dan Nathan di setiap saat untuk dikirimkan kepada Neta jika Neta sedang berada di kantor.


" Nala.. Nathan.. aku belum bisa kaya nya jauh dari kalian.. kalian bikin hidup aku berwarna.. padahal aku bukan ibu kalian.. tapi tingkah kalian yang lucu bikin aku sedikit lupa polemik di rumah.. polemik aku dengan Papa " gumam Sasa.


Saat Sasa sedang memandangi foto-foto si kembar, layar ponsel nya berubah menjadi foto Mama nya, Mama nya menghubungi Sasa melalui sambungan video call. Sasa secara sigap langsung memutuskan sambungan video call nya, lalu ia menghubungi balik Mama nya dengan sambungan telepon biasa.


Mama Sasa : " Sa.. kamu kok matiin video call Mama "


Sasa : " Maafin aku Mah, tadi aku lagi kerja "


Mama Sasa : " Kamu kerja apa sampai malam gini Sa ? "


Sasa : " Hmm.. Mama jangan khawatir aku kerja baik-baik aja dan halal kok Ma "


Mama Sasa : " Sa, kapan kamu pulang Nak, Mama Video call ya.. Mama kangen Nak "


Sasa pun merasakan hal yang sama, ia merasa rindu kepada Mama nya, biasanya setiap pagi ia selalu dibuatkan sarapan oleh Mama nya, apapun yang ia inginkan pasti dibuatkan oleh Mama nya, namun sekarang ia harus mengurusi dirinya sendiri bahkan ia harus mengurusi si kembar dua anak batita yang sedang dalam masa pertumbuhan.


Akhirnya Sasa merubah panggilan telepon nya menjadi panggilan Video Call.


Mama Sasa : " Sa.. kamu kok tambah gemuk Mama lihat, itu kamu dimana ? "


Sasa : " Iya Ma, disini aku seneng Ma, bos ku baik, ini aku lagi di kamar "


Mama Sasa : " Hah.. kamar ? Kamar apa kok kecil gitu "

__ADS_1


Sasa : " Ma, Sasa kan cuma... eh yang penting ada ac dan tv Ma "


Mama Sasa : " Hmm "


Sasa : " Ma.. Daren sehat Mah "


Mama Sasa : " Daren selalu cari-cari kamu kalo kesini Sa.. kamu gak kangen sama keponakan kamu, kamu pulang ya "


Sasa : " Doakan Sasa ya Ma, semoga Sasa bisa cepat pulang "


Mama Sasa : " Papa mu juga sudah putus asa, dia sudah bingung untuk mencari kamu, Papa sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan perjodohan kamu dengan anak rekan bisnisnya "


Sasa : " Iya Ma "


Disaat Sasa sedang menelepon, tanpa ia sadari Neta mendengar semua pembicaraan Sasa dengan Mama nya. Neta berniat memanggil Sasa untuk menjaga si kembar karena sudah waktunya si kembar untuk tidur.


Mbok Sum yang melewati kamar Sasa untuk masuk ke kamarnya melihat Neta masih berdiri sambil melamun membuat Mbok Sum heran.


" Mbak.. " ucap Mbok Sum namun Neta tidak bergeming.


" Mbak Neta.. " ucap Mbok Sum lagi, kali ini membuat Neta sedikit terperanjat.


" Eh Mbok " balas Neta.


" Kenapa Mbak, ada apa ? kok diam disitu memangnya Sasa tidak ada dikamarnya ? " tanya Mbok Sum.


" Euh ini baru mau manggil " jawab Neta.


Mendengar ada orang yang berbicara di depan kamarnya, Sasa segera membuka pintu kamarnya, terlihat Neta dan Mbok Sum sedang berdiri di depan pintu kamar.

__ADS_1


" Bu Neta, Mbok Sum ? " tanya Sasa.


" Mhh Sa.. sudah waktunya si kembar tidur " ucap Neta.


" O..oh iya baik Bu " balas Sasa.


Neta berjalan kedalam rumah, Sasa mengekori kemana pun Neta melangkah, menaiki anak tangga lalu masuk ke kamar Si Kembar.


Terlihat Si kembar sedang bersama Dika.


" Nah kan.. Mbak Sasa sudah ada, kalian bobo sama Mbak Sasa ya " ucap Dika berdiri dari duduknya berjalan menghampiri Neta.


" Ayo " Dika mengajak Neta.


" Mas duluan aja " balas Neta.


" Oke " Dika berjalan keluar kamar si kembar menuju kamar tidurnya.


" Sayang.. ayo tidur yaa.. ditemenin Mbak Sasa lagi " ucap Neta kepada kedua anaknya yang masih saja bermain dengan mainannya.


" Sini kita tidur ya, mainannya dipinjam dulu ya, besok kita main lagi, sekarang bobo dulu " ucap Sasa kepada si kembar.


Neta masih terus memperhatikan Sasa, biasanya Neta akan langsung keluar kamar setelah meminta kedua anaknya untuk tidur, namun tidak kali ini, Neta merapikan dulu kamar si kembar, sedangkan Sasa mulai menidurkan si kembar.


" Bu Neta ku tumben banget, gak langsung keluar.. duh.. jangan-jangan dia denger lagi tadi aku ngobrol sama Mama.. gimana dong.. kalo seandainya Bu Neta nanyain aku harus jawab apa " batin Sasa.


Sasa memutar otak agar bisa menjawab pertanyaan dari Neta seandainya nanti Neta menanyakan apa yang ia bicarakan di telepon tadi.


Neta masih merapikan kamar si kembar, Sasa pun tidak berani untuk mencegahnya, padahal biasanya memang ia yang selalu merapikan kamar si kembar jika si kembar sudah tidur.

__ADS_1


__ADS_2