
Dika dan Neta sudah kembali ke rumah. Beberapa perlengkapan pribadi Neta yang ia butuhkan sudah ia bawa ke tempat tinggalnya sekarang.
Neta mulai membereskan perlengkapan nya dikamar yang ia tinggali bersama Dika. Setelah selesai Neta pun baru ingat jika besok suaminya sudah mulai kembali bekerja.
Neta membuka lemari yang berisi pakaian dinas suaminya.
" Mas besok pake baju apa ? biar aku siapin " tanya Neta.
" Hmmm.. itu kemeja putih, celana hitam dan dasi merah " jawab Dika.
" Oke "
Neta mengeluarkan kemeja putih, celana hitam dan dasi merah sesuai perintah Dika.
" Sepertinya kemeja nya agak kusut " gumam Neta.
Ia mengambil kemeja itu, akan dibawanya untuk di setrika.
" Mau kemana ? " tanya Dika yang sedang membalas pesan dari beberapa rekannya.
" Mau setrika kemeja ini, sepertinya kusut " jawab Neta.
" Besok pagi saja, lagipula ini udah malam " balas Dika.
" Sebentar kok "
" Kamu berani ke bawah sendiri ? " tanya Dika.
Neta menghentikan langkahnya, karena ia tahu tempat untuk menyetrika baju ada di dekat taman belakang bersebelahan dengan tempat mencuci baju.
" Emmh.. " Neta menyimpan kembali kemeja Dika lalu digantung di gantungan baju.
" Aku bilang besok pagi aja " ucap Dika.
Neta lalu menghampiri suaminya yang sedang duduk menyender kesenderan kasur.
" Mas, rumah segede ini kamu tinggal sendiri waktu itu, kamu gak takut ? "tanya Neta penasaran.
" Kenapa harus takut ? memangnya kamu takut ? " tanya Dika balik.
" Hmm.. "
" Aku gak takut, cuma sepi aja.. tapi karena kesibukanku, aku lebih banyak di kantor, jadi di rumah hanya istirahat sebentar lalu kembali lagi ke kantor " ucap Dika.
" Terus sekarang ? kamu pasti lebih banyak di kantor juga dong ? " tanya Neta antusias.
" Nggak lah, sekarang aku udah punya istri, aku usahain semua kerjaan aku selesein lebih cepet biar bisa cepet pulang juga " jawab Dika.
" Hmm... " Neta hanya mengangguk.
" Sudah malam, ayo tidur "
Dika mematikan lampu, lalu menggantinya dengan lampu tidur.
__ADS_1
...****************...
Keesokan harinya Neta sudah siap dengan masakan nya, Neta membuat sarapan untuk suaminya karena hari ini Dika sudah kembali berdinas setelah menjalani masa cuti selama 12 hari.
Neta sedang menata sarapan diatas meja makan, tidak lama Dika turun melalui tangga menuju meja makan. Neta yang baru melihat suaminya berpenampilan rapih menjadi bengong sendiri. Ia biasa melihat Dika hanya dengan pakaian santai atau casual, tapi kali ini berbeda.
" Kenapa ? " tanya Dika sedikit aneh.
" Hah.. e..nggak kok " Neta menjadi salah tingkah.
" Kamu baru sadar kalo suami kamu ganteng " Dika duduk di kursi makan.
" Dihh.. pede banget punya suami " ucap Neta.
Dika pun tertawa.
Neta langsung mengisi piring Dika dengan nasi dan lauk.
" Segini cukup ? " tanya Neta.
" Sudah.. sudah cukup " jawab Dika.
Neta lalu mengisi air putih dalam gelas yang sudah disiapkan untuk Dika.
" Terima kasih " Dika tersenyum.
" Sama-sama " balas Neta.
Mereka sarapan berdua, setelah sarapan Dika kembali ke kamarnya untuk mengambil tas nya.
" Iya.. " jawab Dika berjalan menghampiri istrinya.
" Aku berangkat ya, kamu hati-hati di rumah, inget pesen aku jangan buka pintu kalo ada tamu yang gak kamu kenal " ucap Dika.
" Siap " Neta dengan gaya hormat nya.
Dika menyodorkan tangannya, Neta masih bingung, Dika masih tetap pada posisinya, akhirnya Neta mengerti.
" Oh.. hahahahaha " Neta sedikit tertawa, ia langsung meraih tangan suaminya lalu mencium tangannya.
Dika tersenyum ia mengecup kening Neta sekilas. Neta mengantarkan Dika sampai depan rumah, Dika masuk kedalam mobil, menyalakan mesin, mobil melaju meninggalkan rumah.
Neta menutup kembali pintu pagar lalu kembali masuk kedalam rumah dengan langsung menguncinya.
Ia berjalan ke arah dapur, tadi ia belum sempat mencuci piring dan gelas bekas mereka berdua, Neta mencuci piring, setelah selesai ia berjalan menuju ruang keluarga, ia duduk di sofa ruang keluarga, menyalakan televisi, ia bingung apa yang harus ia lakukan saat ini.
Masa cuti Neta sekitar 2 hari lagi.
" Duh.. baru aja beberapa menit ditinggalin kerja udah bingung aja di rumah mau ngapain, gimana kalo beneran Mas Dika nyuruh aku diem di rumah " gumam Neta.
Neta memencet-mencet tombol remote televisi, ia memindah-mindahkan chanel, tidak ada acara yang membuat Neta tertarik.
" Acara tv gak pada seru lagi " gumam Neta.
__ADS_1
Lalu ia mengambil ponselnya, ia berniat untuk menghubungi sahabat-sahabat di kantornya.
Ia membuka aplikasi pesan di ponselnya. Lalu mengirimkan pesan ke grup yang beranggotakan dirinya, Indri, Sofia dan Ramon.
Neta : " Selamat Pagi "
Pesan terkirim namun belum ada yang membacanya. Neta memainkan ponselnya, ia iseng melihat-lihat foto nya bersama Dika selama bulan madu kemarin, sambil menunggu chat balasan dari sahabat-sahabat nya.
Sekitar 15 menit, terdengar suara notifikasi pesan grup, Neta langsung membukanya.
Indri : " Pagi.... Netaaaaaa.. kangen.. aku baru sampe kantor nih "
Neta : " Kak Indriiiii kangen juga.. peluk peluk "
Ramon : " Mau dong di peluk "
Indri : " Weeee "
Neta : " Kaburrrrr "
Sofia : " Wah ada apa nih rame-rame "
Neta : " Mbak Sofi kangen "
Sofia : Kangen juga sayang.. kapan masuk kerja ? "
Neta : " lusa "
Indri : " Asiikkkk.. lengkap lagi formasi kita "
Ramon : " Aku mau nagih cerita ya Net "
Neta : Cerita apa nih ? "
Ramon : " Bulan madu dong hahaha "
Indri : " Gak sopan ya Mon .. Ibu bos ini "
Neta : " Hahahhahaha santaiiii "
Mereka saling mengobrol di grup chat, sampai akhirnya obrolan mereka diakhiri karena sudah masuk jam kerja. Neta sedikit merebahkan tubuhnya ke sofa ruang keluarga, dalam kesendirian nya, ia memandang ke sekeliling rumah Dika yang sekarang ia tinggali bersama suaminya.
Ia melihat foto pernikahannya yang baru saja jadi dan Dika pajang kemarin.
" Ya Allah.. perjalanan yang begitu cepat, banyak drama juga di dalam nya, semua sudah diatur oleh-Mu, dari pertemuan pertama lagi dengan Dika, aku bekerja di perusahaan milik Ayah Dika, akhirnya aku jadi istri Dika, walaupun dengan drama panjang yang aku alami.. tidak pernah aku sangka sebelumnya, aku kira Dika hanya cinta monyetku semasa aku sekolah.. tapi ternyata ia menjadi cinta masa depanku.. sungguh indah apa yang Engkau tuliskan untukku.. " Batin Neta.
Lamunan nya dibuyarkan oleh suara notifikasi dari ponselnya. Neta terperanjat ia langsung membuka pesan masuk dari ponselnya.
Si Nyebelin : " Sayang .. aku udah sampe kantor "
" Hah.. aku belum ganti nama kontak Mas Dika .. untung dia gak tau, kalo tahu bisa gawat nih " gumam Neta sambil tertawa kecil.
Ia langsung membalas pesan dari suaminya, lalu ia ganti nama kontak Dika di ponselnya.
__ADS_1
" Suamiku, gini aja deh yang penting jangan nama bar-bar " gumam Neta lagi.