
Neta sudah sampai di perusahaan, setelah ia pamit kepada suaminya, ia langsung masuk ke perusahaan sambil mendorong stoller.
Saat masuk lobby saja ia sudah disambut oleh Satpam dan beberapa karyawan lain yang berpapasan.
" Pagi Bu Neta.. hai adik kembar.. ikut Mama ke kantor ya ? " ucap Bu Angel yang saat itu berpapasan dengan Neta.
Neta hanya tersenyum menganggukan kepalanya. Saat akan masuk kedalam lift pun tidak jauh seperti saat masuk lobby tadi, riuh karyawan yang melihat Si Kembar diajak ke kantor oleh Neta. Mereka semua banyak yang menggoda, bahkan ada yang mengajak main, karena memang Si Kembar sangat menggemaskan dengan tubuh yang gempal mereka pun sudah mengerti jika ada seseorang yang mengajaknya berbicara mereka akan tertawa senang.
Sampailah Neta di ruangannya, Lisa dan Tio sudah sangat hafal suara sepatu ketika Neta berjalan, Lisa bangun dari duduknya melihat ke arah sumber suara, benar saja Neta sedang berjalan dengan dua Stroller ditangan nya.
Lisa langsung menghampiri.
" Bu.. Sini Bu saya bantu " ucap Lisa.
" Oh .. ya terima kasih Lis.. " balas Neta.
Lisa mengekori, Neta memasuki ruangannya, Tio yang melihat Neta berjalan menganggukan kepala pertanda hormat.
" Oh ya Pak Tio, hari ini meeting jam berapa aja ? " tanya Neta menghentikan langkahnya saat sudah sampai di depan pintu ruangannya.
" Oh jam 9 meeting dengan Sandyakala Corp, jam 1 setelah istirahat meeting dengan anak perusahaan " ucap Tio.
" Oke.. terima kasih ya " Neta tersenyum lalu kembali masuk ke ruangan.
" Sama-sama Mbak Neta " Tio kembali duduk dan fokus pada laptop nya.
Neta masuk kedalam ruangan, ia menyimpan tas nya, lalu tas si kembar yang ia bawa.
" Lisa.. disitu aja, gak apa-apa Si Kembar biasanya anteng kok, Oya nanti kalo saya meeting si kembar gimana ya ? " ucap Neta.
" Hmm.. Si Kembar sama saya saja Bu " balas Lisa.
" Jangan.. kamu kan ikut saya meeting " susul Neta.
" Oh ya.. sama Bu Lastri aja, titip sebentar Bu " ucap Lisa.
" Bu Lastri OB ya ? " tanya Neta.
" Iya Bu, sepertinya dia telaten Bu " jawab Lisa.
" Oke coba kamu tolong hubungi dia, suruh kesini " ucap Neta.
" Baik Bu, kalau begitu saya permisi dulu " balas Lisa.
" Oke " Neta mengangguk tersenyum.
Lisa kembali ke meja nya, Neta menggeser stroller si kembar agar berada tepat di depannya, stroller ia simpan di depan meja kerjanya.
" Sayang.. anak-anak Mama yang pintar, disini ya sayang.. Mama kerja dulu " ucap Neta sambil memberikan mainan kepada Nala dan Nathan.
Tidak lama pintu ruangan nya di ketuk.
__ADS_1
" Masuk.. " ucap Neta.
Pintu ruangan terbuka, Bu Lastri OB yang tadi dijanjikan oleh Lisa datang menghampiri Neta.
" Pagi Bu, Ibu memanggil saya ? " tanya Bu Lastri.
" Iya Bu, apa hari ini Ibu Sibuk ? " tanya Neta.
" Hmm.. seperti biasa Bu kalau pekerjaan saya, hari ini saya akan membersihkan gudang belakang " ucapnya.
" Hmm.. itu tidak terlalu mendesak kan ? " tanya Neta.
" Iya Bu sebetulnya masih bisa dibersihkan kapan saja " jawab Bu Lastri.
" Oke kalo gitu, kamu bisa bantu saya ? " tanya Neta lagi.
" Bantu apa Bu ? " tanya balik Bu Lastri.
" Bantu saya untuk jaga anak-anak saya, pengasuh di rumah saya, sudah tidak bekerja dengan saya lagi, saya masih menunggu pengasuh pengganti nya, namun belum juga ada, saya terpaksa membawa anak-anak saya ke kantor, saya ada meeting, saya harap Bu Lastri bisa membantu saya menjaga anak-anak " ucap Neta menjelaskan.
" Oh begitu, baik Bu dengan senang hati " balas Bu Lastri.
" Oke kalau begitu, terima kasih " Neta tersenyum.
" Sama-sama Bu Neta " ucap Bu Lastri.
Bu lastri langsung menghampiri Si Kembar, ia banyak bertanya kebiasaan Si Kembar kepada Neta, Neta pun tidak sungkan untuk menjawab pertanyaan Bu Lastri.
Sampai tiba saat nya Neta untuk meeting dengan Sandyakala Corp.
" Baik Bu, ibu tidak perlu khawatir, Si Kembar aman dengan saya Bu " ucap Bu Lastri.
" Oke, saya ke ruang meeting dulu " Neta berjalan keluar ruangan lalu mengajak Lisa langsung ke ruangan meeting.
Karena sebelumnya Neta sudah diberitahukan oleh Tio jika utusan Sandyakala Corp sudah menunggu di ruang meeting.
...****************...
Markas Kepolisian
Dika berjalan menuju ruangannya. Bian, Aldo dan Kevin sedang berada duduk di penjagaan.
" Pagi.. Pak Dika.. " Kevin, Aldo dan Bian menggoda.
Dika menoleh ke arah mereka bertiga.
" Tumben.. Pak..Pak.. Pak.. " ucap Dika duduk disamping Bian.
" Sehat Ian ? " tanya Dika basa basi.
" Sehat Mas .. " jawab Bian.
__ADS_1
" Kamu, Do ? " tanya Dika lagi.
" Sehat Bang " jawab Aldo.
" Ke saya nggak nih ? " ucap Kevin.
" Gak perlu lah .." ucap Dika tertawa disusul Bian dan Aldo.
" Oya.. gimana kasus Dudung ? " tanya Dika kepada Kevin.
" Udah dilimpah ke kejaksaan, aman " jawab Kevin.
" Oke kalau gitu " balas Dika.
" Oya Mas.. Kiki masih kerja di rumah ? " tanya Bian
" Udah nggak, kesehatan mental nya masih belum stabil " jawab Dika.
" Jadi sekarang Mbak gimana ? bawa anak-anak ke perusahaan ? " tanya Bian lagi.
" Ya.. mbak mu yang pengen, padahal saya udah minta untuk tidak ke perusahaan dulu, kerja dari rumah kan masih bisa " jawab Dika.
" Hmm.. nanti saya ke rumah deh .. " ucap Bian.
" Ke rumah Bang Dika bukan sembarang ke rumah kayanya " ucap Aldo ke Bian.
Bian hanya tertawa kecil.
" Ada yang dia incer kaya nya " susul Kevin.
Dika hanya tertawa kecil menyenderkan punggungnya ke senderan kursi sambil melipat kedua tangannya di dada.
" Maklumin aja lah " ucap Dika.
" Bang, ijin.. saya juga nanti ke rumah Bang Dika ya, ya siapa tau.. " ucap Aldo
" Gak usah ikut-ikut.. inceran gue Bang ! " ucap Bian kepada Aldo.
" Lah.. kali aja, kita gak tahu kali aja ada yang lain kan ? " balas Aldo.
" Gak bisa.. gak bisa " ucap Bian.
Dika yang memperhatikan perdebatan mereka berdua, hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepala nya, Dika mencolek Kevin, memberikan kode untuk ikut dengannya.
Dika bangun dari duduk nya, berjalan diikuti oleh Kevin. Aldo dan Bian yang melihat seniornya berjalan meninggalkan nya langsung diam.
" Kemana Bang ? " tanya Aldo.
" Ke ruangan, Silakan lanjutkan saja perdebatan nya " jawab Dika.
" Siap salah Bang "
__ADS_1
" Siap salah Bang "
💐💐💐