Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 199


__ADS_3

Tut... Tut....


" Halo.. " suara dari ujung telepon sedikit membuyarkan lamunan Yoga.


" Selamat malam Pak Tio " ucap Yoga.


" Ya malam.. ada apa Pak Yoga ? apa ada kendala di hotel ? " tanya Tio kepada Yoga.


" Hmm tidak Pak semua aman, hanya saja saya ingin meminta bantuan kepada Pak Tio, barangkali berkenan " ucap Yoga.


" Oya, bantuan apa ? dengan senang hati " balas Tio.


" Hmm.. begini ... " Yoga menjelaskan apa maksud dan tujuan nya meminta bantuan Tio.


Setelah berpikir akhirnya Tio menyetujui membantu Yoga untuk bos nya. Mereka menjanjikan untuk bertemu disalah satu cafe.


...****************...


Dilain tempat Neta dan Dika sedang menikmati makan malam mereka, mereka berdua sama sekali tidak curiga kepada perusahaan GGC justru Neta dan Dika pun berniat untuk mempertemukan kembali Pak Gabor dengan Sasa.


" Mas mungkin dengan bergabung nya GCC dengan perusahaan kita, itu menjadi jalan kita untuk mempertemukan Sasa dengan Ayah nya " ucap Neta kepada Dika.


" Hmm ya.. semoga gak ada drama dan aman ya.. " balas Dika.


" Iya Mas, tapi.. apa langkah kita ini baik untuk Sasa Mas, aku khawatir malah Sasa berpikiran tidak baik kepada kita " ucap Neta lagi.


" Kita jelaskan sejelas-jelasnya, kalau memang masih belum bisa menerima, ya terserah yang terpenting kita sudah berniat baik " susul Dika.


Neta hanya mengangguk kembali menyuapkan nasi kedalam mulutnya, sambil sesekali melihat si kembar yang main di ruang keluarga.


Setelah menyelesaikan makan malamnya seperti biasa Dika dan Neta akan duduk santai di ruang keluarga bermain bersama si kembar sebelum mereka waktunya tidur.


Disaat yang bersamaan ponsel Dika berdering, ia berjalan mengambil ponsel yang ia simpan di atas nakas dekat televisi.


Dika sedikit mengerutkan keningnya saat melihat id pemanggil pada layar ponselnya.


" Tio.. ada apa ya tumben " batin Dika.


Ia langsung menggeser tombol pada layar ponselnya.


Dika : " Halo Io "


Tio : " Mas Dika mohon maaf saya menghubungi malam-malam, hmm ada yang ingin saya bicarakan, tapi sebelumnya apa tidak mengganggu Mas Dika ? "


Dika : " Nggak Io lagi santai kok, kenapa ? "


Tio : " Begini Mas... bajdhxb$-$!_-$-($ "


Dika : " Hmm.. "


Tio : " Kalau berkenan saya tunggu Mas Dika di Cafe Botanical saya menunggu disini dengan Yoga "


Dika : " Oke tunggu saya disana "

__ADS_1


Tio : " Baik, kami tunggu Mas "


Klik telepon ditutup.


Setelah mematikan sambungan teleponnya dengan Tio, Dika langsung menghampiri istrinya meminta ijin untuk keluar sebentar, ia beralasan ada pekerjaan yang harus ia kerjakan mendadak sekarang.


Neta menyetujui, karena bagaimana pun ia mengerti pekerjaan Dika jika Dika mendadak keluar rumah karena pekerjaan Neta pasti mengijinkan.


Setelah berpamitan Dika langsung menyalakan mesin mobilnya, berlalu meninggalkan rumah menuju cafe Botanical.


Sekitar 20 menit perjalanan ia sampai di Cafe Botanical, ia melihat mobil Tio sudah terparkir di parkiran depan Cafe. Dika turun dari mobil, berjalan masuk Cafe mencari-cari dimana Tio dan Yoga berada. Sampai akhirnya ia berdiri tepat di samping Tio.


" Pak Dika " Yoga berdiri menganggukkan badannya.


Melihat Yoga menganggukan badannya, Tio pun menoleh ke arah samping kirinya terlihat Dika berdiri tepat disampingnya, Tio langsung beranjak dari duduknya, mempersilahkan Dika duduk.


" Silakan Mas Dika " ucap Tio.


" Oke makasih " balas Dika.


" Hmm.. sebelumnya saya memohon maaf Pak Dika, saya jadi merepotkan Pak Dika untuk menemui saya disini, mungkin Pak Dika sudah mendengar apa maksud saya, saya hanya ingin membantu Bos saya Pak, karena sejujurnya kami sudah tahu keberadaan Sasa, hanya saja pada saat itu Pak Gabor meminta saya untuk jangan dulu bergerak ingin tahu Sasa kemana saja, sampai akhirnya kami tahu jika Sasa bekerja di keluarga Pak Dika, bagi kami nama Mahardika Bimantara tidak asing Pak, kami langsung mencari tahu, ternyata memang Bapak adalah putra dari pemilik MGM Grup " ucap Yoga.


Dika hanya manggut-manggut mendengar penjelasan dari Yoga.


" Awalnya Pak Gabor masih belum bisa menerima, ia berniat untuk menjebak perusahaan Bapak karena permasalahan Sasa berada dengan Bapak, tapi saya cegah Pak, saya banyak berbicara kepada Pak Gabor kalau kita memang murni ingin bekerja sama, jangan ada hal lain yang mencapurinya, bersyukur Pak Gabor mengerti dan tadi saat dimana saya benar-benar melihat kesedihan Bos saya Pak, saya tidak tega bagaimana pun saya sudah lama bekerja dengan beliau saya ingin membantunya, itu saja Pak " Yoga kembali menjelaskan.


Dika menghela nafas panjang setelah mendengar penjelasan dari Yoga.


Berbalik Yoga yang memperhatikan penjelasan Dika.


" Saya awalnya tidak tahu jika Sasa adalah anak dari seorang pemilik perusahaan GGC, kami mempekerjakan nya karena kami memang membutuhkan pengasuh untuk anak-anak kami, kami diberikan Sasa oleh agen penyalur pengasuh yang kami hubungi, sejauh ini Sasa baik-baik saja tidak ada masalah anak-anak pun sudah cukup dekat dengan Sasa, hanya satu waktu memang istri saya mencurigai Sasa, setelah diselidiki lebih dalam akhirnya Sasa mengaku " ucap Dika lagi.


" Jadi, bapak sudah mengetahui jika Sasa adalah anak Pak Gabor ? " tanya Yoga.


" Ya.. saya sudah tahu sebelum GGC mengajukan kerja sama dengan MGM Grup " jawab Dika santai.


Yoga sedikit menyenderkan tubuhnya ke senderan kursi.


" Tapi jangan salah paham dulu, kami memang sudah berniat untuk mengembalikan Sasa kepada orangtunya, dengan adanya GGC bergabung dengan MGM Grup, mungkin itu jawaban agar jalan saya mempertemukan Sasa dengan orangtuanya dipermudah " ucap Dika tersenyum.


" Alhamdulillah.. terima kasih banyak Pak Dika, Pak Dika dan keluarga berhati sangat baik sekali " balas Yoga.


Dika hanya tersenyum manggut-manggut.


Sampai akhirnya Dika mengajak Yoga untuk datang ke rumahnya, minimalnya Sasa bisa berbicara dulu dengan Yoga sebelum ia bertemu dengan Ayahnya.


...****************...


Tiga mobil terparkir di depan halaman rumah Dika, Neta yang merasa heran, seperti ramai di depan rumah, ia pun penasaran lalu berjalan menuju pintu utama rumah, melihat dari arah jendela, terlihat tiga mobil terparkir, ia melihat suaminya, Tio dan Yoga turun dan berjalan menuju teras rumah.


" Hahhh.. malem-malem ada apa nih ? " batin Neta.


Ia kembali berjalan menuju ruang keluarga masih dengan si kembar yang tumben belum tidur padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.

__ADS_1


Ceklek terdengar suara pintu utama terbuka, Dika masuk terdengar suara Dika mempersilakan Tio dan Yoga untuk duduk. Dika masuk kedalam rumah menghampiri istrinya. Neta melihat Dika dengan penuh pertanyaan.


" Sayang.. " Dika menghampiri Neta.


" Mas ada apa ? ada masalah apa ? " tanya Neta penasaran.


" Sutt.. jangan ribut " Dika mengarahkan jari telunjuk nya kedepan bibir Neta.


" Euhh.. sekarang tolong buatkan minum dua, suruh Sasa yang anterin ke depan ya " ucap Dika.


" Sasa Mas ? Kenapa nggak Mbok Sum aja ? " tanya Neta.


" Sayang.. " Ucap Dika yang sudah dimengerti oleh Neta.


" I..iya Mas oke.. " Neta kebelakang mencari Sasa, ternyata Sasa sedang duduk menyendiri di gazebo belakang dekat kolam ikan.


" Sa.. kamu lagi apa ? " tanya Neta melihat Sasa duduk menyendiri.


" Hmm.. mhh gak apa-apa Bu, saya lagi ngadem aja hehe " jawab Sasa.


" Hmm.. kamu tolong buatkan minum 2 ya, bawa ke ruang tamu ada tamu Bapak " ucap Neta.


" Siap Bu " balas Sasa langsung beranjak dari duduknya.


Neta kembali berjalan mencari Mbok Sum. Ternyata Mbok Sum sedang berada di kamarnya, terlihat baru selesai melaksanakan shalat isya.


" Mbok, minta tolong ajak Si kembar ke kamar ya, saya ada tamu dulu " ucap Neta.


" Baik Mbak, oya sudah diberikan minum tamunya ? " tanya Mbok Sum.


" Sudah, biar Sasa yang buat " ucap Neta.


" Oh ya.. " Mbok Sum mengikuti perintah Neta membawa si kembar ke kamarnya.


Mbok Sum sedikit bertanya-tanya dalam pikiran nya.


" Kok aneh tugas saya dikerjakan Sasa, tugas Sasa dikerjakan oleh saya " batin Mbok Sum.


Neta masih duduk di ruang keluarga yang bersebalahan dengan ruang tamu hanya terhalang oleh pertisi pajangan, sehingga apapun yang dibicarakan di ruang tamu akan terdengar sampai ruang keluarga.


Neta melihat Sasa berjalan membawa baki dengan 2 gelas air minum diatasnya.


" Hati-hati ya Sa " ucap Neta.


Sasa hanya mengangguk tersenyum.


" Ya Allah.. itu kan di depan Yoga asprinya Pak Gabor, jujur saya gak tega sama Sasa tapi gimana ? duhh Sa... ckk " batin Neta sedikit membuat Neta tidak bisa tenang.


Sampai akhirnya terdengar suara.


Prang...


" Mas Yoga !!! " Sasa terlihat sedikit Syok.

__ADS_1


__ADS_2