
Keesokan harinya Dika dan Neta akan kembali dengan aktifitas masing-masing, Neta akan memulai harinya menjadi seorang CEO di MGM Grup menggantikan Ayah mertuanya sedangkan Dika ia akan kembali ke kantor tempat ia bekerja.
Pagi-pagi sekali Neta sudah bangun, selesai melaksanakan shalat subuh Neta langsung menuju dapur untuk memasak sarapan.
Dika sudah selesai mandi dan sudah siap dengan seragamnya, sedangkan Neta baru selesai menata makanan untuk sarapan di meja makan.
Dika masih di kamarnya, ia duduk di sofa melihat beberapa pesan masuk di ponselnya dan ia sedang melihat perkembangan pasar saham melalui online, tidak lama terdengar suara pintu kamar terbuka, Neta masuk kedalam kamar, ia langsung mengambil handuknya melihat suaminya sekilas.
" Mas sarapan udah siap " ucap Neta.
" Nanti aku tunggu kamu " balas Dika.
" Oke, aku mandi dulu ya "
" Hmm.. " Dika tersenyum kembali dengan ponselnya.
Beberapa menit berlalu Neta keluar dari kamar mandi, masih menggunakan kimono handuk, ia langsung duduk di meja rias, memoles wajahnya dengan skincare yang diberikan oleh ibu mertuanya, Dika memperhatikan Neta yang sedang dandan, selesai dandan Neta berjalan ke ruang ganti baju, setelah siap ia kembali menghampiri suaminya.
" Sudah ? " tanya Dika.
" Udah, ayo " Neta berjalan mengambil tas nya disusul oleh Dika yang juga mengambil ponsel dan kunci mobilnya.
Mereka keluar kamar berjalan menuju meja makan.
" Menu apa hari ini ? " tanya Dika seraya menarik kursi lalu duduk di kursi makan.
" Aku bikin sop Ayam Mas " jawab Neta mengambil nasi disimpan ke piring Dika.
" Wah mantap pastinya " ucap Dika.
Neta hanya tersenyum sekilas. Ia pun mengambil nasi untuk dimakan oleh nya juga. Setelah berdoa mereka makan bersama.
" Mas.. aku gimana di kantor ? " tanya Neta.
" Ya gak gimana-gimana ikuti aja perintah Ayah sayang.. " jawab Dika santai.
" Duhh.. aku jadi gak enak diem gini Mas.. " susul Neta.
" Kamu kenapa ? sama aja kok.. tenang aku bantu kamu.. nanti juga kamu terbiasa, Tio juga bakal bantu kamu, kalau ada yang kamu gak ngerti, kamu tanya Tio aja " ucap Dika.
" Tapi Mas.. nanti aku gak akan bisa ngerumpi bareng sama Kak Indri, Mbak Sofia, Ramon " balas Neta.
__ADS_1
" Bisa diatur, kamu masih bisa makan bareng kan ? istirahat bareng ? "
" Nggak apa-apa Mas ? " tanya Neta.
" Ya nggak apa-apa lah .. emang nya kenapa ? " jawab Dika.
" Hmm .. oke deh kalau gitu " Neta kembali menyuapkan nasi ke mulutnya.
Setelah sarapan, Neta dan Dika bersiap untuk berangkat ke kantor masing-masing, Dika seperti biasa akan mengantarkan Neta terlebih dahulu ke perusahaan.
Neta sudah mengunci pintu rumah, sedangkan Dika sedang membuka pintu pagar rumah yang alat otomatis nya rusak, sehingga harus dibuka secara manual.
" Harus cepet di benerin nih pagar, mana berat lagi " gumam Dika.
Saat Neta akan berjalan menuju mobil dan akan membuka pintu mobil Dika mencegahnya.
" Sebentar biar aku yang bukain " ucap Dika.
Neta merasa aneh dengan sikap Dika. Dika menghampiri Neta lalu membuka pintu mobil untuk istrinya.
" Silakan Ibu Presdir " ucap Dika.
" Mas Dikaaaaa... ihhh... jangan gitu "
" Hmm.. " Neta duduk tepat di samping kursi kemudi, setelah Dika menutup pintu mobil, ia sedikit berlari untuk duduk di kursi kemudi.
" Sudah siap Bu Presdir ? " Dika kembali menggoda Neta.
" Ya Allah Mas .. aku cubit nih ngomong gitu lagi aku cubit beneran ya " Neta sudah mengangkat tangannya.
" Ampuunn Bu ampuunnn.. " Dika tertawa.
" Nyebelin yaa " Neta beringsut.
" Hahahha.. kamu kalo marah gitu bikin aku gemes tau " ucap Dika seraya melajukan mobilnya.
" Udah dong jangan becandain aku terus.. hmmm "
Dika hanya sedikit tertawa melihat wajah istrinya.
Sekitar hampir 45 menit perjalanan mereka sampai di perusahaan MGM Grup. Seluruh karyawan sudah tahu jika sekarang perusahaan MGM Grup akan dipimpin oleh Neta.
__ADS_1
Neta menyodorkan tangan untuk mencium tangan suaminya.
" Selamat mengemban tugas baru ya sayang.. Ibu Presdir " ucap Dika.
" Terima kasih suami ku.. Bapak Polisi " balas Neta tersenyum sekilas.
Sejujurnya ia sangat kurang suka jika Dika menggoda nya dengan sebutan Ibu Presdir.
" Aku turun ya "
" Hati-hati sayang.. nanti sore aku jemput sekalian menengok Ayah ke rumah sakit " ucap Dika
" Iya Mas "
Neta turun dari mobil suaminya, sudah disambut oleh satpam dan beberapa karyawan yang kebetulan sedang ada di lobby. Mereka terlihat lebih sangat hormat kepada Neta, karena sekarang Neta adalah pimpinan MGM Grup.
Pak Arman sudah memberi tahu Tio karena kesehatan sehingga CEO MGM Grup akan diamanahkan kepada Neta, Tio langsung menyebarkan informasi tersebut ke seluruh karyawan perusahaan, sehingga seluruh karyawan tahu jika Neta sekarang yang menggantikan Pak Arman sebelumnya.
" Pagi Bu Neta ".
" Pagi Bu "
" Pagi Bu "
Neta hanya tersenyum memberi salam, ia berjalan menuju lift karyawan bergabung dengan karyawan lain, membuat karyawan yang berpapasan heran.
" Maaf Bu, Lift yang seharusnya ibu gunakan yang sebelah kanan " ucap salah satu karyawan.
" Oh ya.. gak apa-apa saya mau ikut bareng karyawan yang lain aja " ucap Neta.
" Oh iya Bu "
Ting..
pintu lift terbuka, Neta menunggu yang lain masuk lift namun belum ada yang masuk, seluruh karyawan menunggu Neta masuk terlebih dahulu.
" Kok gak masuk ? " tanya Neta.
" Silakan Ibu terlebih dulu " ucap salah satu karyawan.
" Hmm.. " Neta tersenyum melangkahkan kakinya masuk kedalam lift, lalu disusul oleh beberapa karyawan lainnya.
__ADS_1
" Gini ya jadi Presdir.. semua orang kaya yang takut banget liat aku.. padahal kemaren-kemaren mereka biasa aja, malah kadang ada yang gak nyapa sama sekali " batin Neta.