Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 203


__ADS_3

Sasa lebih memilih untuk kembali ke rumah Dika dan Neta, ia sudah menjelaskan kepada Pak Gabor bagaimana pun ia tidak bisa seenaknya pergi begitu saja, karena ia sudah di kontrak kerja selama 2 tahun pertama. Ia diantarkan kembali oleh Yoga menuju rumah Dika walaupun ini sudah larut, Sasa keukeuh ingin kembali ke rumah Dika karena mengingat tanggungjawab nya kepada si kembar.


Yoga pun tidak bisa berbuat banyak, ia tahu Sasa yang keras kepala sehingga ia mengikuti saja keinginan Sasa.


Yoga sedang fokus pada kemudi sedangkan Sasa ia melihat sekeliling jalanan yang sudah mulai sepi dengan aktifitas.


" Kamu yakin, kembali ke rumah Pak Dika ? ini sudah malam Sa, apa tidak mengganggu ? " tanya Yoga membuyarkan lamunan Sasa.


" Hah.. " Sasa menolehkan wajahnya ke Yoga.


" Gimana ? " tanya Yoga lagi.


" Mmh.. lanjut aja deh " Sasa tetap pada pendiriannya.


" Oke... " Yoga kembali fokus mengemudi.


Sasa kembali teringat dengan ucapan Ayah nya tadi begitu juga dengan penjelasan dari Yoga.


" Ya Tuhan.. jadi selama ini, Papa menjodohkan ku dengan Mas Yoga.. ?? gak masuk akal " batin Sasa.


" Gila sih ini.. terus aku harus gimana.. Ya Tuhan.. Mas Yoga emang baik sih, segala sesuatu pasti dia turutin, selalu belain aku kalo aku diomelin Papa karena telat pulang, anehnya lagi kenapa Papa selalu percaya sama Mas Yoga, dia tahu aku banget dari kecil, terus sekarang dia malah mau jadi calon suami aku... gak gak gak pernah kepikiran " batin Sasa lagi.


Sasa sesekali melihat ke arah Yoga dengan ujung matanya, Yoga tetap fokus pada jalanan dihadapan nya. Yoga tersadar jika Sasa sedang memperhatikan dirinya.


" Kenapa ? kenapa liat saya seperti itu ? " tanya Yoga.


Sasa terhenyak, ia merasa seperti maling yang ketahuan.


" Kok dia bisa tahu kalo daritadi aku liatin " batin Sasa.


Yoga hanya tersenyum kecil.


" Hmm.. nggak kok, GR aja kamu nya " ucap Sasa.


" Sa, kalau kamu memang menolak perjodohan ini, gak apa-apa kok, jangan dipaksakan nanti saya yang berbicara ke Papa kamu " ucap Yoga.


" Hemm... euuh.... " Sasa menjadi salah tingkah.


" Udah lupain aja, oya kamu kok bisa sih mengurus bayi padahal katanya repot loh " Yoga mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" Bisa dong, orang aku cuma jaga aja kok, paling mandiin,kasih makan, ngajak main, gitu aja anak Bu Neta dia nurut kok sama aku lagian juga aku udah biasa mengasuh Daren kalo dia main ke rumah " ucap Sasa.


Daren adalah anak dari kakak perempuan Sasa, Sasa paling dekat dengan kakaknya namun, setelah Kakak nya menikah ia tinggal bersama suaminya, sehingga Sasa sudah jarang bertemu dengan kakaknya untuk sekedar curhat atau bertukar pikiran, membuat Sasa beralih ke Yoga sebagai teman curhat nya.


" Hemm.. Ya.. saya gak habis pikir aja, kamu yang manja kok bisa-bisanya ngelamar menjadi pengasuh bayi " balas Yoga.


" Kamu gak tahu aja Mas, setelah aku pergi dari rumah semua fasilitas ku diblokir sama Papa, kartu kredit, debet semua di blokir, gimana aku bisa makan kalo gak kerja " Sasa sedikit meninggikan suaranya.


" Sabar.. sabar.. Bu... " Yoga tertawa melihat tingkah Sasa.


" Ya udah aku cari kerja aja dan memang adanya kerjaannya itu " ucap Sasa lagi.


" Ya lagian kamu berani-beraninya kabur dari rumah, gak usah ngeyel lah Sa.. " balas Yoga.


" Tapi buktinya aku bisa kok hidup, iya kan ? kamu Mas Yoga sama kaya Papa selalu menganggap aku masih kecil, yang hidup aku bisa diatur-atur sesuai kemauan Papa " susul Sasa.


" Iya Sa iya.. kamu udah dewasa kok.. makanya kamu mau dinikahin sama aku kan ? " balas Yoga santai.


" Hah.... " Sasa bengong melihat ke arah Yoga.


...****************...


Saat Neta masuk kedalam kamar ia melihat Nala sedang di gendong Mbok Sum.


" Mbok kenapa Nala ? " tanya Neta.


" Mbak.. badan Non Nala demam " jawab Mbok Sum.


" Apa ? coba sini Mbok aku yang gendong " Neta mengambil Nala dari pangkuan Mbok Sum.


" Ya ampun sayang kamu demam banget ini " Neta memeluk Nala dalam dekapannya.


" Mbok tolong ambilkan termometer yang ada di laci nakas itu " Nala meminta kepada Mbok Sum.


Mbok Sum berjalan sesuai perintah Neta. Mengambil termometer lalu menyerahkan nya kepada Neta.


Neta langsung memeriksa suhu tubuh anaknya dengan termometer, tertera pada layar angka 39,8 celcius.


" Ya ampun sayang.. harus ke dokter kalo kaya gini " Neta sambil berjalan keluar kamar berniat untuk membangunkan Dika.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, Neta melihat Dika tidur sangat nyenyak, tapi ia tetap harus membangunkan suaminya. Neta berjalan menghampiri Dika sambil tetap menggendong Nala.


" Mas .. Mas.. bangun " Neta menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.


" Hmm... ada apa ? " suara serak Dika khas bangun tidur.


" Mas Nala demam tinggi " ucap Neta lagi.


" Hah... apa ? " Dika langsung bangun dari tidurnya, beranjak dari kasur, berjalan-jalan di dalam kamar.


Neta yang memperhatikan suaminya ingin tertawa.


" Sebentar aku cuci muka dulu " ucap Dika, bukannya masuk ke kamar mandi, ia berjalan ke pintu menuju balkon.


" Mas .. Mas.. salah .. itu mau keluar, kamar mandi disana " Neta mengarahkan suaminya.


" O..oh yaa.. " Dika berjalan menuju kamar mandi.


Setelah selesai cuci muka, Neta meminta Dika untuk memakai kan jilbab langsungnya karena Nala tidak mau diturunkan dari gendongan Neta.


" Ayo sekarang.. tapi Nathan gimana ? " tanya Dika.


" Oh iya Nathan .. " Neta kembali ke kamar si kembar.


Neta melihat Nathan masih terlelap tidur ditemani Mbok Sum. Neta meraba tubuh anak lelakinya, suhu tubuhnya normal.


" Alhamdulillah.. Nathan gak ikut demam juga " gumam Neta.


Mbok Sum mengusap-usap tubuh Nathan yang sedang tidur.


" Mbok saya akan membawa Nala ke rumah sakit karena demamnya tinggi, tolong jaga Nathan ya, Mbok di rumah sama Nathan gak apa-apa kan ? " ucap Neta.


" Tidak apa-apa Mbak, tenang saja Den Nathan Mbok yang jaga.. semoga cepat sembuh Non Nala " balas Mbok Sum.


" Aamiin Mbok, saya ke rumah sakit dulu ya, pintu semua akan saya kunci " ucap Neta lagi.


" Iya Mbak " balas Mbok Sum.


Neta berjalan keluar kamar, Dika pun melihat Nathan lalu menyusul Neta, Neta sudah berada di samping mobil, Dika membuka mobil Neta dan Nala masuk kedalam mobil, Dika menyalakan mesin mobil, mobil melaju meninggalkan rumah menuju rumah sakit.

__ADS_1


Saat Mobil baru saja keluar komplek perumahan, Mobil yoga masuk kedalam komplek perumahan Dika, Dika tidak tahu jika mobil yang berpapasan dengannya barusan adalah mobil Yoga yang akan mengantarkan kembali Sasa ke rumahnya, begitupun Yoga ia tidak tahu mobil yang baru saja keluar komplek adalah mobil Dika, majikan Sasa yang akan menjadi rekan bisnis calon mertuanya.


__ADS_2