
" Ehem.. siapa kamu ? ada perlu apa ingin menemui anak saya ? " Ayah Neta sudah berada tepat di samping Dika duduk.
Dika sedikit kaget. Ia langsung berdiri dari duduk nya.
" Oh.. permisi Pak.. mohon maaf menganggu, Saya Dika Pak "
" Apa ? jadi kamu yang bernama Dika ? Untuk apa kamu kesini ? " tanya Ayah Neta berapi-api.
" Mohon maaf Pak sebelum nya, saya datang kesini untuk menjelaskan perihal kemarin "
" Tidak perlu, kami sudah tidak ingin mendengar penjelasan apapun, dengan kamu sudah tidak menepati janjimu, sudah cukup bagi kami untuk tahu siapa kamu sebenarnya ! ".
" Pak tolong berikan saya kesempatan untuk menjelaskan " Dika memohon.
" Tidak perlu.. silakan untuk meninggalkan rumah ini "
" Tapi Pak.. "
" Silakan untuk meninggalkan tempat ini, oya dan satu hal lagi.. anak saya akan mengundurkan diri dari perusahaan Ayah mu, memang kami bukan keluarga terpandang seperti keluargamu, tapi kami masih mempunyai harga diri, anak kami bukan untuk dipermainkan seperti ini, silakan keluar dari rumah saya "
Dika masih memohon untuk meminta agar Ayah Neta mau menerima penjelasan nya.
Karena mendengar ada keributan dan suara Ayah Neta yang terdengar sedikit keras, Neta dan Ibu menyusul Ayah menuju teras rumah.
" Yah ada apa tanya Ibu ? "
Ibu melihat ke arah Dika.
" Kamu ? Dika ? " tanya Ibu.
" Betul Bu "
" Dika .. " Neta melihat ke arah Dika.
__ADS_1
" Neta.. aku mau jelasin "
" Tidak perlu.. silakan kamu pergi dari sini " Ayah menghalangi Neta.
" Gak perlu Ka, lebih baik kamu pulang " Neta kembali masuk kedalam rumah.
" Neta... " Ibu memanggil Neta, lalu menyusul masuk kedalam rumah.
" Dengar kan apa kata anak saya, ia pun sudah tidak ingin bertemu denganmu "
" Maafkan saya Pak, tidakkah Bapak ingin mendengar penjelasan saya dulu Pak, saya dan keluarga saya tidak seperti apa yang Bapak pikirkan, mohon ijin jika Bapak berkenan "
Ayah Neta tetap diam di posisinya.
" Baiklah Pak, jika memang saya tidak di berikan ruang untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tapi mohon ijinkan saya untuk tetap berada disini, saya ingin berbicara dengan putri Bapak "
Ayah Neta hanya melihat sekilas lalu ia pun masuk kedalam rumah, meninggalkan Dika sendiri.
Dika berjalan menutup pintu pagar lalu kembali masuk kedalam mobilnya.
" Neta.. asal kamu tahu.. kamu cinta pertama ku Net.. aku lama menunggumu.. tapi kenapa akhirnya menjadi seperti ini ! " batin Dika.
Mobil Dika masih terparkir di depan rumah Neta. Neta pun tahu itu, namun ia masih bingung untuk bersikap, Ayah nya sudah sangat marah terhadap Dika perihal kejadian kemarin, ia pun sebenarnya sangat marah dan kecewa kepada Dika. Namun melihat Dika ada di depan matanya tadi membuat hati Neta sedikit goyah, ia melihat kesungguhan dari sorot matanya.
" Apa yang harus aku lakukan ? " batin Neta.
Ia masih terdiam dikamarnya, sesekali melihat ke arah jendela balkon kamar, ia melihat mobil Dika masih terparkir di depan rumahnya.
Tidak lama pintu kamar Neta diketuk, membuat Neta sedikit terperanjat.
" Nak.. boleh ibu masuk ? " tanya Ibu.
" Iya Bu "
__ADS_1
Ibu Neta membuka pintu, masuk menghampiri Neta, lalu duduk dipinggiran kasur.
" Neta.. apa yang kamu rasakan ? " tanya Ibu.
" Entahlah Bu, kecewa, sedih, bingung semua campur menjadi satu "
" Ibu sebetulnya tahu isi hatimu, apa yang kamu katakan tidak sama dengan apa yang ada didalam isi hatimu "
" Maksud ibu ? "
" Apakah kamu benar tidak ingin mendengar penjelasan dari Dika terlebih dahulu ? "
Neta terdiam dalam hati ia menyadari memang ia pun tidak tega melihat Dika tadi, ia seolah diusir oleh Sang Ayah, namun Neta pun tidak dapat menyalahkan Ayah, karena wajar Ayah bersikap seperti itu, itu adalah bentuk kekecewaan nya terhadap Dika.
" Dika sudah menunggumu dari malam, ia berada di depan rumah, ibu lihat sekarang pun mobilnya masih terparkir di depan rumah "
" Bu, apakah Ibu tidak kecewa dengan sikap Dika kemarin ? " tanya Neta.
" Sama Nak, Ibu pun sama seperti kamu, seperti Ayah, Ibu kecewa, kamu anak perempuan ibu satu-satunya, Ibu tidak ingin ada orang yang mengecewakanmu Nak, namun tadi ibu melihat Dika sepertinya bukan orang yang pandai berbohong, ia pasti memiliki alasan mengapa hal kemarin bisa terjadi "
Ibu orang yang pertama luluh melihat kesungguhan Dika.
Neta menghela nafas panjang.
" Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang Bu ? " tanya Neta.
" Temui Dika "
" Bagaimana dengan Ayah ? ".
Ibu menghela nafas dalam. Ibu akan mencoba berbicara kepada Ayah.
" Terima kasih Bu "
__ADS_1
" Iya sayang.. " Ibu memeluk Neta, Neta pun membalas pelukan dari ibu nya.