Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 39


__ADS_3

Neta sudah mendiskusikan dengan kedua orangtuanya jika kedua orangtuanya tetap mendukung Neta untuk bekerja di perusahaan orangtua Dika.


" Kamu bekerja secara profesional saja, di perusahaan kamu sebagai karyawati dari orangtua Dika "


" Iya Yah, terima kasih sudah mendukungku tetap bekerja di MGM Grup " ucap Neta.


" Tidak masalah.. Ayah tahu kamu sudah dewasa kamu sudah pasti pandai untuk bersikap " susul Ayah Neta.


Neta hanya tersenyum disusul oleh Ibu.


...****************...


Keesokan harinya Neta kembali bekerja ke perusahaan MGM Grup. Dika sebelumnya sudah memastikan kepada Neta apakah Neta benar akan mengundurkan diri dari perusahaan atau tetap bekerja di perusahaan MGM Grup.


Dika merasa senang jika ternyata Neta memilih tetap untuk bekerja di MGM Grup.


Sesampainya di perusahaan, Neta seperti biasa berjalan menuju Lobby, ia disambut oleh satpam yang sedang berjaga pagi itu.


" Pagi Bu Neta "


" Pagi Pak.. " jawab Neta seperti biasa namun ia sedikit aneh mengapa ia dipanggil Bu oleh satpam tadi, namun Neta tidak menggubris nya ia kembali berjalan menuju lift.


" Pagi Bu Neta " salah satu karyawan kepada Neta.


Setiap berpapasan dengan karyawan lain, semua menyapa dan menganggukan kepala tanda hormat kepada Neta, itu membuat Neta sedikit tidak nyaman.


" Kenapa sih orang-orang aneh banget, baru aja sehari gak ke kantor, udah aneh aja " gumam Neta.


Ia masuk kedalam lift, menuju ruangannya di lantai 5. Sesampainya di lantai 5.


" Assalamu'alaikum.. selamat Pagi Mbak.. " Neta kepada Sofia karena baru ada Sofia saja di ruangan kerjanya.


" Wa'alaikumusalam.. eh.. Net.. Bu Neta " jawab Sofia.


" Hah.. apa Mbak sekali lagi " tanya Neta.


" Hmm.. " Sofia hanya tertawa.


" Mbak, Kak Indri dan Ramon belum datang ? " tanya Neta lagi.


" Belum, kaya nya sebentar lagi, kamu kemarin kemana ? Gak ada kabar deh " Sofia tersenyum.

__ADS_1


" Mbak.. maafin yaa .. nanti aku ceritain deh, tapi kalo udah ada Kak Indri dan Ramon soalnya biar sekalian jadi aku gak harus ngulang-ngulang cerita hehehe "


" Hmm.. kamu.. syukur kalo kamu gak apa-apa, kita khawatir loh takutnya kamu sakit atau apalah " susul Sofia.


" Iya maaf banget, oya Bu Angel udah datang belum ? kemarin nanyain aku gak ? " tanya Neta.


" Nanya sih, Bu Angel juga mengira kamu sakit "


" Tapi enggak apa-apa kan ? aku kena SP gak ? " ucap Neta.


" Hahaha siapa yang berani memberikan SP ke calon ibu kepala Audit Internal perusahaan "


" Ihh.. Mbak.. suka gak jelas deh "


" Hehehehe.. "


" Oya Mbak.. hari ini aku ngerasa karyawan pad aneh deh "


" Aneh gimana ? " tanya Sofia.


" Masa dari awal aku masuk lobby, udah disapa ramah banget sama Pak Heri Satpam, mana dipanggil Bu lagi, biasanya juga Mbak Neta gak kena tilang lagi ? Nah terus.. setiap karyawan yang berpapasan sama aku mereka kaya canggung gitu, terus so ramah.. Pagi Bu Neta .. " Neta memperagakan, membuat Sofia tertawa.


Disaat yang bersamaan Indri yang disusul oleh Ramon datang.


" Selamat pagi Bu Neta " ucap Ramon.


" Pagi.. teman-teman " balas Neta tertawa.


" Ih kenapa sih kalian.. gak Mbak Sofia, gak Kak Indri sekarang Ramon.. duh gak ngerti deh " Neta menepuk jidatnya.


" Duh.. gak berani deh sekarang sama Bu Neta " Indri menggoda.


" Ihh ada apa sih ? "


" Neta.. sekarang itu kamu akan menjadi menantu dari pemilik perusahaan ini, ya kita akan menjadi karyawan kamu dong nantinya " susul Ramon.


" Ihh.. enggak.. enggak.. pokonya.. kalian gak boleh ngomong kaya gitu, kita biasa aja.. jangan ada yang dibeda-bedakan.. kaya biasanya aja " balas Neta.


" Aduhh.. ampun deh, ngeri kita sama Pak Dika "


" Hahahaha.. khusus buat karyawan di divisi HRD dan personalia, gak usah pake ba bu ba bu.. " Neta kepada teman-teman nya.

__ADS_1


" Oya kamu kemarin kemana gak masuk ? " tanya Indri.


" Iya Net, kemarin kemana gak masuk mana gak ada kabar lagi " tanya Ramon.


" Hmm.. oke .. ini udah masuk jam kerja belum ? "


" Belum ! " jawab merek berbarengan.


" Kompak banget " ucap Neta, disusul tawa oleh ketiganya.


Saat Neta akan mulai bercerita, Bu Angel datang menuju ruangannya, namun karena melihat Neta sudah kembali bekerja, membuat Bu Angel ikut bergabung bersama anak buahnya.


" Duh.. Neta.. eh Bu Neta.. "


" Stop... eh .. Bu Angel.. jangan seperti itu, jangan ikut-ikutan seperti yang lain " Neta kepada Bu Angel.


" Wah, saya gak enak sama Pak Arman dan Pak Dika " balas Bu Angel.


" Bu.. untuk Ibu dan untuk teman-teman di divisi ini, tidak perlu mengganti panggilan ya.. "


" Hmm.. " Bu Angel mengangguk tersenyum.


" Oya Neta.. kamu punya hutang untuk menjelaskan apa yang terjadi pada kamu kemarin, tapi sebetulnya tidak masalah, kamu tidak masuk pun tidak akan ada yang menegur karena biasanya yang menegur itu bagian Audit Internal perusahaan, tapi kan sekarang kepala Audit Internal perusahaan adalah calon suami kamu, jadi nanti kamu bisa urus sendiri tanpa melibatkan kami hehe " Bu Angel menggoda.


" Hmmm.. " Neta beringsut.


" Ayo ceritain dong yang tadi, belum kelar kan " Indri ke Neta.


" Oh oke "


Neta menceritakan inti dari kisahnya dengan Dika kemarin, Bu Angel, Indri, Sofia, Ramon menyimak cerita Neta.


" Ya ampun.. Pak Dika so sweet banget sihh " ucap Indri.


" Iya bener " susul Bu Angel.


" Beruntung banget kamu Net " ucap Sofia.


" Ya begitulah ceritanya .. " balas Neta.


" Semoga pertemuan yang akan datang lancar ya Neta.. kita tunggu undangan nya " Indri memeluk Neta.

__ADS_1


" Makasih Kak Indri " Neta membalas pelukan Indri.


Setelah Neta bercerita, mereka kembali dengan pekerjaannya, Bu Angel kembali ke ruangannya, Indri, Sofia dan Ramon, kembali dengan layar komputer masing-masing begitupun Neta, ia fokus dengan komputer nya, untuk mengerjakan pekerjaan yang ia tidak sempat kerjakan kemarin.


__ADS_2