Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 58


__ADS_3

Keesokannya harinya, Neta sudah siap dengan masakan nya untuk sarapan dirinya dan Dika. Dika sedang berada di ruangan tempat alat-alat fitnes nya, Dika selalu menyempatkan diri untuk berolahraga agar tubuhnya selalu sehat dan bugar.


Neta berjalan menuju kamarnya berniat memanggil suaminya untuk mengajak nya sarapan. Pintu kamar dibuka Neta melihat kesekeliling kamar tidak ada Dika disana.


" Mas .. " Neta melangkahkan kaki nya menuju balkon kamar.


" Kok gak ada, apa lagi mandi ? " gumam Neta.


Ia membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci, tidak ada juga suaminya.


" Kemana sih ? " Neta berjalan keluar kamar, kembali menutup pintu kamar menyusuri tiap-tiap ruangan di lantai 2 rumah. Namun tetap tidak ada Dika.


Neta kembali turun, ia menyusuri ruangan demi ruangan yang belum pernah Neta singgahi, terdengar sayup-sayup suara musik dalam satu ruangan yang sekelilingnya ditutup oleh kaca tidak tembus pandang. Neta membuka pintu ruangan itu terlihat Dika sedang berolahraga meninju samsak yang tergantung di sebelah alat treadmill.


" Ngeri banget sih olahraga nya " gumam Neta.


Dika masih fokus dengan tinjuan-tinjuan pada Samsak nya, ia belum menyadari jika Neta sudah berada di dekat nya.


" Mas.. " ucap Neta namun Dika masih tetap tidak bergeming.


" Mas Dikaaaa .. !!! "


Dika langsung menghentikan gerakan nya, lalu ...


Bugggg...


Dika terdorong oleh samsak yang ia pukul sendiri hingga ia jatuh.


" Aduhh.. " Dika meringis.


Sontak Neta langsung menghampiri suaminya, membantunya untuk bangun.


" Mas.. ada yang sakit ? " tanya Neta sedikit panik.


" Iyaa aduh.. "


" Mana nya ? pinggang ? kaki ? bokong ? yang mana ? " ucap Neta ke Dika.

__ADS_1


Dika yang memperhatikan istrinya, mulai dengan sifat jahilnya.


" Ini nih.. pinggang ku yang ini " Dika menunjukkan pinggangnya, lalu meminta Neta untuk sedikit mengurut nya.


" Terus yang mana lagi ? " tanya Neta.


" Ini sebelah sini " Dika mengarahkan.


" Sudah ya.. " ucap Neta.


" Masih.. " balas Dika.


" Yang mana lagi ? " tanya Neta khawatir.


" Yang ini " Dika menunjukkan bibir dengan tangannya.


Neta langsung membelalakkan matanya.


" Hmm... cari-cari kesempatan ya.. udah ayo bangun, aku kesini mau ajak kamu sarapan Mas " Neta sedikit menarik paksa tangan suaminya.


" Aduh aduh .. pelan-pelan dong, pake kekerasan terus nih " ucap Dika.


" Iya iya.. " Dika bangun mengambil handuk kecilnya untuk melap keringat yang masih bercucuran.


Neta dan Dika berjalan menuju ruang makan. Dika duduk lalu minum air putih yang sudah di sediakan Neta dalam gelas.


" Hmm.. wangi banget.. jadi gak sabar nih " ucap Dika.


Neta menyendokkan nasi dan lauk ke piring Dika.


" Cuci tangan dulu Mas "


" Oh iya " Dika berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangan lalu kembali duduk di kursi makan.


Setelah berdoa mereka makan bersama.


" Besok Aku sudah mulai berdinas " ucap Dika kepada Istrinya.

__ADS_1


" Besok ? " tanya Neta.


" Hmm.. jadi hari ini kita ke rumah orangtuamu " ucap Dika.


" Iya Mas.. "


" Kamu kapan masuk kerja ? " tanya Dika.


" Kalau aku sih sekitar 2 hari lagi masa cutinya " jawab Neta.


" Hmm ya.. nanti kalo aku udah kembali kerja, kamu hati-hati di rumah, jangan pernah membuka pintu jika ada orang yang tidak kamu kenal " balas Dika.


" Siapp " Neta dengan gaya hormatnya.


" Mas kalo pulang kerja biasa jam berapa ? " tanya Neta.


" Enggak tentu, tapi Mas usahakan sebelum malam sudah sampai rumah, nanti juga kamu akan mengerti dan paham tugas dan pekerjaan aku " jawab Dika.


" Hmm.. " Neta menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai makan seperti biasa Neta kembali merapikan meja makan, mencuci semua piring dan gelas bekas makan mereka.


Dika rehat sejenak duduk santai di taman belakang rumahnya sambil melihat ikan-ikan peliharaannya yang sudah mulai besar, ia mengambil kotak pakan ikan, lalu memberi makan ikan-ikan nya.


Sedangkan Neta selepas mencuci piring ia mengambil buah yang sudah ia potong-potong dari dalam kulkas, ia membawanya ke taman belakang, berniat untuk memakan nya bersama Dika.


Neta menghampiri Dika duduk tepat di sebelahnya.


" Mas.. ini " Neta menyodorkan piring berisi buah potong.


" Hmm.. makasih " Dika mengambil buah potong lalu menyuapkan ke mulutnya.


Saat Neta akan mengambil buah potong untuk ia makan Dika menahan tangan Neta, ia langsung menyuapkan buah potong ke mulut istrinya.


" Makasih .. " Neta tersenyum disusul oleh suaminya.


Mereka berdua memakan buah potong sambil memperhatikan ikan-ikan yang berenang kesana kemari.

__ADS_1


Neta ijin untuk mandi terlebih dahulu karena akan bersiap untuk pergi mengunjungi rumah orangtuanya, setelah Neta disusul oleh Dika, setelah mereka berdua siap, Neta dan Dika pergi ke rumah kedua orangtua Neta, untuk pertama kalinya setelah mereka berstatus sebagai suami dan istri.


__ADS_2