
Setelah beberapa hari di rumah, Neta kembali menjalani aktifitas seperti biasa, Dika selesai mandi dan Neta pun sudah bersiap untuk berangkat ke perusahaan.
" Mas aku gak masak ya.. sarapan nya roti aja gak apa-apa ? " tanya Neta.
" Iya apa aja gak masalah " jawab Dika.
Neta hanya mengangguk lalu berjalan keluar kamar.
" Sayang.. " Dika yang melihat istrinya sudah rapi memanggilnya.
" Kenapa Mas ? " tanya Neta.
" Mau kemana kamu, udah rapi ? " Dika balik bertanya.
" Aku kan mau ke perusahaan Mas "
" Kamu yakin ? emang kamu udah baikan ? jangan dulu deh.. istirahat aja ya.. " ucap Dika.
" Nggak apa-apa kok Mas, aku udah enakan dan aku juga nggak ngerasa mual.. nggak Mas " balas Neta meyakinkan.
Memang benar Neta belum merasa mual atau bahkan muntah seperti ibu hamil lainnya, ia masih bisa melakukan aktifitas seperti biasanya hanya saja memang ia terkadang merasa cepat lelah.
" Hmm.. ya sudah tapi ingat ya, kalo kamu udah merasa lelah istirahat jangan dipaksakan " ucap Dika.
" Iya Mas " Neta kembali berjalan keluar kamar menuruni tangga.
" Sayang.. sayang.. " Dika mengejar Neta sambil mengancingkan baju kerjanya.
" Iya Mas .. "
" Turun tangga nya hati-hati jangan lari-lari apalagi loncat-loncat " ucap Dika.
" Mau loncat gimana Mas.. ada-ada aja " Neta kembali menuruni tangga.
Ia berjalan menuju meja makan, mengambil piring membuat roti selai cokelat lalu menyeduhkan segelas susu untuk suaminya. Lalu ia pun membuat susu hamil untuk dirinya sendiri.
Neta duduk menunggu Dika untuk sarapan, ia sesekali meneguk susunya, namun rasanya berbeda tidak seperti yang dibuatkan oleh suaminya.
" Kok susu rasanya aneh, gak enak banget, kenapa kalo Mas Dika yang bikin rasanya enak ya ? " gumam Neta.
Karena semenjak Neta diketahui hamil memang Dika yang selalu membuatkan susu untuknya, ini kali pertama ia membuat susu hamilnya sendiri.
Dika menuruni tangga, lalu berjalan menghampiri Neta. Ia tersenyum lalu duduk disamping istrinya.
" Mas .. rotinya " Neta kepada Dika.
" Oke makasih "
" Kamu gak makan roti juga ? " tanya Dika.
" Nggak Mas "
" Kenapa ? sini aku suapin ya "
" Gak mau Mas.. aku minum susu aja gak enak " balas Neta.
" Gak enak gimana ? kan biasanya kamu minum susu itu " ucap Dika.
" Aku bikin sendiri gak enak, tapi kalo kamu yang bikin enak Mas.. " balas Neta.
" Hmm.. bilang aja pengen dibikinin " Dika tersenyum lalu beranjak dari duduk nya, untuk membuatkan Neta susu.
Tidak lama Dika kembali dengan satu gelas susu ditangannya lalu di berikan kepada istrinya.
" Coba ini pasti enak " ucap Dika.
Neta langsung meraih gelas dari tangan Dika lalu ia langsung meminumnya dan benar saja rasanya beda tidak seperti yang ia buat. Neta langsung menghabiskan susu hamil nya yang dibuatkan oleh Dika.
" Sudah habis " ucap Neta seraya melap sisa susu diujung bibirnya.
__ADS_1
" Hmm " Dika hanya tersenyum.
" Berarti anak kamu pengennya kamu yang bikinin Mas.. dia gak mau kalo aku yang bikin " ucap Neta membuat Dika kembali tersenyum lalu mengusap-usap perut istrinya.
" Sayang.. anak-anak baik, kamu sehat-sehat ya di perut Mama " ucap Dika berbicara ke perut istrinya.
" Iya Papa " jawab Neta menirukan suara anak kecil.
...****************...
Perusahaan MGM Grup
Neta sudah sampai di Perusahaan, Dika mengantarkan Neta sampai lobby depan.
" Sayang.. aku anter ya sampe ruangan kamu " ucap Dika.
" Gak usah Mas nggak apa-apa nanti kamu telat "
" Bener ? "
" Iya Mas "
" Oke kamu hati-hati ya.. "
" Kamu juga hati-hati ya Mas.. "
" Oya, Kemungkinan aku hari ini pulang agak sore, jadi nanti kamu pulang diantar Tio ya.. " ucap Dika.
" Hmm.. " Neta hanya mengangguk.
Dika menyodorkan tangannya lalu diraih oleh istrinya, Neta mencium tangan suaminya, Dika mengecup kening Neta sekilas, Neta turun dari mobil sudah disambut oleh satpam perusahaan.
Dika masih memperhatikan Neta sampai ia masuk kedalam gedung hingga Neta tidak terlihat lagi lalu Dika melajukan kembali mobilnya menuju kantornya.
Neta sampai di lantai 14, di kantor belum banyak yang tahu jika Neta tengah mengandung hanya Tio yang mengetahui karena Tio sempat dimintai tolong oleh Dika untuk membelikan susu Ibu hamil untuk Neta.
" Alhamdulillah Pak Tio.. sudah mendingan " ucap Neta.
" Oya Mbak nanti jika perlu sesuatu hubungi saja saya " susul Tio.
" Oke Pak Tio.. terima kasih ya "
Tio hanya tersenyum, Neta masuk kedalam ruangannya. Menyimpan tas lalu duduk di kursi kebesaran nya sekarang. Neta menghela nafas, mengatur posisi duduknya.
" Bismillah... adek anak-anak Mama... baik-baik ya di perut Mama.. hari ini Mama kerja lagi.. jangan rewel ya sayang.. " Neta mengelus-elus perutnya.
Ia mulai menyalakan laptop nya, beberapa file laporan ia periksa kembali, Neta fokus pada pekerjaan hingga dibuyarkan oleh suara notifikasi dari ponselnya. Neta mengambil ponselnya dari dalam tas, ia lalu melihat notifikasi pesan di ponsel nya lalu membukanya.
Suamiku : " Sayang.. jangan terlalu cape ya, aku udah sampe mako 20 menit yang lalu "
Neta tersenyum setelah membaca pesan dari suaminya, ia langsung membalas pesan dari Dika lalu menyimpan kembali ponselnya, Neta kembali fokus pada file-file di hadapannya.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan istirahat makan siang, ia pun sudah merasa cukup lapar. Ia berniat untuk mengajak ketiga sahabatnya makan siang bersama. Neta mulai mengirim pesan di grup mereka.
Neta : " Kakak-kakak ku makan siang dimana nih ? ikut gabung dong "
Pesan terkirim tidak lama Sofia membalas pesan grup dari Neta.
Sofia : " Adikku.. Bu Bosku.. ayoo mau makan dimana ? "
Ramon : " Kuyyy.. dimana dimana ? "
Indri : " Kita ikut aja, Bu Bos mau makan dimana ? "
Neta : " Cafe depan aja deh, gimana ? "
Indri : " Oke, tunggu di lobby ya "
Neta : " Oke "
__ADS_1
Sofia : " Oke "
Ramon : " Oke "
Mereka akan makan siang di Cafe depan perusahaan dan mereka janjian di lobby, sebelum turun ke lobby Neta mengirimkan pesan ke suaminya.
Neta : " Mas.. aku makan siang dulu ya sama 3 sekawan hehe.. jangan lupa kamu juga makan siang 😘 "
Setelah mengirimkan pesan Neta langsung menyimpan kembali ponselnya kedalam tas, tanpa menunggu balasan dari suaminya, ia keluar ruangan, berjalan lalu berjalan menaiki lift menuju lobby.
Di lobby Indri, Sofia dan Ramon sudah menunggu Neta.
" Ayo.. " ajak Neta.
" Yo.. "
Mereka berjalan menuju cafe depan perusahaan, sesampainya di cafe mereka mulai memesan apa yang akan mereka makan.
Neta memilih makan siang dengan mie tomyam ditambah minumannya jus jeruk. Sambil menunggu pesanan nya tiba terdengar suara dering telepon dari ponsel Neta, ia langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, terlihat "Suamiku" dari layar ponsel Neta.
Neta langsung mengangkat sambungan telepon nya.
Neta : " Halo Mas "
Dika : " Kamu makan siang ? "
Neta : " Iya Mas, sama Kak Indri, Mbak Sofi dan Ramon "
Dika : " Iya, kamu makan apa ? sebelum makan, kamu kirim foto makanan yang akan kamu makan ya "
Neta : " Hmm.. iya Mas.. "
Dika : " Oke kalo gitu, aku tutup ya "
Klik telepon ditutup.
" Pak Dika ? " tanya Indri.
" Hmm " Neta mengangguk.
Tidak lama pesanan mereka datang, Neta sudah sangat tidak sabar untuk memakan mie tomyam nya, akhir-akhir ini Neta lebih senang memakan makanan yang asam dan segar. Sebelum makan Neta memfoto dulu makanannya lalu dikirim ke suaminya membuat ketiga sahabatnya heran.
" Tumben.. makanan nya difoto dulu " ucap Ramon.
" Hmm.. gak tau nih Mas Dika, mungkin dia pengen tau juga apa yang dimakan sama anaknya " ucap Neta santai.
" Hah anak ? " Indri heran.
" Anak gimana ? " tanya Sofia.
Ramon pun tak kalah heran.
" Euuhh eh... hehehe mmhh.. kalian belum tahu ya.. kalo aku sekarang lagi hamil " Neta tersenyum kecil.
" Beneran ? " ucap Indri.
Neta hanya mengangguk.
" Alhamdulillah.. aku seneng banget loh.. selamat Ya.. selamat juga buat Pak Dika " balas Indri.
Ramon dan Sofia pun memberikan selamat kepada Neta.
" Akhirnya cucu mahkota akan segera hadir " ucap Sofia.
" Alhamdulillah.. doain ya semoga kehamilan ku lancar " susul Neta.
" Aamiin.. "
" Wah beneran harus ekstra nih sekarang.. ekstra menjaga calon putra mahkotanya Pak Dika " Ucap Indri disusul tawa dari ketiganya.
__ADS_1