
Cluster Cendana
" Aku berangkat ya.. " ucap Dika kepada istrinya.
" Hmm.. " Neta yang sedang duduk di sofa kamarnya menghampiri Dika.
" Kamu besok kembali ke kantor kan ? nanti aku hubungi Tio buat jemput kamu " susul Dika.
" Gak usah Mas, aku berangkat sendiri aja, mobilku kan ada, nggak apa-apa ya.. " balas Neta.
" Iya.. nggak apa-apa kalo itu mau kamu, tapi kamu harus hati-hati dijalan jangan sampe kena tilang lagi " Dika tertawa kecil.
" Hmm.. kamu sih itu "
" Aku gimana ? "
" Iya kamu, coba waktu itu bilang aja, oh ini temenku loh.. nggak apa-apa salah jalan puter balik aja gitu, bukannya malah ngebiarin aku ditilang " ucap Neta.
" Hahahaha " Dika terbahak.
" Enak banget dong kalo kaya gitu, kalo semua gak mematuhi peraturan mau kaya gimana ? semua kan udah ada aturannya, aturan lalulintas dibuat untuk keselamatan berkendara juga, kalo semua udah sadar akan keselamatan masing-masing yakin deh gak bakalan ada yang melanggar peraturan " ucap Dika.
" Hmmm iya Pak iya.. "
Dika tersenyum sekilas, meraih tangan istrinya.
" Aku berangkat ke kantor lagi ya " Dika mencium kening istrinya.
" Mas ... " Neta memeluk suaminya.
" Kenapa ? " tanya Dika membalas pelukan istrinya.
Neta hanya menggelengkan kepala, mengeratkan pelukannya. Dika hanya tersenyum dalam hati.
" Mas jangan pergi ya.. " ucap Neta mendongkakan wajahnya.
" Hmm.. kalo kerjaan aku udah selesai, aku langsung pulang kok " balas Dika.
" Iya.. iya.. deh " Neta melepaskan pelukannya.
" Kenapa Neta jadi manja gini sih ? gak biasanya " batin Dika heran.
Dika kembali mengecup kening dan kedua pipi istrinya.
__ADS_1
" Mas.. hati-hati ya.. kabarin aku.. jangan susah kalo aku hubungi pokonya " ucap Neta.
" Iya sayang.. aku nya aja belum pergi masih didepan kamu " balas Dika sedikit memijit pelipisnya.
" Ya udah ayo, aku anter sampe depan "
" Iyaa.. sekalian mau pamit juga ke Ayah sama Ibu " balas Dika.
Neta dan Dika keluar kamar, mereka berdua menghampiri Ayah dan Ibu, Ayah sedang menonton siaran televisi sedangkan ibu sedang memasak di dapur.
" Yah.. Dika pamit "
" Loh mau kemana ? kan baru sampe " tanya Ayah.
Ibu yang mendengar Dika pamit langsung menunda pekerjaan, berjalan menghampiri Dika.
" Mau kemana Dika ? " tanya Ibu.
" Dika harus kembali kekantor, karena nanti malam ada tugas yang harus Dika laksanakan juga " ucapnya.
" Hmm.. makan dulu lah, sebentar lagi selesai kok " balas Ibu.
" Maaf Bu, Dika sudah ditunggu di kantor, selesai pekerjaan Dika langsung pulang kok, euhh Dika titip Neta dulu ya Bu disini, soalnya Dika khawatir kalo Neta di rumah sendiri " susul Dika.
" Belum pasti, jika target bisa cepat ditangkap, Dika pun akan cepat pulang Yah Bu "
" Hmm.. ya sudah kalau begitu, hati-hati ya jaga dirimu baik-baik"
" Baik Yah " Dika menyalami Ayah mertuanya.
" Dika pamit ya Bu " Ia menyalami Ibu mertuanya.
" Iya.. Nak hati-hati "
" Iya Bu "
Neta mengantarkan suaminya sampai depan rumah, namun entah mengapa tidak seperti biasanya Neta merasa tidak bersemangat mengantarkan kepergian Dika. Dika yang merasa ada yang aneh pada istrinya kembali membuka kaca mobil sebelum berangkat.
" Sayang... " ia mengangkat ibu jari dan telunjuk nya membentuk gambar hati.
Membuat Neta sedikit tersenyum melihatnya.
" Nah gitu dong.. jangan ditekuk terus wajahnya " ucap Dika.
__ADS_1
Neta hanya tersenyum.
" Aku berangkat ya Assalamu'alaikum "
Mobil melaju meninggalkan halaman rumah orangtua Neta, Neta masih memerhatikan mobil suaminya hingga tidak terlihat dari penglihatan nya.
Neta menutup pagar, kembali masuk kedalam rumah.
...****************...
Dalam perjalanan Dika merasa aneh dengan tingkah Neta hari ini.
" Ada apa dengan Neta ya, kok gak biasanya dia seperti itu " gumam Dika.
" Mungkin dia lagi manja aja " gumam Dika ia tersenyum sekilas kembali fokus dengan kemudinya.
Sesampainya di kantor Dika sudah ditunggu oleh pimpinan dan beberapa rekannya. Mereka akan mengungkap kasus perdagangan manusia yang meresahkan masyarakat akhir-akhir ini.
Penangkapan akan di mulai pada malam hari, rute yang akan dilalui sudah mulai dibuatkan peta, Tim sebelumnya sudah mengintai keberadaan para target yang akan ditangkap.
Pergerakan mereka terus dipantau dan sampai nanti malam adalah waktu yang tepat untuk dilakukan penangkapan.
" Selamat sore semuanya "
" Sore.. "
" Terima kasih atas kehadiran nya sore ini, berdasarkan atensi dari pimpinan, kita akan melakukan penangkapan kepada para pelaku kejahatan perdagangan manusia, berdasarkan laporan dari beberapa masyarakat, lalu sebelum nya kita sudah melakukan pengembangan juga, pada malam nanti setelah shalat isya mari kita ungkap kejahatan perdagangan manusia ini. Kita akan dibagi beberapa Tim semua akan di pimpin oleh Iptu Mahardika "
" Siap " ucap Dika.
" Oke.. semua sudah paham ya, target yang akan kita tangkap ini, pesan saya .. bekerja dengan hati tulus dan ikhlas.. demi keamanan, jaga diri masing-masing karena bagaimanapun ada keluarga kita menunggu di rumah dan tetap selalu berdoa meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT "
Setelah pengarahan dari pimpinan, Dika dan anggota yang lain kembali dengan pekerjaannya membuat strategi untuk penangkapan nanti malam.
" Semoga dimudahkan malam ini " Kevin kepada Dika.
" Aamiin.. "
" Kita harus semangat, demi keamanan masyarakat dan demi anak istri di rumah.. merdeka !! " ucap Kevin.
" Merdekaaa !!! " balas anggota lain serempak, disusul gelak tawa dari mereka.
Kevin memang selalu membuat rekan-rekannya tertawa, agar situasi tidak begitu tegang.
__ADS_1