Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 139


__ADS_3

Hari berganti waktu berlalu, sudah 3 bulan usia si kembar, pola tidurnya pun sudah normal, Neta sudah mulai merasa bosan tinggal di rumah saja tanpa ada kegiatan diluar rumah, Kiki semakin telaten merawat Si kembar, Neta sudah merasa tenang jika menitipkan anak-anaknya kepada Kiki.


Sebelumnya Dika sudah memasang cctv khusus dikamar Si kembar tanpa sepengetahuan Kiki dan Mbok Sum, cctv yang amat sangat kecil namun bisa menjangkau seluruh ruangan kamar, sesekali Dika mengecek cctv dikamar anaknya, di waktu senggang pekerjaan nya, untuk satu bulan ini setelah Kiki bekerja tidak ada yang aneh bahkan terlihat Kiki sangat telaten mengurus anak-anak nya, membuat Dika pun sedikit tenang.


Neta masuk kedalam ruang kerja Dika, setelah tadi sebelumnya ia melihat dulu keadaan anak-anak nya sedang bermain bersama Kiki. Neta duduk di kursi yang biasa digunakan oleh Dika dan dirinya, Neta mulai menyalakan laptopnya, melihat beberapa email masuk, karena Tio dan Lisa selalu mengirimkan laporan perusahaan setiap harinya melalui email.


Neta mulai membuka satu persatu laporan yang masuk, ia sedikit mengernyitkan dahinya.


" Ya ampun.. Mas Dika belum memeriksa laporan perusahaan sudah hampir 2 bulan ini.. ck " gumam Neta.


" Apa ini laporan pengeluaran barang ? Barang apa ? kok ada tanda tangan Mas Dika ? sedangkan di tanggalnya harusnya masih aku yang menerima laporan ini, pasti ada yang gak beres " gumam Neta lagi.


Neta langsung mengambil ponselnya ia mencoba untuk menghubungi Lisa sekretaris nya terlebih dahulu.


Lisa : " Halo.. pagi Bu Neta "


Neta : " Pagi Lisa, oya kamu bisa lihat laporan tanggal ........ "


Lisa : " Baik Bu, sebentar "


Neta menunggu, Lisa sedang memeriksa kembali beberapa laporan yang diminta oleh Neta.


Lisa : " Bu, disini tertera laporan pengeluaran barang Bu, yang sudah ditandatangani oleh Pak Dika "


Neta : " Oh oke terima kasih "


Lisa : " Sama-sama Bu "


Setelah menghubungi Lisa, Neta langsung menghubungi Tio.


Neta : " Pagi Pak Tio "


Tio : " Pagi Mbak Neta, ada yang bisa saya bantu ? "


Neta : " Pak Tio, apa selama 2 bulan ini Mas Dika jarang memeriksa laporan ya ? "


Tio : " Hmm.. saya lihat memang betul seperti itu "


Neta : " Hmm.. Pak Tio ada laporan yang sedikit mengganjal, laloran pengeluaran Barang di tanggal ....... coba di cek ulang "


Tio langsung mencari-cari laporan yang Neta minta, ia membacanya dan terperanjat kaget.


Tio : " Mbak.. ini ada tanda tangan Mas Dika "

__ADS_1


Neta : " Nah itu masalahnya, padahal pada tanggal itu harusnya saya memeriksa laporan "


Tio : " Mbak mohon maaf ini kelalaian saya "


Tio merasa lalai, meloloskan laporan yang ditandatangani Dika, padahal ia pun menyadari Dika tidak ada di perusahaan saat itu.


Neta : " Pak Tio, pasti ada yang gak beres di perusahaan selama saya cuti, saya akan segera kesana menyelesaikan semua ini "


Tio : " Ba..baik Mbak Neta.. "


Telepon ditutup. Neta pastikan ada karyawan yang berniat curang di Perusahaan, ia harus segera ke perusahaan tapi ia ingat bagaimana dengan anak-anak, sepertinya Dika belum mengijinkan Neta untuk kembali ke perusahaan, tapi jika perusahaan didiamkan begitu saja bagaimana nanti ke depannya.


" Ya Allah.. aku bingung.. jika perusahaan didiamkan begitu saja, bagaimana kedepannya, kasian Ayah yang sudah membesarkan perusahaan itu " batin Neta.


Ia bergegas menuju kamar Nala dan Nathan.


" Ki, tolong gantikan baju Nala dan Nathan, bawa pelengkapan nya secukupnya saja, jangan lupa popoknya juga " ucap Neta.


" Baik Bu, tapi kita mau kemana Bu ? " tanya Kiki


" Ke Perusahaan " Jawab Neta singkat.


Lalu Neta berlalu meninggalkan Kiki dengan kedua anaknya di dalam kamar menuju kamar pribadinya.


Dika : " Halo sayang "


Neta : " Mas hari ini aku ke perusahaan ya ? "


Dika : " Maksud kamu ? memangnya aku udah ijinin kamu buat kembali ke perusahaan ? kan belum ? "


Neta : " Mas please.. ini darurat "


Neta menjelaskan secara rinci laporan temuannya kepada Dika. Dika pun menyadari tidak pernah membubuhkan tandatangan nya dilaporan mana pun, apalagi laporan mengeluaran barang.


Dika : " Bagaimana dengan si kembar ? "


Neta : " Aku ajak Mas "


Dika : " Oke.. hati-hati "


Dika pun tidak bisa menolak permintaan istrinya, ia pun merasa sedikit bingung jika ia tidak mengijinkan Neta bagaimana dengan perusahaan Ayah nya, walaupun sebetulnya Dika hanya menginginkan Neta untuk tinggal di rumah bersama anak-anaknya.


Setelah menghubungi suaminya, Neta segera bersiap untuk menuju perusahaan. Saat sudah siap ia bingung pergi ke perusahaan menggunakan apa, sedangkan Neta akan membawa kedua anaknya begitupun Kiki.

__ADS_1


Karena mobil hanya ada satu itupun digunakan oleh Dika, untuk bekerja. Akhirnya Neta membuka aplikasi angkutan online, Neta memesan angkutan online, setelah menunggu sekitar 15 menit angkutan online yang Neta pesan sudah menunggu di depan rumah.


Neta pamit lalu menitip pesan kepada Mbok Sum. Neta, Kiki dan kedua anaknya pergi menuju perusahaan menaiki kendaraan online.


Kiki baru tahu jika Neta memiliki perusahaan, karena yang ia tahu selama ini Neta hanya Ibu yang hanya mengurus rumah tangga.


Di dalam perjalan ponsel Neta berdering, Neta lalu mengambilnya dari dalam tas, terlihat id pemanggil suaminya.


" Halo Mas "


" Sayang kamu dimana ? " Dika baru teringat jika di rumah tidak ada lagi kendaraan untuk Neta pergi ke perusahaan.


" Aku udah di jalan Mas "


" Pergi pake apa ? sama siapa ? " tanya Dika.


" Pake angkutan online Mas.. "


" Oke hati-hati selalu kabarin aku " ucap Dika.


" Iya Mas "


Klik telepon ditutup.


Neta hanya tersenyum kecil, ia tahu mungkin suaminya khawatir, apalagi ia membawa serta kedua anaknya ke perusahaan.


Tidak lama Neta sudah sampai di perusahaan MGM Grup ia turun dari mobil disambut oleh satpam yang biasa berjaga.


" Selamat siang Bu Neta, Alhamdulillah sudah kembali ke perusahaan " ucap Satpam.


" Iya Pak, apa kabar ? "


" Syukur Alhamdulillah kabar baik "


" Oke.. kalau gitu saya ke ruangan dulu ya " ucap Neta.


Neta berjalan sambil mendorong Nathan di stroller nya, sedangkan Nala digendong Kiki mengekori Neta.


Neta langsung menuju lift khusus presdir, ia melihat perusahaan terasa sangat sepi, Neta sudah tidak enak hati. Beberapa karyawan yang berpapasan dengan Neta ada yang menyambutnya dengan baik, ada juga yang merasa kaget dan heran Neta ada di perusahaan.


Ada apa dengan perusahaan MGM Grup ? Tetap tunggu kelanjutannya yaa...


Terima kasih author untuk pembaca semua yang sudah setia menunggu kelanjutan cerita Dika dan Neta 🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2