Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 218


__ADS_3

'Bin .. aku sekarang ke rumah kamu ya.. orangtuaku sudah berada di rumah Mas Dika, tapi aku dulu aja sendiri kesana '


Bian mengirimkan pesan kepada Binar. Sebelumnya ia pun sudah memberitahu kedua orangtuanya dan kakaknya jika ia akan berkunjung ke rumah Binar, dengan tujuan untuk bertemu kedua orangtua Binar.


Ibu sangat setuju dengan keputusan Bian untuk datang menemui orangtua Binar, Ayah pun sama, Dika selalu mendukung keputusan apa yang diambil adik ipar nya, namun Neta sedikit ragu, karena ia diberitahu oleh Bian permasalahan nya dengan Binar.


" Ian.. kamu yakin ? " tanya Neta.


" Yakinlah Mbak.. masa nggak ? " jawab Bian.


" Hmm.. ya udah tapi kalo misalkan orangtua Binar tidak menerima mu dengan baik, kamu segera pulang, Mbak gak mau kalo kamu adik Mbak satu-satunya diperlakukan tidak baik " Ucap Neta.


" Siap Mbak.. tapi aku yakin orangtua Binar gak kaya gitu kok,mereka cuma butuh tahu dan ketemu aja siapa aku " ucap Bian.


" Oke.. take care.. " susul Neta.


Setelah pamit kepada kedua orangtuanya juga kepada kakaknya, Bian bergegas menuju rumah Binar, pacar lima langkahnya jika ia datang dari rumah kakak nya.


Bian memasuki halaman rumah Binar, ia menenangkan diro dulu sebelum memencet bel rumah.


Setelah tenang ia langsung memencet Bel, tidak lama terdengar seseorang membuka pintu.


" Assalamu'alaikum Pak " ucap Bian.


" Wa'alaikumusalam.. siapa ya ? ada perlu apa ? " tanya Ayah Binar.


" Saya Bian Pak, saya ingin bertemu dengan Binar " ucap Bian.


" Oh.. temannya Binar ya.. saya Ayah nya Binar, silakan masuk.. tadi juga Binar cerita katanya temannya ada yang mau datang.. silakan duduk dulu saya panggil Binar " ucap Ayah Binar.


" Terima kasih banyak Pak "


Bian duduk, kekhawatiran yang ia rasakan sebelumnya seketika hilang saat ia disambut baik oleh Ayah Binar.


Tapi Ayah nya Binar baik, aku pikir bakal langsung diusir tapi malah disuruh masuk batin Bian.


Tidak lama Binar datang dengan Kedua orang tuanya. Ibu Binar sudah memasang wajah yang kurang bersahabat. Bian saat melihat Binar dan kedua orangtuanya, ia berdiri dari duduknya menyalami Ibu Binar.


Ibu Binar langsung duduk disusul oleh Ayah dan Binar.


" Silakan duduk lagi, nak... ? " Ayah sedikit berpikir.


" Bian Pak "


" Ya itu.. "


" Hmm.. langsung aja ya Nak.. Bian.. Apa maksud kedatangan Nak Bian kesini ? " ucap Ibu Binar to the point.

__ADS_1


Ayah yang mendengar ucapan istrinya langsung menyenggol tangannya, ia memberikan kode jangan sampai bertanya yang menyinggung.


Binar langsung tidak nyaman dengan sikap ibunya.


" Ehem.. mmh.. maksud kedatangan saya kesini, ingin bersilaturahim saja kepada Bapak dan Ibu selaku orangtua Binar, mohon maaf jika saya lancang.. " ucap Bian.


" Ya.. dengan senang hati Nak Bian.. " ucap Ayah.


Ibu yang melihat Ayah langsung membulatkan matanya. Namun Ayah terlihat santai.


" Kamu tinggal dimana ? " tanya Ibu.


" Saya tinggal di Cluster Cendana Bu " jawab Bian.


" Cluster Cendana ? " ucap Ibu Binar mengulangi.


" Iya betul Bu "


" Bukan orang sembarangan kaya nya, tinggalnya aja di Cluster Cendana " batin Ibu Binar.


" Oya.. saya selewat pernah lihat Nak Bian di daerah sini ? " tanya Ayah Binar karena ia merasa familiar dengan wajah Bian, ia merasa pernah bertemu Bian namun tidak pernah bertegur sapa.


" Iya Pak, saya kesini ke rumah kakak saya " ucap Bian.


" Kakak ? " tanya Ibu Binar menyelidik.


" Iya Bu, Kakak saya Mbak Neta rumahnya tepat di sebelah rumah ini " ucap Bian.


Ya Tuhan Ibu... malu-maluin aja batin Binar salah tingkah.


" Jadi kamu adik dari Pak Dika ? " tanya Ibu Binar.


" Pak Dika kakak ipar saya, saya adik dari Mbak Neta " jawab Bian.


" Ya ampuunn.. Bin.. kok kamu gak bilang temen kamu itu ini.. " ucap Ibu Binar.


" Ya kan setiap aku jelasin Ibu selalu gak mau denger " ucap Binar spontan.


Mendengar ucapan Binar, Ibu menjadi salah tingkah.


" Bukan begitu, ya wajar dong kalo Ibu takut laki-laki temen kamu itu yang gak jelas.. kalo yang ini sih jelas, jelas banget malah.. wajar kan ya Nak Bian, kalo Ibu khawatir ke anak sendiri " ucap Ibu Binar.


Ayah yang melihat tingkah istrinya lagi-lagi hanya menggeleng kan kepalanya.


Bu.. Bu... makanya kalo anak jelasin itu dengerin batin Ayah Binar.


" Jadi sekarang kamu bekerja satu kantor dengan Pak Dika dong ya.. "

__ADS_1


" Iya Bu betul "


Ibu Binar mendominasi berbagai pertanyaan yang ditanyakan kepada Bian, Bian dengan senang hati menjawab semua pertanyaan Ibu Binar.


Binar hanya tersenyum kecil, sesekali Bian melihat Binar yang wajahnya sudah tidak tegang seperti saat pertama Bian berbicara dengan Ibu nya.


Akhirnya.. Ibu bisa nerima Mas Bian.. batin Binar.


" Bu.. tolong bikinkan dulu teh untuk Nak Bian " ucap Ayah karena ia tahu, Ibu selalu mendominasi membuat tidak ada kesempatan bagi Binar dan Bian untuk berbicara.


" Oh iya hampir lupa, sebentar ya.. silakan kalian berdua ngobrol dulu "


Ayah pun ikut menyusul istrinya.


" Silakan ngobrol dulu, Ayah tinggal kedalam dulu "ucap Ayah.


" Makasih Yah " ucap Binar.


Ayah hanya mengangguk tersenyum, Bian pun tersenyum.


Tinggalah Bian dan Binar berdua di ruang tamu.


" Mas Bian makasih ya.. " ucap Binar.


" Iya.. kamu kok tegang sih ? kamu bilang Ibu kamu katanya gak nerima kalo ada laki-laki yang dateng ke rumah, buktinya barusan dia happy aja ketemu sama aku " balas Bian.


" Aku juga bingung Mas, kamu pake pelet apa ? " tanya Binar.


" Sembarangan .. mungkin Ibu juga terkesima sama ketampanan aku hehehe " Bian tertawa ditahan.


" Ihh.... narsis... "


" Hehehe nggak deh.. bohong... ya mungkin Ibu kamu ngeliat kesungguhan aku kali "


" Ya.. Alhamdulillah deh.. aku besok balik ke asrama jadi gak kepikiran " ucap Binar.


" Besok jam berapa ? " tanya Bian.


" Siang aja kayanya " jawab Binar.


" Oke.. aku anter.. "


" Gak usah Mas, aku mau naik kereta " ucap Binar.


" Aku anter, gak usah nolak "


" Hmm.. oke.. makasih "

__ADS_1


Bian hanya membalas dengan senyuman, pertemuan kali ini tidak terlalu menegangkan bagi Bian, karena semua lancar dan ia pun di terima baik oleh keluarga Binar.


🌹🌹🌹


__ADS_2