Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 223


__ADS_3

" Mas.. ini udah sore loh.. gak ke hotel ? aku capek gerah juga pengen mandi.. " ucap Neta kepada suaminya.


" Ke hotel dong tapi sebentar ya aku masih pengen nikmatin pesona alam di pantai ini " balas Dika.


" Hotel yang bakal kita nginep juga kan langsung lepas pantai Mas.. yuk ke hotel yuk.. " Neta merengek seperti anak kecil.


Bukan tidak ingin Dika mengajak nya segera ke hotel, namun Dika sudah mempersiapkan kejutan untuk istrinya di hotel nanti, sehingga ia mengulur-ulur waktu sampai malam nanti.


" Sebentar lagi Yang... sebentar lagi ya.. " Dika memohon.


" Hmm.. ya udah " Neta kembali duduk menyeruput air kelapa dan memakan cemilan yang ada dihadapannya.


Tidak terasa langit sudah berubah kelabu, terdengar suara adzan dari ponsel Dika, yang biasa ia setting untuk mengingatnya waktu shalat jika ia sedang berada di luar rumah.


" Tuh kan Mas udah maghrib " ucap Neta.


" Iya kita cari dulu mesjid atau mushola sekalian kita ke hotel " balas Dika.


Neta menyetujui, ia langsung mengambil tas nya, berjalan menuju mobil yang terparkir semenjak tadi siang.


Mereka berdua mencari mushola terlebih dahulu untuk melaksanakan kewajibannya, setelah selesai shalat mereka kembali melanjutkan perjalanan.


" Yang.. kamu laper gak ? atau mau makan dimana ? " tanya Dika.


" Nggak deh Mas.. aku tadi kebanyakan minum air kelapa, belum ngemil, kamu mau makan lagi ? " jawab Neta.


" Nggak aku juga " Dika menggelengkan kepalanya.


" Hmm.. anak-anak gimana ya ? " tanya Neta ke Dika.


" Aman Yang.. " jawab Dika.


" Kok kamu tahu ? " Neta menyelidik.


" Iya tadi Ibu sempet ngirim pesan ke aku, waktu kamu lagi lari-lari gak jelas di pantai " Dika tertawa.


" Hmm.. " Neta memutar bola matanya.


Sekitar 2 jam perjalanan menuju hotel tujuan mereka berdua. Dika masih fokus mengemudi, sedangkan Neta sudah tidak kuat matanya terasa berat, lalu ia memejamkan matanya tidur di mobil.


Dika sesekali ngoceh sendiri namun tidak ada jawaban dari istrinya. Ia menoleh ke arah Neta, ia melihat Neta sedang tertidur pulas. Dika hanya tersenyum kecil kembali fokus mengemudi.


Sampai akhirnya mereka berdua sampai di hotel yang sudah di booking sebelumnya. Dika memarkirkan mobil tepat di depan lobby, ia sudah disambut oleh petugas hotel. Dika langsung membangunkan istrinya, ia melihat jam di pergelangan tangannya masih jam 10 malam. Masih 2 jam menuju pukul 12 malam, tepat dimana usia Neta bertambah.


" Hmm.. susah banget di bangunin pules banget " gumam Dika.

__ADS_1


Akhirnya Dika meninggalkan Neta di dalam mobil membiarkan ia tidur, ia menuju resepsionis untuk check-in terlebih dahulu. Sebelum nya ia membuka sedikit kaca mobil agar ada udara yang masuk sehingga Neta tidak merasa sesak di dalam mobil.


Dika sampai di bagian resepsionis hotel, ia pun sudah menanyakan kesiapan kamar dan semua sudah oke, Dika membawa kunci kamar dan kembali ke parkiran mobil, ia masuk kedalam mobil melihat istri nya masih tertidur pulas.


" Ya ampun ini beneran tidur atau apa sih ? " gumam Dika.


Ia pun menunggu hingga jam mendekati pukul 12 malam, Dika pun sedikit mengantuk lalu ia memejamkan matanya sekejap, tidak lama Neta merasa jika mobil yang ia naiki berhenti, ia terbangun, lalu melihat suaminya tertidur di sampingnya.


" Dimana ini ? " gumam Neta, mengedarkan pandangan nya.


" Ini kayanya hotel, kenapa Mas Dika jadi tidur juga sih ? " Neta kembali bergumam.


Ia lalu menggoyangkan tubuh suaminya, Dika terperanjat kaget.


" Yang.. udah bangun ? " tanya Dika.


" Iya.. kok malah tidur di mobil ? emang hotelnya tutup ? " tanya Neta balik.


" Aku nungguin kamu bangun, kamu tidur udah kaya mayat " ucap Dika.


" Hmm.. aku capek Mas .. " balas Neta.


" Tapi sekarang gimana ? udah segeran kan karena selama perjalanan tadi kamu tidur " ucap Dika.


" Mendingan " balas Neta tersenyum.


Neta dan Dika mengeluarkan koper nya dari dalam mobil. Ia masing-masing membawa koper nya karena perlengkapan mereka selama 5 hari tidak cukup hanya dalam 1 koper.


Dika langsung masuk kedalam hotel, Neta mengekori suaminya.


Sesampainya di depan kamar, Dika menempelkan kartu untuk membuka pintu kamar.


" Wanginya enak banget ini kamar gak sabar buat rebahan lagi " ucap Neta saat baru memasuki kamar.


Dika menutup pintu kamar lalu lampu pun menyala. Neta tercengang melihat isi kamarnya. Kasur yang sudah ditata, bertaburkan bunga mawar merah dan putih, kue ulang tahun yang tersimpan di meja dan pernak pernik elegan yang membuat Neta sedikit heran.


" Mas... " Neta menoleh ke arah suaminya.


" Hmm... " Dika menghampiri istrinya.


" Ini semua buat aku ? kamu gak salah pilih kamar ? " tanya Neta.


" Nggak lah, emang ini semua buat kamu.. selamat ulang tahun ya sayang " Dika memeluk lalu mengecup kening istrinya


" Ya ampun Mas.. makasih.. aku terharu banget.. emang aku ulang tahun ya ? " tanya Neta mendongak kan wajahnya.

__ADS_1


" Kamu sampe lupa sama ulang tahun sendiri Yang.. " ucap Dika.


" Hehehe "


" Ini kamu semua yang nyiapin Mas ? " tanya Neta.


" Hmm.. aku minta pihak hotel untuk menyiapkan untuk kamu, tapi ide nya dari aku " jawab Dika.


" Hmm.. makasih ya.. " Neta mengecup sekilas bibir suaminya, membuat Dika tercengang, biasanya Neta tidak seinisiatif itu.


Neta berjalan menuju balkon kamar, terdengar deburan ombak yang membuat malam ini terasa romantis. Di meja disisi balkon sudah tersedia makan malam untuk mereka berdua.


" Mas.. " Neta memanggil suaminya yang sudah berada berdiri dibelakangnya.


" Kenapa ? " tanya Dika.


" Ini disediain makan malem juga, makan malem yang kemaleman banget Mas " ucap Neta.


" Iya gak apa-apa kita nikmati malam ulangtahun kamu ini Yang.. " balas Dika.


" Mas.. kamu kok bisa seinisiatif ini sih ? " tanya Neta memeluk suaminya.


" Emang biasanya ? " tanya Dika balik.


" Biasanya.... gini juga sih tapi kadang-kadang kalo kamu nya lagi bener hahahaha " Neta tertawa.


" Kamu yaa... "


Neta kembali masuk kedalam kamar, Dika pun menyusul nya. Neta membuka koper yang ia bawa ia berniat untuk bersih-bersih dulu. Ia membawa satu baju tidur di tangannya. Dika meraih tangan istrinya.


" Yang simpen lagi baju nya " ucap Dika.


" Kan aku mau bersih-bersih dulu Mas " balas Neta.


" Iya.. silakan.. baju nya udah disiapin di lemari, ada jubah mandi juga disana, handuk juga " ucap Dika.


" Oh oke.. " Neta langsung menuju lemari yang bersebalahan dengan kamar mandi.


Saat Neta membuka lemari disana sudah tergantung jubah mandi beberapa handuk satu baju tidur yang sangat tipis. Neta mengambil baju itu, ia merasa geli sendiri jika dirinya memakai itu.


" Mas.. " Neta memperlihatkan baju ke arah suaminya.


Dika hanya mengangguk tersenyum memerhatikan istrinya.


" Hah... " Neta membayangkan yang akan terjadi setelah ini.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2