
Komplek Perumahan Nirwana
" Neta.. sabar sayang.. kita masih menunggu informasi yang akurat " ucap Ibu Neta dan juga Ibu mertuanya yang selalu berada disamping Neta.
Neta hanya terdiam, ia terus saja menangis memikirkan nasib suaminya, jika terjadi apa-apa bagaimana nasib anak yang ia kandung begitupun dirinya.
" Mas.. maafin aku.. aku banyak salah sama kamu.. " batin Neta ia kembali meneteskan air matanya.
Ibu nya dan Ibu mertuanya yang melihat keadaan Neta semakin iba, mereka pun ikut menangis melihat kondisi anak dan menantunya.
Tiba-tiba terdengar dering telepon dari ponsel Pak Arman. Karena sebelumnya Pak Arman langsung menghubungi pihak kantor Dika untuk menanyakan perihal kebenaran berita yang beredar.
Anggota : " Selamat Siang Pak "
Pak Arman : " Ya Siang "
Anggota : " Kami dari kepolisian, kami ingin menginfokan apa yang menjadi pertanyaan Bapak tadi, mohon maaf Bapak menunggu karena kami juga harus berkoordinasi terlebih dahulu mengenai keberadaan anggota kami "
Pak Arman : " Ya, jadi bagaimana ? "
Anggota : " Kami sudah menurunkan anggota kami ke lapangan, menurut mereka keberadaan ketiga anggota kami yang sempat lost contact sudah diketahui keberadaannya, hanya saja anggota kami dilapang masih harus melakukan negosiasi, insyaallah kami pastikan ketiga anggota kami selamat "
Pak Arman : " Baik, terima kasih informasinya
Anggota : " Sama-sama Pak untuk kabar selanjutnya nanti pihak kami akan menghubungi bapak kembali "
Pak Arman : " Terima kasih "
__ADS_1
Klik telepon ditutup.
" Gimana Yah ? " tanya Ibu Dika.
" Hmm.. " Pak Arman hanya mengangguk menghela nafas dalam.
" Benar.. berita itu memang benar, hanya saja sekarang sudah ada titik terang, mereka sudah mengetahui keberadaan Dika, dan nanti mereka akan menghubungi kita lagi " ucap Pak Arman.
" Lalu bagaimana dengan Dika nya ? " tanya Ibu Dika kembali.
" Mereka memastikan jika semua aman " jawab Pak Arman lagi.
" Alhamdulillah.. " Jawab mereka berbarengan.
Neta masih saja terdiam, ia belum mau makan apa-apa jika belum mendapatkan informasi yang benar-benar akurat bahwa suaminya aman dan selamat.
" Sayang... makan dulu ya.. atau minum susu kamu harus kasian kepada anak yang kami kandung Nak.. insyaallah suami mu baik-baik saja " ucap Ibu kepada Neta.
Ibu sedikit terhenyak.
" Yah.. " Ibu menoleh ke arah suaminya.
Ayah Neta hanya mengangguk pelan, ia memberikan kode kepada Ibu Neta untuk tetap tenang. Ayah yakin semua akan baik-baik saja.
...****************...
Di hutan
__ADS_1
" Arrggghhhh " terdengar erangan dari dalam bangunan.
" Ya Tuhan.. apa yang mereka lakukan kepada Dika, Kevin dan Surya " gumam Alfarezy.
Ia pun sudah sangat geram, dirasa waktu yang pas, Al memerintahkan anggotanya untuk mulai mengepung dan mendobrak pintu bangunan itu. Dengan senjata lengkap mereka mulai masuk satu persatu.
" Satu.. Dua.. Tiga.. " Al memberikan aba-aba.
Brakkkkk
Semua didalam ruangan terhenyak kaget melihat Al dan beberapa anggotanya sudah mengepung bangunan itu. Benar saja Dika, Kevin dan Surya mereka sekap disana.
" Hey... akhirnya kalian datang juga untuk menjemput kawan kalian kan ? " ucap salah satu bandit.
" Sudahlah saya tidak ingin basa basi, lepaskan anggota kami, 7 anggota kalian pun sudah berada pada kami " ucap Alfarezy.
" Tidak adil seperti nya, jika disini hanya menyekap 3 orang sedangkan anggota kami yang kalian bawa ada 7 orang " ucap Bandit lagi.
Bandit itu memberikan kode kepada kedua rekannya.
Anggota bersiap, kericuhan tidak dapat dielakkan, Gino yang pada saat itu berada di lokasi segera melepaskan Dika, Kevin dan Surya.
Dika kembali mengambil senjatanya walaupun dengan tubuh yang sudah goyah, Kevin dibantu oleh Gino untuk keluar bangunan, Surya pun dibantu anggota lain untuk keluar bangunan.
Al dan anggotanya yang dibantu oleh Dika, masih berjibaku dengan ketiga Bandit hingga akhirnya Dika melepaskan tembakannya dari senjata yang ia pegang, mengenai kaki salah satu bandit, lalu disusul oleh dua orang lagi yang akhirnya bisa di lumpuhkan.
Penangkapan berhasil.
__ADS_1
Ketiga Bandit dibawa oleh anggota tim Al, sedangkan Al dan Dika mengelilingi bangunan, mencari barang bukti dan benar saja di gudang belakang bangunan terdapat beberapa dus besar setelah di cek ternyata berisi narkotika jenis sabu.
Dika langsung menghubungi yang berada di Mako, untuk segera mengirim bantuan, mengirimkan ambulan dan tim dari Badan Narkotika.