Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 54


__ADS_3

Perusahaan MGM Grup


" Sepi banget yaa gak ada Neta " Indri kepada Ramon dan Sofia.


" Iya bener.. dia itu tipikal anak yang bisa bikin suasana jadi enak, mood booster banget deh " susul Sofia.


" Hmm...lagi apa ya dia ? " balas Indri.


" Ya lagi bulan madu lah " susul Ramon.


" Eh tau gak ? kemarin kan aku iseng liat sosmed gitu, sesuatu yang jarang terjadi selama aku kerja disini, tau gak apa ? " Sofia ke Ramon dan Indri.


" Apaan ihh.. bikin penasaran " balas Indri.


" Pak Dika.. unggah fotonya bareng Neta dong.. "


" Hah.. aku liat dong.. "


" Aku juga "


Neta dan Ramon penasaran karena mereka berdua tidak berteman di sosial media dengan Dika, hanya Sofia yang berteman.


" Sebentar ya aku liatin deh " Sofia langsung mengeluarkan ponsel nya membuka sosial medianya.


" Nih.. " Sofia memperlihatkan foto yang Dika unggah di sosial media nya.


" Ya ampun so sweet banget " ucap Indri.


" Emang serasi sih mereka " susul Ramon.


" Pak Dika baru lagi dong posting di sosial medianya, setelah menikah sama Neta ini, coba deh liat postingan terakhir dia 5-6 tahun lalu kan ? " balas Sofia.


Indri melihat sosial media anak dari bosnya, dan benar apa yang diucapkan oleh Sofia.


" Bener banget Mbak.. jadi emang Neta cinta pertamanya Pak Dika ya.. " susul Indri.


" Iyaa kayanya sih gitu "


" Mulus banget yaa kisah cintanya Neta sama Pak Dika, konsep jodoh enggak kemana itu bener " ucap Indri.


" Heeh bener banget.. aku aja belom di nikahin nih.. hikss " balas Sofia.


" Sabar mbak.. jodoh gak akan kemana.. eh " Indri disusul tawa oleh ketiganya.


...****************...


Raja Ampat, Provinsi Papua Barat


Neta dan Dika mengawali destinasi wisatanya di Indonesia bagian timur ini ke Pulau Misool, salah satu dari 4 pulau terbesar di Raja Ampat dengan panorama keindahan yang sangat istimewa.


" Ibu.. aku sudah di Raja Ampat sekarang " ucap Neta saat melihat keindahan pulau Misool.


Dika yang melihat tingkah istrinya, hanya tersenyum.


" Sini aku fotoin, buat dikasih ke Ibu " Dika menawarkan.


Neta mengikuti arahan dari Dika. Beberapa pose berhasil Dika bidik.

__ADS_1


Beberapa tempat wisata disinggahi oleh Dika dan Neta selama di Raja Ampat. Mereka menghabiskan waktu sekitar 3 hari disana. Tidak lupa Neta dan Dika berkunjung ke pusat oleh-oleh khas Raja Ampat untuk dibawa pulang sebagai buah tangan untuk orangtua, keluarga dan teman-teman nya.


Hingga akhirnya waktu Neta dan Dika kembali pulang tiba. Neta dan Dika sudah diantarkan ke bandara, penerbangan kali ini akan memakan waktu sekitar 6 jam di udara.


Setelah kurang lebih 6 jam perjalanan Neta dan Dika sampai di kota kelahiran nya. Tio sudah menunggu Neta dan Dika di bandara, sebelum nya Dika sudah menghubungi Tio untuk menjemputnya.


Neta dan Dika berjalan menuju keluar bandara, Dika sudah melihat Tio duduk di kursi tunggu.


" Io.. " Dika menghampiri Tio.


" Mas Dika.. " Tio berdiri.


" Ayo.. " Dika mengajak Tio dan Istrinya.


Didalam mobil Neta tak kuasa menahan kantuknya, ia tidur di bahu suaminya. Dika melirik ke arah istrinya.


" Di pesawat tidur, di mobil tidur .. ck " Dika tersenyum kecil.


" Mas Dika, pulang kemana ini ? ke Rumah utama atau ke rumah Mas Dika ? " tanya Tio.


" Ke rumah aku sajalah " jawab Dika.


" Baik Mas "


" Oya.. bagaimana perusahaan ? " tanya Dika.


" Aman Mas.. "


" Syukurlah "


Sekitar 1 jam perjalan, Dika dan Neta sampai di rumah pribadi Dika, Neta masih belum bangun juga dari tidurnya.


" Hmmm.. " Neta membuka matanya.


" Sudah sampai "


" Iya.. " Neta yang masih harus mengumpulkan energinya.


" Gak usah bawa apa-apa, tas nya biar aku yang bawa " ucap Dika.


Neta turun dari mobil, ia baru sadar jika tempat ini asing baginya, ia hanya tahu rumah orangtua Dika, rumah pribadi Dika sendiri ia belum tahu karena Dika belum pernah mengajaknya.


" Mas.. mas.. ini dimana ? ini rumah siapa ? " Neta berjalan menghampiri Dika.


" Ini rumah kita sekarang " Dika tersenyum.


" Kita gak pulang ke rumah Ayah dan ibu dulu ? " tanya Neta lagi.


" Kita masih ada cuti beberapa hari, nanti kita berkunjung ke Ayah dan Ibuku, setelah itu ke Ayah dan Ibumu "


" Hmm.. oke "


Dika dan Neta masuk kedalam rumah, Tio membantu Dika menurunkan beberapa koper dari dalam mobil. Lalu membawanya ke dalam rumah.


" Tio simpan di ruang tengah saja "


" Oh ya baik Mas Dika"

__ADS_1


" Terima kasih ya Io.. "


" Terima kasih kasih Pak Tio "


" Sama-sama Mas Dika , Mbak Neta, kalau begitu saya permisi kembali ke kantor " Tio pamit.


" Oke.. Io tolong sampai kan kepada Ayah, mungkin besok lusa aku dan Neta akan ke rumah utama " ucap Dika.


" Baik Mas, nanti saya sampai kan "


Tio kembali ke kantor, Dika berjalan menutup pintu rumahnya, Neta sedang membuka koper, mengeluarkan beberapa pakaian kotornya dan beberapa barang nya.


" Mas.. " Neta memanggil Suaminya.


" Ada apa ? " tanya Dika menghampiri Neta.


" Ini baju kotor simpan dimana ? mesin cuci nya dimana ? " tanya Neta.


" Simpan dulu saja disitu, kamu memangnya tidak lelah ? istirahat dulu " jawab Dika.


" Hmm.. iya deh, kamar nya dimana ? Aku mau bersih-bersih gerah " tanya Neta lagi.


" Diatas.. yu aku anter "


Neta mengekori Dika menuju kamarnya, yang mulai saat ini menjadi kamar mereka. Dika memencet kode di handle pintu kamarnya, kamar Dika pun terbuka.


" Kamar ini pintu nya pakai kode, sini kode nya aku bisikin, takut pembaca pada denger hehe " ucap Dika.


" Oke.. aman.. tenang aja " balas Neta.


Neta masuk kedalam kamar, kamar dengan interior berwarna dominan coklat membuat kamar terkesan hangat. Dika berjalan membuka gorden, Neta mengekori Dika.


" Mas aku buka pintu nya ya " Neta membuka pintu kamar yang mengarah ke balkon yang di desain model roof top.


" Mas pasti ini tempat kamu cari angin " tanya Neta.


" Kamu kok kalo ngomong suka bener sih, jangan-jangan anak buah cenayang nih hahah " Dika menggoda Neta.


" Dihhh.. apaan cenanyang, aku juga di rumah ibu, balkon kamar tempat ternyaman aku kalo lagi banyak yang aku pikirin "


" Hmm.. jadi waktu aku dulu diem di depan rumah kamu, kamu tau dong ya, soalnya balkon kamar kamu kan langsung mengarah ke bagian depan rumah "


" Hmm.. emang iya aku tahu "


" Kok kamu gak nemuin aku, tega ya kamu.. bikin aku menderita saat itu "


" Tapi.. kan aku akhirnya nemuin kamu, kalo seandainya aku gak mau nemuin kamu, gimana ? " tanya Neta.


" Aku bakal nunggu kamu, sampai kapan pun gak peduli ! "


" Bohong banget " Neta kembali masuk kedalam kamar lalu duduk di sofa kamar.


Dika menyusul Neta duduk tepat di sampingnya.


" Pokonya aku harap apapun yang terjadi sama kita, kita harus selalu sama-sama, aku buat dapetin kamu itu susah, kamu itu licin kaya uler tau gak, aku sempet putus asa, tapi aku gak bisa gak sayang sama kamu, tapi aku bersyukur adanya hari ini " Dika tersenyum.


" Iyaa sayang... makasih banget kamu udah sayang sama aku, aku juga sayang kamu banget.. banget.. banget.. " Neta langsung memeluk suaminya.

__ADS_1


" Makasih juga istriku... " Dika membalas pelukan dari istrinya .


__ADS_2