
Didalam perjalanan Neta masih terdiam, Dika memaklumi jika Neta marah ataupun kesal atas kejadian tadi bersama Bella.
" Net... " Dika memanggil Neta namun tidak digubris oleh Neta.
" Neta.. " Dika kembali memanggil Neta namun lagi-lagi Neta tidak menggubrisnya.
Dika meminggirkan mobil lalu mematikan mesinnya. Dika menoleh ke arah Neta, mendekatkan tubuhnya. Neta masih terdiam tak bergeming.
" Kamu kenapa ? " tanya Dika.
" Seneng ya kamu ketemu sama Bella " tanpa basa basi Neta langsung pada inti permasalahannya.
" Hmm.. aku juga gak menyangka bakal ketemu Bella di restoran ini Net.. "
Neta kembali terdiam dengan sedikit memajukan bibirnya.
" Bella suka sama kamu ? " ucap Neta.
" Mana aku tahu Net " balas Dika.
" Kamu juga suka dia pastinya " susul Neta.
" Siapa bilang.. Ya Tuhaan "
" Buktinya... kamu diginiin sama Bella diem aja " Neta mengambil tisu di mobil Dika lalu memperagakan kembali saat Bella melap ujung bibir Dika.
" Sayang.. aku juga gak nyangka Bella akan seperti itu "
" Ya minimal nya kamu tolak kek.. ini kan kamu diem aja berarti kamu suka digituin, iya kan ?! " Neta semakin berapi-api
" Aku juga kaget, bisa-bisa nya dia kaya gitu "
" Bikin gak selera makan tau gak, dari semenjak dia duduk sampe selesai, mana ada dia ngajak ngobrol aku, aku gak dianggap tadi tuh Ka, Bella asyik banget ngobrol kesana-kemari dan kamu juga menikmati itu kan ? "
Dika mencerna ucapan Neta, ia pun menyadari wajar jika Neta marah.
__ADS_1
" Ya.. aku minta maaf " Dika mengalah.
Neta masih tetap diam. Ia sedikit menekukkan wajahnya.
" Kamu maafin aku gak ? " ucap Dika.
Neta masih terdiam, jujur dalam hatinya ia masih sedikit merasa kesal.
" Maafin aku ya.. ayo dong.. kamu jangan marah, aku bisa gak enak ngapa-ngapain kalo kamu marah, kamu kesel ke aku kaya gini, tinggal 3 minggu lagi kita nikah Net, masih banyak yang harus kita lakuin, kalo kamu gak nyaman sama aku gimana nanti kedepannya.. please .. " Dika memohon.
Melihat Dika seperti itu membuat hati Neta menjadi luluh. Neta melihat ke arah Dika lalu ia menganggukan kepalanya.
" Kamu udah maafin aku ? " tanya Dika.
Neta menghela nafas panjang lalu kembali menganggukan kepalanya.
" Makasih yaaa.... " Dika mencubit kedua pipi Neta.
" Aaaaaaa..... Dika sakit... "
" Dikaaaa... sakittt ihh.. lepasin ! "
" Bilang apa kamu, gak akan aku lepasin "
" Mass Dikaaaa sakit !!!! Lepasiiinnnn " Neta sedikit teriak.
Dika tersenyum lalu ia melepaskan cubitannya dari pipi Neta.
" Ih kamuu.. sakit tau.. aku mau bikin laporan kepolisian kalo aku dianiaya sama calon suamiku sendiri "
" Enggak apa-apa bikin aja, paling ujung-ujungnya nanti disuruh dinikahin hahaha" Dika tertawa.
" Ngeselin ! " Neta memukul tangan Dika.
Dika kembali melajukan mobilnya untuk mengantarkan Neta pulang. Diperjalanan karena Neta masih merasa sedikit lapar, karena kejadian tadi di restoran membuat Neta tidak berselera untuk makan. Ia melihat tukang somay gerobakan di pinggir jalan.
__ADS_1
" Ka... berhenti dulu.. " ucap Neta.
Dika masih tetap melajukan mobilnya.
" Mas.. stop dulu " ucap Neta mengulang pembicaraan.
Dika menghentikan mobilnya.
" Kenapa ? " tanya Dika.
" Aku mau somay itu.. "
" Hah.. bukannya baru aja makan ? " tanya Dika.
" Aku tadi gak makan banyak, udah gak selera, sekarang masih laper "
" Ya udah, aku parkir dulu di depan "
Neta mengangguk.
Neta dan Dika keluar dari mobil berjalan menuju tempat mangkal somay gerobakan.
" Kamu yakin makan disini ? " tanya Dika.
" Aku gak masalah Ka.. eh Mas.. hehehe "
" Hmmm " Dika memutar bola matanya.
Neta memesan dua porsi somay untuk dirinya dan Dika. Tidak lama pesanan somay mereka datang.
" Silakan Mbak, Mas.. "
" Oh Ya.. terima kasih "
Neta dan Dika menyantap somay nya, sambil menikmati indahnya sore hari ditemani lalu lalang kendaraan yang semakin sore hari semakin bertambah padat.
__ADS_1