
Aula MGM Grup
" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua, yang saya hormati ibu presiden direktur MGM Grup dan juga beberapa petinggi MGM Grup, pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan dan karyawati MGM Grup telah bersedia hadir berkumpul di Aula ini, mungkin bagi sebagian karyawan ada yang sudah tahu kenapa dikumpulkan disini dan bagi yang belum tahu, maka saya akan beritahu pagi ini " Dika memulai pembicaraan nya kepada seluruh karyawan MGM Grup.
Dika memulai menjelaskan kepada seluruh karyawan MGM Grup apa yang sedang dialami perusahaan beberapa waktu terakhir ini, selentingan para karyawan sudah mendengar apa yang terjadi kepada Hary dan Wulan, juga perbuatan nya kepada MGM Grup.
" Maka dari itu saya selaku kepala Audit internal perusahaan ingin menegaskan sekali lagi kepada seluruh karyawan dan karyawati MGM Grup untuk selalu bersikap jujur dan amanah atas apa yang sudah diamanahkan oleh perusahaan kepada kalian semua, saya akui kemajuan perusahaan ini juga tidak luput dari kerja keras para karyawan semua, saya tidak rela jika perusahaan ini mundur hanya karena segelintir orang dan berimbas kepada seluruh karyawan MGM Grup termasuk para petinggi perusahaan, termasuk saya, termasuk presiden direktur juga termasuk Pak Arman selaku pemilik perusahaan MGM Grup "
Setelah dijelaskan secara rinci oleh Dika akhirnya seluruh karyawan mengerti apa yang terjadi di perusahaan.
" Lagi-lagi, Wulan " ucap Sofia kepada Indri.
" Iya Mbak.. gila ya padahal Pak Arman udah baik loh, dia diterima lagi disini setelah kasus yang pertama, sekarang kaya gitu lagi, gak kapok ! " balas Indri.
" Iya.. kalo sampe perusahaan bangkrut karena kerugian yang gak sedikit, imbasnya ke kita kan ? " susul Sofia.
" Bener banget Mbak " balas Indri.
" Eh, coba liat Ibu presiden direktur kita, wajah nya fresh banget ya udah jarang ketemu sekarang sekalinya ketemu kok malah keliatan tambah muda, padahal udah punya anak dua " ucap Sofia.
" Hehehe iya bener Mbak.. dia masih kaya anak SMA wajah nya, Pak Dika harus bener-bener jagain, jangan sampe digodain nanti sama berbondong-bondong "
" Huss... gak boleh ngerumpi aja " tiba-tiba Bu Angel mencolek Indri.
" Eh Bu.. hehehe maaf " balas Indri, Sofia hanya tersenyum kecil.
Setelah selesai menjelaskan Dika meminta Tio untuk mengambil alih komando, membubarkan seluruh karyawan terkecuali para petinggi perusahaan, Dika meminta seluruh petinggi perusahaan untuk rapat internal dengannya juga dengan Neta selaku presiden direktur.
...****************...
Ruang Meeting MGM Grup
" Begitu Bapak Ibu para kepala Divisi, Direksi, mungkin ada tambahan Bu ? " Dika kepada Neta istrinya.
" Hmm.. saya rasa cukup, apa yang sudah di sampaikan oleh Pak Dika, semoga dapat di pahami dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya " ucap Neta.
Semua para kepala divisi dan direksi saling manggut tanda mengerti.
" Dan satu hal lagi, tolong untuk memantau setiap anggotanya, jangan sampai malah kita ikut-ikutan berlaku tidak baik " susul Dika.
" Saya menekankan ini kepada seluruh kepala divisi karena apa, karena bapak dan Ibu yang memiliki anak buah langsung, saya tidak akan tahu bagaimana karyawan yang lain kinerja dan sebagainya tanpa laporan dari kepala divisinya, walaupun kami juga tidak lepas tangan, kami pun sama memantau hanya saja dengan sekian banyak karyawan disini tidak mungkin kita teliti satu-satu, seperti itu " ucap Dika lagi.
Semua kepala Divisi dan direksi mengerti apa yang disampaikan dan keinginan dari pimpinannya. Dirasa cukup Dika dan Neta mengakhiri rapat internal bersama kepala divisi dan direksi.
Jam sudah menunjukkan waktu dhuhur, Neta kembali ke ruangannya begitupun Dika, ia lebih senang untuk di ruangan Presdir bersama istrinya dibandingkan di ruangannya sendiri yaitu ruangan Audit internal perusahaan.
" Bapak Dika, masih ada perlu dengan saya ? " tanya Neta yang duduk di kursi kerjanya menggoda Dika.
Dika menoleh ke arah istrinya, ia berjalan menuju meja kerja Neta, lalu menyender ke meja kerja Neta sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
" Hmmm.. apa tidak boleh saya berlama-lama disini Ibu Presdir ? " tanya Dika.
" Bukan begitu Pak, peraturan perusahaan menetapkan jika sudah tidak ada keperluan lagi dengan Presiden direktur bisa kembali ke ruangannya sendiri, begitu Pak " jawab Neta.
" Oh yaa.. siapa yang membuat peraturan seperti itu ? " tanya Dika lagi mendekatkan wajahnya ke arah Neta.
" Saya Pak .. hahahahha " Neta menjadi tertawa terbahak melihat sikap suaminya.
" Kok ketawa ? " tanya Dika.
" Kamu sih.. aku jadi gak bisa serius kalo depan kamu Mas " ucap Neta.
" Coba ulangi, biar kaya drama-drama Korea gitu Yang.. " balas Dika menggoda Neta.
__ADS_1
" Hmm.. nggak ah.. " Neta beranjak dari duduk nya.
" Mau kemana ? " tanya Dika.
" Mau shalat " jawab Neta.
Dika hanya mengangguk.
" Ya udah aku shalat di mushola ya sama karyawan lain " Dika berjalan menuju pintu.
" Siap Pak Dika " balas Neta.
Dika menoleh ke arah istrinya. " Kamu ya.. "
Neta segera masuk kedalam toilet untuk mengambil air wudhu, khawatir Dika akan makin membalas menggodanya.
...****************...
Neta dan Dika sedang dalam perjalanan, Dika akan mengantar Neta menuju Klinik Kecantikan milik Ibunya.
" Yang.. makan siang dulu ya.. " ucap Dika.
" Boleh Mas "
" Kamu mau makan apa ? " tanya Dika.
" Apa ya, yang pasti harus makan nasi " jawab Neta.
" Oke " Dika memarkirkan mobilnya di salah satu restoran yang menyajikan beberapa makanan seperti makanan rumahan.
" Ayo Yang.. disini aja ya " ucap Dika.
" Iya Mas.. "
" Siang Kak, untuk 2 orang ya " ucap pelayan.
" Iya Kak " balas Neta.
Mereka berdua diarahkan menuju meja makan yang berada di lantai 2.
" Silakan Kak ini buku menu nya ? " ucap pelayan lagi setelah Neta dan Dika duduk.
" Mas mau makan apa ? " tanya Neta.
" Hmm.. Bebek Geprek aja pake sayur asem ya " jawab Dika.
" Oke.. aku mau ayam aja deh "
" Minumnya Kak ? " tanya pelayan lagi.
" teh hangat 2 dan es jeruk 2 " ucap Neta.
" Baik, mohon ditunggu "
Neta hanya mengangguk.
Tidak lama Dika meminta ijin untuk ke toilet terlebih dahulu.
" Yang.. ke toilet dulu ya, kebelet nih " ucap Dika.
" Oke Mas.. " balas Neta.
Disaat Dika sedang ke toilet ada seorang pria muda menghampiri Neta.
__ADS_1
" Halo.. permisi " ucap pria itu.
" Oh ya " Neta menoleh ke arah pria itu.
" Sendiri aja ? boleh gabung ya.. " Pria itu langsung duduk tepat di depan Neta.
" Hmm... mmhh.. " belum juga Neta berbicara sudah dipotong lagi oleh pria itu.
" Kenalin aku Marcell, nama kamu siapa ? kamu kuliah dimana ? atau kamu masih sekolah ya ? jangan-jangan kita satu kampus, soalnya wajah kamu kaya familiar gitu, kaya nya kita pernah ketemu deh " Pria itu terus saja berbicara tanpa henti.
Neta yang merasa tidak kenal, namun tidak di beri ruang untuk berbicara menjadi salah tingkah, ia memikirkan bagaimana jika Dika melihat ia sedang dengan Pria ini. Tapi ia juga berharap jika Dika segera datang untuk kembali menemaninya.
Dika yang baru saja keluar dari toilet berjalan untuk kembali ke mejanya, saat mendekati mejanya, ia melihat Neta sedang duduk dengan seorang pria, Dika menghentikan langkahnya, ia ingin mendengar dulu apa yang mereka bicarakan.
" Kok kamu diem aja sih ? ngomong dong " ucap laki-laki itu sedikit tertawa.
" Sorry ya aku emang kaya gini, suka nyerocos aja " ucapnya lagi.
" Ehh... gak apa-apa sih tapi maaf banget ya.. euuhh.. kayanya Mas nya salah orang deh, saya kesini sama suami saya, dia lagi ke toilet " ucap Neta.
Dika yang sedikit mendengar ucapan Neta merasa jika Neta memang tidak mengenal pria itu, ia langsung menghampiri Istrinya khawatir pria itu akan berlaku jahat kepada Neta.
" Ehem.. " Dika berdehem.
Neta dan pria itu langsung menoleh ke arah sumber suara. Setelah melihat Dika, Neta langsung berdiri mendekati suaminya, Dika langsung menggenggam erat tangan istrinya.
" Ada perlu apa ya Dek ? " tanya Dika.
" Oh.. oo.. ma..maaf yaa.. ini suami nya ? " ucap pria itu.
" Iya.. saya suaminya "
" Oh ya udah kalau gitu ma..maaf ya.. permisi.. saya kira kakak nya " pria itu berlalu sambil berjalan meninggalkan Neta dan Dika.
Dika terus memperhatikan Pria itu sampai pria itu berpindah tempat menjauh dari Dika dan Neta.
" Mas.. " ucap Neta.
Dika hanya terdiam lalu duduk tepat di kursi sebelah Neta.
Tidak lama, pesanan mereka datang, Neta dan Dika menyantap makanan nya, walaupun Neta merasa ada yang lain dari Dika.
" Duuhhhh.. ada-ada aja ini hidup " batin Neta.
Neta masih fokus pada makanannya.
" Yang.. kamu besok-besok gak apa-apa deh pake make up, pake lipstik yang merah-merah juga gak apa-apa " ucap Dika ia merasa jika istrinya dengan tanpa make up justru malah didekati oleh abg-abg.
" Hmm... " Neta mendongkakan wajahnya.
" Kenapa Mas ? "
" Iya.. biar kamu gak disangka anak sekolah terus " ucap Dika sedikit ketus, ia mengakui jika memang Neta terlihat masih seperti anak muda padahal ia baru melahirkan Si Kembar.
" Jadi aku harus gimana ? " balas Neta.
" Iya, ya kamu jangan polos kaya gitu "
Neta hanya tertawa mendengar ocehan suaminya.
" Punya suami, gini banget Ya Allah.. tadi begitu sekarang begini.. kadang nyebelin banget.. untung sayang " gumam Neta menyuapkan nasi ke mulut nya.
" Kenapa ? " tanya Dika mendengar ocehan Neta.
__ADS_1