
Dika dan Neta sedang menyantap bekal yang mereka bawa tadi sambil menikmati segarnya udara di tempat wisata itu. Sesekali mereka pun bermain bersama si kembar Nathan dan Nala.
Namun Neta teringat akan Kiki pengasuh kedua anak kembarnya.
" Mas kok Kiki lama ya " ucap Neta.
" Kemana dia tadi ? " tanya Dika.
" Ke toilet katanya " jawab Neta.
" Hmm.. mungkin ngantri " jawab Dika santai.
" Tapi ini daritadi loh Mas.. aku khawatir aja dia kan bilang nya baru ketempat-tempat kaya gini, kalo dia kesasar gimana ? " ucap Neta lagi.
" Masa iya kesasar, toilet itu kan ? " Dika menunjuk ke arah papan bertuliskan toilet.
" Heem.. " Neta mengangguk.
" Tunggu dulu aja, kalo dalam 15 menit dia gak kembali kita susul " ucap Dika.
" Iya Mas "
Neta kembali bermain bersama si kembar, walaupun hati nya tetap tidak tenang karena Kiki belum juga kembali dari toilet, namun ia mengikuti saran suaminya, jika Kiki belum juga kembali dalam waktu 15 menit maka mereka akan menyusulnya.
...****************...
Kiki masuk kedalam toilet, walaupun ada perasaan ragu karena hanya ada satu toilet yang tersedia disitu, ia tetap nekat untuk masuk lalu menyelesaikan aktifitasnya di dalam toilet, setelah selesai lalu membuka pintu toilet betapa kaget nya Kiki karena sudah ada seorang pria berdiri disana dengan menggunakan masker.
" permisi, saya mau lewat " ucap Kiki.
Namun pria itu tetap menghalangi langkah Kiki.
__ADS_1
" Mau apa kamu, minggir saya mau lewat ! " ucap Kiki agak meninggi.
" Masih kasar ternyata kamu ya ! " Pria itu langsung membuka masker nya.
Kiki terkejut tanpa disangka ternyata pria itu mantan kekasihnya yang bernama Dudung.
" Dudung ! " ucap Kiki kaget.
" Kenapa kamu ? kaget ? " balas Dudung.
" Awas.. aku mau lewat ! " ucap Kiki.
" Hmm.. tidak semudah itu kamu pergi dari aku Kiki, aku cari kamu kemana-mana, katanya kamu sekarang bekerja menjadi pengasuh di keluarga yang cukup berada, kalau kamu ingin lepas dari aku, kamu tiap bulan cukup memberikan separuh gajimu untukku, gimana ? " ucap Dudung.
" Hah.. siapa kamu, aku yang kerja kamu yang menikmati gajiku, lagipula kita gak ada hubungan apa-apa lagi ya ! " balas Kiki.
" Berani kamu sekarang ya, oke... sini kamu ! " Dudung mencekal tangan Kiki.
" Teriaklah sekeras-kerasnya tidak akan ada yang mendengar ! Hahahahhaha " ucap Dudung seraya membuka resleting celananya.
" Haaahhh mau apa kamu ? " Kiki melihat aktifitas Dudung.
" Sudahlah tidak perlu berteriak dan berontak ! nikmati saja ! hahahhahaha "
" Lepas Dudung.. lepasskaaannnn... !!!! to.. tolong... Ibu ... Bu Netaaa.... Pak Dikaaa.. tolongggg !!!! " Kiki terus berteriak dan berontak.
" Teriak saja !!!! Hahahhaha "
" Lepaskan Dudung... Gilaaaa ya kamu !!!! " ucap Kiki sedikit menendang perut Dudung.
Dudung sedikit tersungkur.
__ADS_1
" Kurang ajar kamu, berani ya sekarang !!!! " Dudung meraih kembali Kiki.
" Toolong.... jangan Dung... Jangan... " Kiki sudah menangis, tenaga nya terkuras saat berontak tadi.
...****************...
Dilain tempat Neta dan Dika sedang mencari Kiki.
" Ki... Kiki.... kamu dimana ? " Neta berteriak.
Mereka dibantu oleh pengunjung dan beberapa pedagang yang merasa peduli karena Neta dan Dika sudah menjelaskan kronologis hilangnya Kiki.
" Ki.... Kiki.... " Dika pun tak kalah memanggil Kiki.
" Yang.. anak-anak kamu jaga ya, aku mau jalan agak kebawah " ucap Dika.
" Mas aku ikut " balas Neta.
" Kamu tunggu aja disini sayang kasian anak-anak" ucap Dika lagi
" Tapi Mas.. " Neta sedikit menundukkan wajahnya.
Dika yang kembali melihat wajah istrinya, kembali menghampiri.
" Yaudah Yang ayo, tapi kamu pegang kereta dorong nya hati-hati karena dibawah banyak bebatuan " ucap Dika.
" Iya Mas "
Akhirnya Neta kembali ikut mencari Kiki. Mereka masih menelusuri jalan menuju toilet yang dipakai Kiki untuk buang hajat. Namun awan sedikit menjadi gelap, rintik hujan mulai membasahi permukaan.
Samar terdengar suara jeritan dari seseorang.
__ADS_1
" Mas suara itu !! " ucap Neta kepada suaminya.