
Neta sedang bermain bersama Si kembar di ruangannya. Kiki diminta Neta untuk istirahat terlebih dahulu, ia meminta ijin kepada Neta untuk pergi ke kantin ia ingin membeli jajanan yang ada di kantin. Neta memperbolehkan sebelumnya ia memberitahu arah menuju kantin.
Saat Neta sedang bersama dengan Si Kembar terdengar suara ketukan pintu ruangannya. Neta menoleh ke arah pintu belum juga ia mempersilakan pintu ruangan sudah terbuka.
" Saayaang.. " Dika membuka kacamata hitamnya dengan senyum dan gaya khas nya masuk menghampiri istri dan kedua anaknya.
Neta menyambut lalu mencium tangan suaminya, Dika mengecup kening Neta sekilas.
" Hai.. anak-anak Papa.. ikut Mama kerja ya kalian " ucap Dika menciumi kedua anak nya, mereka merasa geli dan tertawa.
" Eh ketawa dia.. ketawa yaa.. " Dika bermain bersama kedua anaknya.
" Mas.. tumben kamu bisa pulang cepet ? " tanya Neta.
" Iya kerjaan aku gak terlalu banyak Yang.. kan sebetulnya hari ini juga aku bebas tugas, cuma ya.. kamu tau lah.. " jawab Dika tersenyum menghampiri istrinya.
" Iya.. aku ngerti Mas " Neta tersenyum.
" Kamu udah makan sayang ? " tanya Dika duduk di sofa menyenderkan tubuhnya.
" Udah Mas, tadi aku dikirim pantry " jawab Neta.
" Kamu bertiga aja ? katanya tadi kamu ajak Kiki ? " tanya Dika lagi.
" Iya Mas.. Kiki lagi jajan di kantin, gak tau dia mau makan apa, tadi sih waktu aku rapat sama Pak Tio udah aku minta pantry buat kirim makanan ke Kiki " jawab Neta.
" Hmm.. " Dika mengangguk.
" Oya Mas.. gimana ? kamu udah bawa cctv buat di ruang pengadaan barang ? " tanya Neta.
Dika hanya tersenyum.
" Semua sudah aku pasang Yang.. semua juga sudah terkoneksi ke ponsel kamu, coba liat aja " jawab Dika santai sambil kembali mengajak main anak-anak nya.
" Beneran Mas.. tapi gak ada karyawan yang liat ? " tanya Neta lagi.
" Aman.. sayang.. tadi juga kayanya gak ada yang ngeh kalo aku kesini, aku tadi lewat samping gak lewat lobby depan " ucap Dika.
Dika memang biasa melalui pintu samping atau pintu belakang perusahaan yang tidak banyak dilalui oleh karyawan.
" Mas.. 1,2 Milyar loh.. kerugian perusahaan ini " ucap Neta.
" Yakin Yang ?? Serius ? " balas Dika membenarkan posisi duduknya.
__ADS_1
" Aku udah hitung semua, tapi yakin kan bukan kamu yang ngelolosin ngasih tandatangan " ucap Neta.
" Ya masa aku, gila aja bikin rugi perusahaan 1,2 Milyar " balas Dika.
Neta menghela nafas panjang. Neta menceritakan semua kepada suaminya obrolan tadi bersama Tio dan Lisa.
" Apa jangan-jangan.. " gumam Dika.
" Mas .. " gumam Neta.
" Wulan " Dika dan Neta berbarengan.
" Dia dulu pernah gitu juga sih Yang.. waktu Ayah masih memimpin perusahaan ini, cuma ya tau sendiri Ayah terlalu baik " ucap Dika.
" Jadi kita gimana Mas ? " ucap Neta.
" Kita pantau dulu satu dua minggu ini, aku pastikan pelakunya akan segera ketahuan, gak akan ada ampun, dia sudah berani memalsukan tandatangan ku " balas Dika.
" Hmm.. " Neta manggut-manggut.
" Eh Mas.. Kiki kemana ya ? " tanya Neta.
" Lah.. mana aku tahu Yang.. tadi kan kamu bilang dia ke kantin " jawab Dika.
" Sebentar aku minta tolong Tio " ucap Dika.
Dika menghubungi Tio, untuk mencek cctv siapa tahu terlihat Kiki berada dimana. Benar saja dalam rekaman cctv terlihat kiki mondar-mandir naik turun tangga, sekarang ia sedang menaiki tangga menuju lantai 9.
" Yang.. liat deh " Dika menyodorkan rekaman cctv yang dikirim Tio.
Neta melihat kiki yang sedang mondar-mandir naik turun tangga, sepertinya ia bingung untuk sampai lantai 14 karena ia belum terbiasa menaiki lift jika sendiri ia tidak berani.
" Ya ampun Mas kasian banget Kiki dia pasti bingung buat sampe sini " ucap Neta.
" Aku udah minta tolong Pak Ali satpam buat jemput Kiki, udah tenang aja " balas Dika.
Neta mengangguk.
15 menit kemudian pintu ruangan Neta di ketuk. Dika membuka pintu ruangannya.
" Sore Pak Dika " ucap Pak Ali.
Dika hanya mengangguk tersenyum.
__ADS_1
" Dari mana saja kamu ? " tanya Dika kepada Kiki, ia berniat mengerjai Kiki.
Kiki menunduk, ia takut jika suami majikan nya marah. Neta yang memperhatikan menjadi ingin tertawa. Neta sudah memberikan kode kepada Dika, namun tidak dihiraukan.
" Ee.. ma.. maaf Pak, tadi saya berniat untuk ke kantin, tapi saya lupa jalan untuk kembali ke sini " ucap Kiki.
" Bu.. maafkan saya, jangan marahi saya ya Bu " ucap Kiki lagi.
Neta tidak tahan ia ingin tertawa melihat wajah pengasuh anak kembarnya.
" Iya udah gak apa-apa, lain kali kalo mau kemana-mana harus inget jalan pulang " Neta tertawa.
" Iiya Bu.. "
Dika hanya menggelengkan kepalanya.
" Yang.. udah sore, pulang yuk.. " ajak Dika.
" Ayok " balas Neta.
" Ki, tolong rapikan perlengkapan Si Kembar ya kita pulang " ucap Neta ke Kiki.
" Baik Bu "
Kiki langsung merapikan barang bawaan Nala dan Nathan ia masukkan kembali kedalam tas. Setelah siap Nala dan Nathan di tidurkan diatas stroller.
Neta meraih tas nya, namun di cegah oleh Dika. Ia langsung mengambil tas Neta dari tangannya.
" Sini aku aja yang bawa " ucap Dika, ia langsung menyorenkan tas Neta ke bahunya.
" Mas aku aja deh yang bawa " balas Neta sedikit tertawa.
" Udah gak apa-apa, kamu dorong stroller si kembar aja " susul Dika.
" Ini di perusahaan loh.. nanti kalo karyawan liat gimana, Pak Dika yang punya kunci audit internal perusahaan... " Neta belum selesai bicara dipotong oleh Dika.
" Stop ! siapa yang mau ngomong.. orang aku bawa tas nya ibu Presdir nya MGM Grup kok " potong Dika.
" Hmmm... " Neta mencubit pinggang suaminya.
" Aww Yang... sakit dong.. mulai nih.. awas ya Aku bales di rumah ! " ucap Dika.
Kiki yang mendengar perdebatan majikannya menjadi malu sendiri dan menjadi salah tingkah. Namun Neta dan Dika tidak menghiraukan, mereka berjalan keluar, Neta mendorong stroller si kembar diikuti oleh Kiki yang membawa tas perlengkapan Nala dan Nathan.
__ADS_1
" Seneng ya liat Bu Neta dan Pak Dika.. semoga langgeng terus ya Pak, Bu .. aku baru punya majikan sebaik dan se asyik ini.. padahal mereka sudah memiliki dua orang anak " batin Kiki mengikuti kemana pun majikannya melangkah.