
Sudah 3 hari Neta dan Dika memantau lingkungan kantor melalui cctv rahasia yang Dika pasang. Ternyata benar dugaan Dika dan Neta, Wulan bersekongkol dengan kepala Divisi pengadaan barang.
Dika masih ingin terus menyelidiki, apa hubungan Wulan dengan Kepala Divisi Pengadaan Barang. Karena hanya mereka berdua yang terlihat menonjol pada kasus ini.
" Mas.. aku ke kantor ya hari ini " ucap Neta kepada suaminya.
" Hmm.. untuk apa ? " tanya Dika.
" Bukti sudah jelas loh Mas, cctv itu? Wulan dan Pak Hary pelakunya kan ? " jawab Neta.
" Hmm.. " Dika hanya mengangguk.
" Gimana ? aku ke kantor apa langsung panggil semua kepala Divisi atau hanya mereka berdua saja ? " tanya Neta.
" Yang.. lebih baik ditemani aku ya.. aku khawatir jika kamu sendiri yang mengurusi ini, tunggu aku bebas dinas dulu, yang penting kita sudah tahu siapa pelakunya, sambil kita terus memantau barangkali ada pelaku-pelaku lainnya, aku berniat untuk memancing mereka berdua, kita anggap kalo kita gak tahu kebusukan mereka di perusahaan, aku punya rencana ..... bxnxkdhddjslal&$&&$-$- " jawab Dika lalu berbisik kepada Neta.
Neta terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Aku berangkat ke kantor dulu ya.. untuk perusahaan kamu tenang saja, aku gak akan diam untuk hal ini " Dika mengecup kening Neta sekilas.
Neta hanya mengangguk lalu tersenyum. Neta berjalan mengekori suaminya, untuk mengantarkan sampai halaman rumah. Dika dan Neta menuruni anak tangga, terlihat Nala dan Nathan sedang bermain bersama Kiki di ruang tengah, setelah mandi pagi Kiki biasa mengajak main si Kembar ke ruang tengah atau ruang keluarga dimana Neta dan keluarga nya berkumpul.
" Sayang.. anak-anak Papa.. Papa kerja dulu ya.. kalian anak Papa yang hebat-hebat " ucap Dika seraya mengecup pipi Si kembar bergantian.
Nala dan Nathan tahu jika Papa nya menghampiri mereka akan lebih aktif mengekpresikan diri dan selalu bersuara membalas ucapan Papa nya, walaupun entah apa yang mereka ucapkan.
Dika menjadi ingin berlama-lama bersama dengan kedua anak nya, ia terus saja bermain dan menggoda kedua buah hatinya, membuat Si kembar menjadi tertawa. Neta yang memperhatikan Dika sedang bermain bersama anak-anak nya menjadi tersenyum sendiri, terlihat rona kebahagiaan terpancar dari wajah Dika.
" Mas.. katanya mau berangkat, udah siang loh.. nanti kamu telat " ucap Neta.
__ADS_1
Dika menoleh ke arah istrinya.
" Hmm.. iya sebentar lagi.. " Dika kembali menggoda kedua buah hatinya.
Neta menghampiri lalu berbicara.
" Papa ayo kerja dulu nanti kesiangan loh.. " ucap Neta menirukan suara anak kecil.
" Iya sayang.. anak-anak nya Papa yang pinter, gemesin banget sih.. " Dika kepada kedua anak nya disambut ocehan dari Nala dan Nathan.
" Ya udah Papa berangkat dulu yaa.. baik-baik ya kalian di rumah " Dika beranjak dari duduknya, berjalan keluar rumah.
Neta dengan setia mengantarkan Dika sampai halaman rumah, setelah pamit kepada istrinya Dika masuk kedalam mobil, mobil melaju meninggalkan rumah menuju kantor, Neta kembali kedalam rumah, menghampiri kedua buah hatinya.
" Ki, kalo kamu mau sarapan, sarapan dulu aja, anak-anak sama saya " ucap Neta.
" Oh ya Bu, terima kasih, saya ke belakang dulu " balas Kiki.
" Baik Bu " Kiki berjalan menuju dapur sesuai perintah Neta ia diminta untuk sarapan pagi terlebih dahulu.
...****************...
Kantor MGM Grup
Wulan di hampiri oleh Pak Hary di ruangan nya, Pak Hary merasa misinya untuk korupsi di perusahaan MGM Grup sangat berhasil, karena sampai saat ini perusahaan masih adem ayem aja dan ia tahu aset perusahaan yang masih sangat banyak, sehingga pikiran Hary kerugian 1,2 M tidak ada apa-apa nya bagi MGM Grup.
" Lan, kamu sudah cairkan uang penjualan kemarin ? " tanya Hary.
" Hmm.. baru setengah Pak, tapi pihak penerima barang berjanji akan melunasi akhir bulan ini " jawab Wulan.
__ADS_1
" Oke.. ada untungnya ya perusahaan di pegang Neta, dia jarang masuk kantor, sekarang juga gak kelihatan lagi batang hidung nya di perusahaan ini " ucap Hary.
" Coba dari dulu ya Pak, hmm.. jaman nya Pak Arman aku kena sidak Pak, tapi masih untung sih Pak Arman memperbolehkan aku kerja lagi, sehingga aku bisa kembali menjalankan misi ini " balas Wulan.
" Sayang sekali, perusahaan sebesar ini hanya di handle oleh seseorang yang kurang paham akan berbisnis.. " ucap Hary tertawa sinis.
" Untuk selanjutnya, apalagi yang akan kita lakukan Pak ? " tanya Wulan.
" Kita coba cek di gudang pengadaan barang, ada barang masuk berapa, lalu setengahnya kita tahan, jangan dimasukkan kedalam buku laporan pemasukkan " jawab Hary.
" Oke.. tapi cctv masih aman kan ?" Wulan tertawa bahagia, ia sudah membayangkan pundi-pundi uang yang akan ia terima.
" Sangat aman, cctv rusak pun perusahaan tidak menghiraukan nya.. " balas Hary ia pun tertawa.
" Hmm.. tapi gimana rencana kita yang lain Pak ? " tanya Wulan.
" Rencana yang mana lagi ? " tanya Hary.
" Katanya Bapak mau nikahin aku " ucap Wulan.
" Gampang.. setelah kita meraup banyak uang dari perusahaan ini, kita tinggalkan perusahaan lalu menikah " balas Hary.
" Bener yaa.. "
" Iya dong.. kapan saya pernah bohong "
" Kita bikin kere nih perusahaan " ucap Wulan lagi disusul tawa dari mereka berdua.
Wulan dan Hary tidak sadar ia akan berhadapan dengan siapa di perusahaan, walaupun Petinggi perusahaan tidak selalu berada di kantor bukan berarti ia akan terbebas dari pantauan. Cctv rahasia yang dipasang oleh Dika, sebagai bukti yang menguatkan bahwa mereka berdua pelakunya, dan lagi sebelumnya Dika pun sudah menghubungi bendahara perusahaan, untuk melaporkan pemasukan dan pengeluaran dana perusahaan.
__ADS_1
Bendahara pun menyadari ada yang janggal, namun ia belum begitu heran karena semua pengeluaran dana dan barang sesuai dengan surat perintah yang dibubuhi oleh tandatangan Dika, selaku petinggi perusahaan kedua setelah pimpinan perusahaan.