Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 150


__ADS_3

Neta baru saja masuk ke kamarnya setelah menidurkan Si Kembar sedangkan Dika sedang duduk di sofa fokus pada ponselnya. Neta menghampiri suaminya lalu duduk tepat disamping Dika.


" Mas.. " ucap Neta.


" Hmm.. " Dika menoleh sambil tersenyum.


" Serius banget " ucap Neta lagi.


" Ng..nggak kok.. ini loh lagi balas pesan dari orang kantor " balas Dika.


" Hemm.. Mas.. oya.. gimana Wulan dan Hary ? " tanya Neta.


Dika menghela nafas panjang lalu membetulkan posisinya menjadi berhadapan dengan Neta.


" Semuanya udah tertangkap " jawab Dika.


Neta membelalakan matanya, lalu ia pun membetulkan posisi duduknya.


" Beneran ? terus gimana Mas.. ihh kok aku gak dikasih tau sih ? " ucap Neta, sedikit menekukkan wajahnya.


" Sayang.. yang jelas semua udah tertangkap kan, beberapa hari kemarin aku kan sempat menjebak Hary yang dibantu oleh Pak Aksa dan ternyata berhasil, aku harus banyak-banyak berterima kasih sama Pak Aksa " ucap Dika.


" Syukurlah Mas.. biar jera mereka, tidak bisa seenaknya seperti itu, padahal kurang apa ya kita kepada karyawan Mas ? Aku juga pernah merasakan di posisi menjadi karyawan biasa, aku akui MGM Grup gak pernah main-main urusan salary ke karyawan nya, tapi kenapa masih ada aja orang yang berniat curang " balas Neta.


" Sayang.. bermacam-macam isi pikiran manusia di dunia ini sangat bervariatif ada yang memang baik dan benar-benar tulus, ada yang modus, ada yang berniat curang, ya macam-macam tapi semua pasti ada resikonya, kembali lagi hidup kan pilihan, seperti contohnya Wulan dan Hary, ia memilih jalan hidupnya seperti itu, resikonya ya seperti sekarang mereka harus mempertanggungjawabkan atas perbuatannya " ucap Dika lagi.


" Hmm.. iya Mas " Neta menyenderkan tubuhnya ke senderan sofa.


Dika hanya tersenyum memperhatikan istrinya.


" Sayang.. besok kita ke perusahaan, kita harus menjelaskan semuanya ke karyawan perusahaan, kita berikan penekanan juga kepada mereka, agar perbuatan Wulan dan Hary tidak ada yang mengikuti cukup di mereka berdua saja " ucap Dika.


" Oke Mas, oya tadi Ibu nelepon Mas, katanya dia kangen minta aku buat ke klinik, sekalian apa ya tadi ada treatment baru katanya cocok buat aku " susul Neta.


" Ya udah kapan mau ke klinik ? " tanya Dika.


" Hmm.. besok aku ke perusahaan dulu aja mungkin selesai dari perusahaan aku ke klinik Ibu " jawab Neta.


" Oke " Dika merangkul pundak istrinya.


...****************...


Keesokan harinya.


Seperti biasa Neta sudah bangun pagi-pagi sekali, setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah bersama Dika, Neta langsung menuju dapur membuat sarapan, sebelumnya ia melihat dulu Si Kembar dikamarnya.

__ADS_1


Terlihat Si Kembar masih tertidur pulas, Kiki selalu menjaga Si Kembar, karena Kiki hanya ditugaskan membantu Neta untuk menjaga Si Kembar.


Neta keluar kamar Si Kembar lalu berjalan menuruni anak tangga menuju dapur, ia melihat Dika menyusulnya dari belakang namun Dika berjalan menuju ruangan khusus dimana Dika selalu berolahraga atau fitnes di ruangan itu.


" Mas.. kemana ? " tanya Neta.


" Olahraga dulu tipis-tipis " jawab Dika.


Neta hanya tersenyum lalu ia membuka kulkas, mengeluarkan beberapa isi di dalam kulkas. Ia mulai untuk memasak membuat sarapan.


Selang 30 menit, masakan Neta hampir jadi Dika yang sudah selesai berolahraga dan berniat kembali ke kamar untuk mandi, karena hari ini ia akan ke perusahaan bersama Neta, ia meminta ijin untuk ke kantor agak siang karena ia akan ke perusahaan dulu bersama istrinya.


Baru saja keluar ruangan fitnes, sudah tercium aroma masakan yang menggugah seleranya.


" Neta masak apa sih ? wangi banget " gumam Dika.


Dika berjalan menghampiri istrinya, melihat istrinya masih berdiri di depan kompor, Dika mencolek bahu Neta langsung memeluknya dari belakang.


" Masak apa sih ? wangi banget " ucap Dika.


Neta yang sedikit kaget langsung menoleh ke arah suaminya.


" Maaasss... jangan gini nanti kecipratan minyak panas " balas Neta.


" Hmmm.. " Dika masih dengan posisi nya menggoda Neta.


" Mas... itu keringet kamu " Neta mematikan kompor lalu sedikit berjalan mengambil piring saji melepaskan pelukan suaminya.


" Ya gak apa-apa Yang kan kamu juga belum mandi " ucap Dika.


" Ya tapi gak gitu juga " balas Neta.


Dika berjalan menuju meja makan, melap keringat nya dengan handuk kecil yang ia bawa, mengambil gelas menuangkan air putih kedalam gelas lalu meminumnya.


" Yang.. aku mandi duluan ya " ucap Dika.


" Iya Mas " balas Neta.


Dika berjalan meninggalkan Neta menuju kamarnya, Neta masih menata makanan nya di meja makan, tidak lama Mbok Sum menghampiri Neta.


" Mbak maaf tadi Mbok merendam dulu cucian dan menguras bak dikamar mandi belakang " ucap Mbok Sum.


" Gak apa-apa Mbok, udah selesai juga kok, oya Mbok kalo mau sarapan, sarapan aja ya, saya mau mandi dulu " ucap Neta.


" Iya, terima kasih Mbak Neta, Mbok nanti saja sarapannya" ucap Mbok Sum.

__ADS_1


...****************...


Neta masih menunggu Dika selesai mandi, tidak lama Dika keluar dari kamar mandi, Neta langsung menyambar handuknya untuk bergantian mandi.


" Mau kemana Yang, buru-buru banget " tanya Dika menggoda.


" Mau mandi lah Mas " Neta langsung masuk kedalam kamar mandi.


Dika hanya tertawa kecil menggelengkan kepalanya.


Neta menyelesaikan aktifitas nya didalam kamar mandi, setelah hampir 20 menit Neta sudah menyelesaikan mandi paginya, ia keluar kamar mandi tidak ada Dika disana, mungkin Dika sedang kebawah atau menunggunya untuk sarapan.


Neta segera berganti pakaian, memoles wajahnya dengan make up tipis agar tidak terlalu pucat Neta menggunakan lipstik berwarna agak terang. Ia mempersiapkan beberapa perlengkapan nya yang akan ia bawa kedalam tas. Setelah siap ia keluar kamar menuju kamar kedua anaknya, ia melihat Nala dan Nathan sedang menunggu giliran untuk mandi.


" Anak-anak Mama sudah bangun yaa Nak ? " ucap Neta menghampiri kedua anak nya.


Nala dan Nathan semakin aktif saat tahu Neta menghampirinya.


" Ki, hari ini saya akan ke perusahaan dulu, anak-anak aman kan ya kalo gak saya bawa ? " tanya Neta.


" Aman Bu, tenang saja saya akan menjaga Nala dan Nathan " jawab Kiki.


" Oke Ki makasih ya "


" Sama-sama Bu "


Neta kembali menuju kamarnya, ternyata Dika sudah kembali ke kamar ia duduk menunggu istrinya di Sofa.


" Darimana ? " tanya Dika.


" Dari kamar Si Kembar " ucap Neta.


Dika memperhatikan istrinya.


" Mau kemana kamu ? " tanya Dika.


" Hah.. kan aku mau ke perusahaan sama kamu Mas " jawab Neta heran.


" Ke perusahaan ? yakin ? " tanya Dika lagi membuat Neta semakin heran.


" I..iya lah Mas.. " jawab Neta.


Dika masih terdiam memerhatikan istrinya.


" Mas Dika kenapa sih aneh banget, perasaan aku gak ngelakuin apa-apa, tadi biasa aja, kok aneh.. pakaian juga biasa aku pake ke Perusahaan kan gini, gak ada beda.. mulai deh ah... " Neta melihat ke arah cermin meja rias di tubuhnya tidak ada yang aneh, membuat Neta semakin heran dengan sikap suaminya.

__ADS_1


Kenapa nih Dika... ??? 🤭🤭🤭😀😀😀


__ADS_2