Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 120


__ADS_3

Neta sudah berganti pakaian, ia masih saja bolak balik ke tempat ganti baju, sesekali ia melihat dirinya dikaca cermin meja rias. Dika yang sudah siap sedari tadi menunggu istrinya selesai berganti pakaian duduk di sofa kamar, ia memperhatikan istrinya bolak balik berganti pakaian.


" Tiap aku liat ibu hamil lucu banget, tapi aku kok gini semua bengkak, tangan aku wajah.. " gumam Neta melihat tubuhnya ke depan cermin.


Dika menghampiri istrinya, lalu tersenyum, ia sedikit mendengar gumaman istrinya.


" Mana yang bengkak ? " tanya Dika.


" Mas ih... " Neta menoleh ke arah suaminya.


" Udah siap ? " tanya Dika lagi.


" Mas.. aku gemuk banget ya ? " Neta balik bertanya.


" Siapa bilang ? siapa yang bilang kamu gemuk, aku samperin orang nya ! " ucap Dika.


" Hmm.. bohong kamu, cuma mau bikin aku seneng kan " balas Neta.


" Sayang.. aku gak peduli ya.. kamu mau gemuk, mau kurus, mau gimana kek, aku gak peduli.. yang terpenting buat aku sekarang kamu istri aku ! " ucap Dika.


" Aku lagi hamil gini tambah gemuk Mas.. kadang tumbuh-tumbuh jerawat di wajah aku, terus nanti kamu di luaran sana kalo ngeliat cewek-cewek cantik muda belia, putih mulus aduhai.. gimana ? " tanya Neta.


" Hahahahha " Dika tertawa renyah.


" Gak akan aku liat, ngapain juga aku harus liat cewek-cewek itu, sedangkan di depan aku udah ada wanita yang paling cantik buat aku, kamu jangan berpikir berlebihan sayang.. " susul Dika.


" Beneran ? " tanya Neta.


" Sungguh.. itu pun kalo gak khilaf " ucap Dika santai menggoda istrinya.


" Massssss !! " Neta mengambil bantal lalu memukuli suaminya dengan bantal.


" Ii..ya.. maaf... maaf sayang.. nggak.. bukan gitu.. udah dong.. stop yaa stop " Dika kepada Neta.


Neta menghentikan pukulannya. Dika melihat wajah istrinya sangat tidak enak dipandang namun dalam hati ia tertawa.


" Kamu ahh... nyebelin " Neta duduk di sofa.


Dika menghampiri istrinya.


" Sayang.. " Dika meraih Neta.


" Tau ah " Neta menepis tangan Dika.


" Ckk.. kamu kenapa sih ? kita kan mau pergi, nanti keburu siang .. " ucap Dika.


" Gak ah gak jadi aku males ! "


Dika menghembuskan nafas, berusaha mengontrol emosinya.


" Sayang.. maafin aku ya.. kamu jangan berpikiran yang berlebihan, kamu kaya gini juga kan gara-gara aku " ucap Dika.


" Iya emang gara-gara kamu ! " ucap Neta ketus.


" Kok gitu sih ngomongnya ketus banget "


Neta masih terdiam terlihat wajah kesal dari raut wajahnya.


" Udah dong jangan kesel-kesel, ayok pergi " Dika terus merayu istrinya Neta masih tetap diam.


" Ya udah kalo gak jadi, aku mau ganti baju lagi, mau rebahan aja deh " ucap Dika.

__ADS_1


" Jadi " susul Neta.


Dika tersenyum meraih tangan istrinya membantu Neta untuk bangun dari duduknya.


...****************...


Mall Plaza Harmony


Neta sedang berjalan menyusuri Mall Plaza yang didampingi oleh suaminya, Dika tidak pernah jauh dari istrinya apalagi sekarang Neta sangat berhati-hati untuk berjalan. Dari kejauhan terlihat banner besar outlet perlengkapan bayi.


" Mas kita kesana ya.. "


" Iya " Dika menuruti saja apa yang diinginkan oleh istrinya.


Sesampainya di outlet, Neta dan Dika langsung disambut oleh pelayan outlet.


" Selamat siang ada yang bisa kami bantu Pak Bu ? " tanya Pelayan


" Oh ya, saya butuh perlengkapan bayi baru lahir " ucap Neta.


" Silakan mari saya bantu " balas pelayan.


" Terima kasih "


Neta dan Dika masuk kedalam outlet mengikuti pelayan tadi. Neta di bawa ke salah satu sudut di outlet dimana tempat perlengkapan bayi baru lahir berada.


" Silakan Bu ini beberapa perlengkapan bayi baru lahir, tapi saran saya lebih baik ibu membeli pakaian bayi yang agak besar, biasanya bayi jika sudah lahir bobot nya akan lebih cepat naik " ucap Pelayan.


" Hmm.. oke saya coba lihat ya.. " balas Neta.


" Oya bisa dibawakan kesini ? perlengkapan untuk bayi kembar ya karena anak kami kembar " ucap Dika.


" Yang netral saja " balas Dika.


Neta dan Dika memang belum mengetahui jenis kelamin bayi kembarnya, karena keinginan mereka berdua agar menjadi kejutan saat lahir nanti.


Pelayan masuk kedalam, Dika duduk menunggu sedangkan Neta ia melihat beberapa pakaian bayi yang tergantung.


" Mass.. liat deh lucu banget " Neta mengambil baju bayi atasan dan rok tutu untuk bayi perempuan.


" Iya.. "


" Tapi kita belum tahu anak kita perempuan atau laki-laki " balas Neta.


" Gak apa-apa minggu depan kan kamu kontrol, kalau kamu pengen tahu jenis kelaminnya kan bisa sekalian periksa " susul Dika.


" Hmm.. enggak deh nanti aja kalo udah lahir yang penting sekarang perlengkapan bayi baru lahir dulu " ucap Neta.


Neta banyak memilih baju, popok, beberapa keperluan lain seperti stroller, bouncer, box bayi dan perlengkapan lainnya.


Dika hanya memperhatikan istrinya membeli semua barang yang dibutuhkan.


Ia membiarkan istrinya memilih sesuka hati, itu membuat Neta melupakan kekesalannya tadi. Selesai memilih perlengkapan bayi. Setelah selesai memilih, mereka diarahkan untuk menuju kasir oleh pelayan.


Neta dan Dika berjalan menuju kasir, ia melihat sekilas pakaian ibu hamil tergantung tepat disisi sebelah kanan kasir. Neta membelokkan jalannya ke arah tempat pakaian hamil tadi tergantung.


Ia memilah dan memilih pakaian, Dika hanya memperhatikan sampai akhirnya ia berhenti pada rak baju atasan, ia mengambil satu atasan model babydoll dengan motif bunga-bunga kecil.


" Mas.. aku beli ini ya " ucap Neta.


" Iya sayang kamu pilih aja yang kamu mau dan kamu suka " balas Dika.

__ADS_1


Neta tersenyum lalu ia menyerahkan kepada pelayan yang membantu dirinya memilih baju.


" Satu aja ? " tanya Dika.


" Hmm.. " Neta mengangguk.


Dika lalu mengambilkan tiga baju, lalu diserahkan ke Neta.


" Ini coba deh " ucap Dika.


" Mas.. kebanyakan.. lagian sebentar lagi aku melahirkan nanti gak kepake baju nya " balas Neta.


" Nanti kan kalo kamu hamil lagi kepake, udah sama ini aja, aku pengen kamu pake baju-baju ini " susul Dika.


" Mbak sekalian sama ini " ucap Dika kepada pelayan Outlet.


" Baik Pak " Pelayan itu membawa ke meja kasir.


Neta yang tersenyum kepada Dika.


" Makasih ya Mas " ucap Neta.


" Iyaa.. " Dika membalas senyuman istrinya.


" Alhamdulillah akhirnya.. Neta gak bete lagi " batin Dika.


Neta dan Dika sudah berada di kasir, petugas kasir sedang mengscan barang-barang yang Neta beli.


" Pak, Bu untuk box bayi nya khusus bayi kembar ya dan barang-barang lainnya berjumlah dua semua " tanya kasir sedikit merasa heran.


" Iya betul karena anak saya kembar " jawab Dika.


" Oh ya semoga lancar persalinan nya ya Bu " balas kasir.


" Aamiin.. terima kasih "


" Dan ini baju Ibu berjumlah 4 barang ya "


" Iya " Neta mengangguk.


" Barang nya sudah semua, ada tambahan lagi Pak Bu ? " tanya kasir.


" Ada lagi Yang ? " tanya Dika.


" Enggak Mas " Neta menggeleng.


" Cukup saja " balas Dika.


" Total nya limapuluh ............. rupiah "


Dika mengeluarkan kartu berwarna hitam dari dompetnya lalu ia serahkan kepada kasir.


" Eh tunggu.. ini aja " Neta menyerahkan kartu yang Dika berikan kepadanya.


" Ini simpen aja, pake itu aja Mbak " Dika mengambil kartu Neta lalu ia berikan lagi kepada istrinya.


" Mas .. dari semenjak kamu kasih, ini kartu belum pernah aku pake Mas.. setiap belanja pasti pake kartu kamu terus " ucap Neta.


" Ya udah gak apa-apa simpen aja " Dika tersenyum.


Neta kembali memasukkan kartu nya kedalam tas. Dika meminta bantuan kepada petugas toko untuk mengantarkan barang belanjaannya menuju mobil, karena barang belanjaan Neta dan Dika sangat banyak.

__ADS_1


__ADS_2