
Dika berjalan setengah berlari menuju kamar nya. Ia langsung membuka pintu kamar.
Braakkkkkkk
" Netaaa !! " ucap Dika ia sudah sangat geram.
Neta yang sedang duduk berselonjor di sofa merasa kaget dengan sikap suaminya.
" Mas.. " Neta langsung bangun dari duduknya.
Dika langsung menghampiri Istrinya.
" Sini kamu ! " ucap Dika berapi-api.
" Mas kamu kenapa ? ada apa Mas ? " tanya Neta ia pun heran dengan sikap suaminya.
" Makan apa kamu ?! Kamu mau bunuh anak aku hah ! "
" Mas apa maksud kamu ? aku gak makan apa-apa " Neta tak kalah meninggi.
" Itu apa di meja makan ? kamu makan buah nanas kan ? " tanya Dika.
" Mas.. Mas.. aku emang beli tapi belum aku makan "
" Bohong Kamu !! " Dika tidak percaya.
" Mas.. aku gak bohong " Neta mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
Dika terdiam menahan amarah.
" Mas..Ma..Mas.. a.. aku bisa jelasin ya " Neta terbata ia merasa kaget melihat suaminya semarah itu.
" Kamu tahu gak, nanas muda, tidak dianjurkan untuk dimakan oleh ibu hamil yang usia kehamilan nya masih muda sayang... " Dika menahan amarahnya ia sedikit melemahkan suaranya setelah melihat bulir bening jatuh di pipi istrinya.
" Ini kenapa aku selalu minta kamu buat fotoin apa yang kamu makan ke aku sebelum kamu makan, tolong sayang jangan disamain sama kamu sebelum hamil, mau makan apapun silakan tapi tolong kandungan gizi nya baik atau engga, sehat atau engga, aku gak mau ada apa-apa sama kehamilan kamu, aku takut terjadi apa-apa karena kamu salah makan ! " ucap Dika.
" Aku minta maaf Mas " Neta menunduk ia menyadari kesalahannya ia pun memaklumi jika Dika sampai marah namun ia pun tidak kuat untuk menahan tangisnya.
" Makanya kenapa aku selalu banyak baca, disaat tahu kamu hamil, aku baca apa aja makanan yang baik dikonsumsi buat kamu selama hamil, apa aja aktivitas yang masih boleh kamu lakukan selama kamu hamil, biar apa ? biar kehamilan kamu dan kamu selalu sehat, jangan anggap aku berlebihan tapi ini aku, ini hak aku ! Ngerti kamu ! " Dika duduk di sofa.
Neta masih berdiri lalu ia menghampiri suaminya, ia duduk di samping suaminya, Neta berusaha untuk meraih tangan suaminya.
" Mas .. aku minta maaf, aku gak tahu, tapi beneran aku belum makan kok nanas itu, baru aku keluarin dari kulkas terus kamu video call aku " Neta terisak.
" Iya udah, aku percaya, maafin aku juga ya.. "
" Mas lain kali jangan bentak-bentak aku kaya gitu, aku jadi takut.. aku kan selama ini gak pernah tau kamu marah " ucap Neta.
" Iya aku minta maaf, lagian kamu sih bikin aku emosi, aku khawatir sama kamu tau, sama anak-anak kita, kamu masih hamil muda, masih rentan sayang "
Neta terdiam ia mencerna semua ucapan suaminya.
Dika langsung mengeluarkan ponsel nya, ia langsung membuka aplikasi untuk mencari informasi mengenai kehamilan, ia mengetik ' buah nanas untuk ibu hamil ' lalu penjelasan keluar Dika memperlihatkan itu kepada istrinya.
" Iya Mas, yang aku tahu buah nanas itu kaya vitaminnya juga, jadi ya bermanfaat kan untuk kehamilan aku "
__ADS_1
" Iya.. betul tapi kamu harus baca lagi disini, itu boleh dimakan jika sudah memasuki trimester 2 kehamilan, dan itupun tidak boleh banyak-banyak " ucap Dika.
" Iya Mas.. "
" Nah.. nanas ini mengandung enzim Bromelain yang bisa membuat kontraksi rahim, jika nanas dikonsumsi pada waktu yang tidak tepat, dapat menyebabkan bayi lahir prematur atau bahkan keguguran, tuh kan apa aku bilang, aku takut sayang kalo kenapa-kenapa sama kehamilan kamu "
" Iya Mas ... maafin aku ya .. beneran kok belum aku makan nanas nya " Neta memeluk suaminya.
" Iya.. tadi Tio tahu kamu beli nanas ? " tanya Dika.
" Iya.. Pak Tio tahu kok "
" Hhmm... Tioo... kenapa gak di ingetin sih ? " batin Dika.
" Mas.. "
" Hmm.. "
" Lumpia kering pesenan aku mana ? " tanya Neta.
" Ada aku simpen di meja makan, mau dimakan sekarang ? "
Neta mengangguk.
" Ya udah ayo.. "
Neta tersenyum mengekori Dika keluar kamar menuruni tangga menuju meja makan .
__ADS_1