
Neta dan Dika masih di rumah sakit, Neta pun mengabari kedua orangtuanya jika Ayah dari suaminya masuk rumah sakit. Kedua orangtua Neta pun berniat untuk menjenguk ke rumah sakit. Sedangkan Ibu diminta Dika untuk pulang terlebih dahulu, agar ibu dapat beristirahat dengan baik.
" Bu,lebih baik ibu pulang dulu, Neta dan Dika saja yang menunggu disini " ucap Dika.
" Iya Bu, lebih baik Ibu istirahat terlebih dahulu " susul Neta.
" Hmm.. tapi Ibu masih khawatir dengan keadaan Ayah "
" Tenang Bu, Dika dan Neta akan selalu mengabari Ibu mengenai perkembangan Ayah, semoga malam ini Ayah sudah bisa pindah ruangan ke ruang perawatan biasa " ucap Dika.
" Semoga saja ya Dik, kalau begitu Ibu pulang dulu, selalu kabari Ibu ya "
" Iya Bu "
" Oya.. Dika.. jaga istrimu " Ibu tersenyum sekilas, ia diantarkan pulang oleh supir nya.
Dika hanya mengangguk lalu menoleh sekilas ke arah Neta.
Neta dan Dika kembali duduk di kursi tunggu depan ruangan Pak Arman diberikan perawatan.
" Sayang.. "
Neta menoleh ke arah suaminya.
" Kamu belum makan kan ? makan dulu yuk " ucap Dika.
" Nanti aja Mas, aku juga kayanya belum tenang kalo Ayah belum dipindahkan ke ruang perawatan biasa " balas Neta.
" Nanti kamu masuk angin, kalo enggak aku beli ya, kamu tunggu disini " ucap Dika.
" Hmm.. Mas .. aku aja yang beli ke kantin, kamu disini aja, takutnya nanti pihak rumah sakit mencari keluarga dari Ayah " ucap Neta.
" Nggak apa-apa kamu sendiri ? "
" Nggak apa-apa Mas, tunggu ya, kamu mau makan sama apa ? " tanya Neta.
" Apa aja aku bisa makan kok "
" Ya udah tunggu ya.. " Neta berjalan meninggalkan Dika menuju kantin rumah sakit.
Sesampainya di kantin rumah sakit, Neta membeli dua bungkus nasi padang.
" Pak nasi nya dibungkus ya "
" Pake apa aja Mbak ? "
__ADS_1
" Hmm.. yang satu pake kikil, perkedel, kalo yang satu nya gulai cumi sama perkedel aja "
" Lalapan, sambel komplit ya "
" Komplit Pak, banyakin sambel nya ya "
" Siap Mbak "
" Oya Pak pake kerupuk jangek ya "
" Oke Mbak, biasa makan makanan padang ya ? "
" Hmm .. kerupuk jangek favorit banget Pak " ucap Neta.
" Mantap deh Mbak nya.. silakan Mbak total nya 124 ribu "
Neta menyodorkan uang 150 ribu kepada pemilik rumah makan, setelah mendapati kembalian, Neta mencari tempat jus buah karena biasanya setelah ia makan masakan padang ia selalu minum jus.
" Bu, jus jeruk nya 2 ya " ucap Neta.
" Oya.. mohon tunggu ya Mbak " balas Ibu penjual jus.
" Iya Bu "
Neta menunggu jus sedang dibuat, tidak lama jus pun jadi.
Neta mengeluarkan selembar uang 50 ribuan.
" Bu, sama air mineralnya ya 2 "
" Iya Mbak, totalnya jadi 30 ribu "
Setelah selesai semua Neta kembali berjalan menuju ruang tunggu dimana Dika sedang menunggu di depan ruangan perawatan Ayahnya.
Neta berjalan menyusuri koridor-koridor rumah sakit, dari kejauhan Neta melihat Dika tidak duduk sendiri ia ditemani oleh seorang wanita.
" Siapa itu, duduk nya nyosor-nyosor banget " batin Neta.
Ia tidak sabar, ia langsung mempercepat jalannya. Namun perjalanannya terhalang oleh beberapa pegawai rumah sakit yang sedang membawa pasien menggunakan blankar. Sehingga Neta harus memperlambat jalannya.
" Aduh.. ckk.. bikin penasaran deh siapa sih cewek itu " batin Neta lagi.
Ia kembali berjalan menghampiri suaminya, terlihat Dika sedang mengobrol dengan wanita itu.
" Dika.. nih aku bawa minum, kamu terlihat lelah sekali, ayo ambil kamu minum dulu, nanti kita makan yuk " ucap wanita itu membuat Neta yang sudah dapat mendengar perkataan wanita itu menjadi kesal.
__ADS_1
" Ehem... " Neta berdehem tepat di samping Dika.
" Sayang.. " Dika terlihat kaget.
" Bella ? " ucap Neta.
" Iya.. aku kebetulan lewat sini, aku habis periksa gigi gerahamku, aku lewat ternyata ada Dika " Bella menjelaskan.
" Hmm.. " Neta hanya mengangguk lalu duduk tepat disamping suaminya.
Neta menyimpan makanan yang ia beli dengan keras.
Buggg...
Membuat Dika sedikit kaget, ia menjadi tidak enak hati, sudah dipastikan istrinya salah paham dengan kejadian barusan.
Neta masih diam disamping suaminya tanpa berbicara sepatah katapun sedangkan Bella masih tetap duduk disamping Dika, Dika menjadi diapit oleh dua wanita, Dika lalu berdiri ia berpindah duduk tepat di samping istrinya, ia tidak ingin Neta berspekulasi yang aneh-aneh.
" Sayang.. ini makanan yang kamu beli ? mau makan dimana ? disini aja atau disana ? " Dika mencoba untuk menetralkan suasana.
Neta masih tetap terdiam. Dika mengambil kantong makanan yang tadi Neta bawa, ia mengeluarkan jus yang Neta beli tadi, lalu menusuk nya dengan sedotan.
" Minum dulu " Dika menyodorkan gelas plastik berisi jus jeruk ke istrinya.
Bella yang melihat adegan itu menjadi risih sendiri.
" Ck.. ngapain gue lama-lama disini cuma buat liat adegan drakor " batin Bella.
" Ehem... Okedeh Dik.. Neta.. Aku pamit ya.. semoga cepet sembuh buat Ayah kamu Dik " ucap Bella.
" Oh ya terima kasih "
Bella berlalu meninggalkan Neta dan Dika. Dika masih berusaha untuk menjelaskan kepada Neta agar ia jangan berpikir yang tidak-tidak.
" Sayang.. udah dong jangan gitu.. makan yuk.. aku ga tau tiba-tiba Bella ada di depan aku "
Neta menghela nafas dalam, ia mengambil bungkusan yang daritadi Dika pegang. Ia membawanya lalu berjalan ke arah taman, karena ditaman disediakan tempat untuk duduk dan bisa digunakan untuk makan juga.
Dika menyusul Neta ke arah taman. Dika duduk tepat di depan Neta.
" Maafin aku ya " Dika tersenyum.
" Hmm.. " Neta hanya mengangguk.
Walaupun ia masih sedikit kesal, tapi ia juga tidak ingin egois karena keadaannya sekarang ia sedang berada di rumah sakit sedang menunggu Ayah mertuanya yang sedang dalam perawatan, ia pun tidak ingin menambah beban suaminya dengan beranggapan yang tidak-tidak kepada Bella, karena ia pun tahu, mungkin benar Bella hanya kebetulan berada di rumah sakit yang sama, sehingga bertemu dengan Dika.
__ADS_1
Lagipula ia percaya kepada Dika tidak mungkin Dika berbuat sesuatu untuk mencurangi dirinya.