Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 165


__ADS_3

Neta dan Dika sudah bersiap begitupun kedua anak kembarnya. Sesuai janji Dika tadi saat sarapan mereka akan pergi mengajak Nala dan Nathan untuk jalan-jalan, Bian yang masih bersantai di ruang keluarga melihat kakak dan kakak iparnya sudah rapih


" Mbak,Mas mau kemana kok sudah rapih ? " tanya Bian membetulkan posisi duduknya.


" Kita mau keluar dulu Ian, kamu mau ikut ? mau nunggu disini atau gimana ? terserah kamu " ucap Neta.


" Mmh... aku pulang aja deh Mbak " balas Bian.


" Kok pulang ? santai aja dulu " ucap Neta lagi.


" Iya, mau pulang, tapi sebentar lagi, aku mau ikut tidur dulu sebentar aja Mbak.. " balas Bian.


Neta tertawa kecil.


" Oke kalo gitu, kamu mau lama juga tidur disini gak apa-apa Ian " susul Dika.


" Hehehe jangan kelamaan Mas, nanti hati aku gak tenang lama-lama disini " balas Bian tertawa kecil.


Dika hanya membalas dengan tawa renyahnya. Neta melihat ke arah suaminya, Dika langsung menutup mulut menghentikan tawanya.


" Kita pergi dulu ya Ian, disini ada Mbok Sum, kalo mau apa-apa minta Mbok Sum aja " ucap Neta.


" Oke Mbak Makasih, hati-hati dijalan Mas Mbak.. hati-hati bawa keponakan aku " balas Bian.


" Iyalah.. orang ini anak-anak Mbak " susul Neta berlalu meninggalkan Bian.


Bian kembali memposisikan tubuhnya, saat ia akan memejamkan mata, Mbok Sum menghampiri nya.


" Mas Bian.. mau makan ? biar Mbok Sum siapkan " tanya Mbok Sum.


" Oh nanti aja Mbok, saya mau tidur dulu sebentar " jawab Bian.

__ADS_1


" Oh ya Mas " Mbok Sum kembali ke dapur lalu membiarkan Bian beristirahat sejenak di sofa bed yang berada di ruang keluarga.


...****************...


Neta dan Dika sudah sampai di tempat yang ia tuju, tempat tujuan mereka adalah tempat wisata dengan hamparan kebun teh yang luas dengan cuaca yang sangat dingin, dibandingkan dengan kediamannya selama ini, karena ini hari libur banyak sekali pengunjung yang datang.


Neta memang sangat menyukai tempat-tempat wisata yang bertemakan alam.


" Rame banget ya Mas " ucap Neta.


" Iya Yang.. hari libur ya pasti rame " balas Dika.


" Ki, sini Ki jangan jauh-jauh nanti kamu gak keliatan kalo lagi rame gini " ucap Neta lagi mengajak Kiki untuk mendekat kepadanya.


" Iya Bu "


" Oya jaket si kembar mana ? mau aku pakein udaranya udah cukup dingin " ucap Neta kepada Kiki.


Neta langsung memakaikan jaket kepada Nala dan Nathan secara bergantian. Si kembar di gendong oleh Dika dan Neta, mereka berjalan mencari tempat yang nyaman untuk mereka berlima.


" Sini aja deh Mas " ucap Neta memilih tempat yang agak jauh dari keramaian orang, hamparan rumput hijau sejauh mata memandang membuat sejuk dipandang.


" Oke deh.. " Dika menyimpan perlengkapan yang ia bawa.


Kiki menggelar tikar di bawah rerimbunan pohon, mereka duduk beralaskan tikar, menghirup udara segar padahal hari sudah sangat siang namun udara masih sangat segar untuk dihirup.


" Ki, bekal yang kita bawa buka sekalian " ucap Neta.


" Oh ya Bu " Kiki mengeluarkan bekal yang tadi sudah dipersiapkan sebelum berangkat.


Mereka menikmati dan mengajak main Nala dan Nathan, Neta sengaja mengajak ke tempat sejuk karena bebas dari polusi dan masih aman untuk dihirup oleh anak-anak apalagi yang masih bayi.

__ADS_1


Ia pun tidak akan khawatir jika Nala dan Nathan didudukkan di kursi duduk yang ia bawa, terlihat si kembar pun begitu menikmati udara di tempat wisata itu.


" Bu, permisi saya mau ke toilet dulu " ucap Kiki.


" Oh ya Ki, kamu tahu tempatnya ? " tanya Neta.


" Itu Bu yang ada tulisan toilet kan ? " ucap Kiki lagi.


" Oke kalo kamu tahu, hati-hati ya Ki, kamu kan baru kesini, ingetin jalan pulang " ucap Neta lagi.


" Siap Bu, sepertinya toilet nya juga dekat " balas Kiki.


" Oke Ki "


Kiki berjalan meninggalkan majikannya menuju toilet. Sesampainya di toilet yang di tuju, ternyata toilet sedang dalam perbaikan, hanya ada satu yang masih berfungsi itu pun mengantri nya sangat panjang.


" Ya ampun.. panjang banget, aku udah gak kuat buat buang air " batin Kiki.


Akhirnya ia kembali berjalan, ia menanyakan kepada pedagang yang sedang berdagang disekitaran tempat wisata dimana lagi toilet umum selain disini.


" Pak, mau tanya, toilet dimana lagi ya ? " tanya Kiki.


" Oh.. ada tapi agak jauh Mbak, dari sini lurus ikuti jalan ini, nanti ada jalan setapak ke arah kanan, pojokan banget ada toilet disana " jawab penjual itu.


" Oh ya, terima kasih Pak " Kiki kembali berjalan.


Tanpa pikir panjang Kiki langsung berjalan mengikuti arah sesuai petunjuk pedagang makanan tadi, namun lama-kelamaan memang daerahnya sudah agak jauh dari tempat yang ramai tadi, Kiki pun merasa hanya dirinya yang berada disitu.


" Duh.. sepi banget disini gak ada orang, tapi gimana aku udah gak kuat " batin Kiki.


Dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan gerak-gerik gerik Kiki, ia terus melihat Kiki memasuki toilet dan menunggu Kiki untuk keluar dari toilet.

__ADS_1


__ADS_2