Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 173


__ADS_3

Perusahaan MGM Grup


" Begitu Bu Neta, Pak Aksa sendiri sudah meminta saya untuk menyerahkan apapun yang berkaitan dengan proyek pembangunan perumahan kepada MGM Grup dan Bu Neta selaku Presiden direktur nya " ucap Gerry Asisten Pribadi Presdir Sandyakala Corp.


" Oke baik kalau begitu, untuk hal-hal terkait proyek laporan nya tiap minggu nanti akan saya kirimkan " balas Neta.


" Baik, Bu Neta apapun itu silakan nanti bicarakan kepada Pak Aksa atau kepada saya pun juga tidak masalah " ucap Gerry lagi.


" Ya.. baik terima kasih sudah mempercayakan proyek ini kepada perusahaan kami " balas Neta.


" Sama-sama Bu, mungkin cukup dulu Bu, amanat dari Pak Aksa sudah saya sampai kan kepada Ibu dan Pak Aksa juga meminta saya untuk menyampaikan permohonan maaf nya karena hari ini tidak bisa hadir dikarenakan ada kegiatan lain " susul Gerry.


" Baik Pak Gerry tidak masalah, sampaikan salam saya untuk Pak Aksa dan keluarga juga untuk istri Pak Gerry " balas Neta.


" Insyaallah nanti saya sampai kan, kalau begitu saya permisi dulu, selamat siang " Gerry beranjak dari duduk lalu meyalami Neta dengan gaya namaste.


" Silakan.. siang " Neta membalas salam Gerry lalu mengantarkan sampai depan pintu ruang meeting.


Ia melihat Gerry berlalu masuk menuju lift, lalu ia kembali masuk kedalam ruang meeting, terlihat Lisa sedang merapikan perlengkapan bos nya.


" Sudah selesai ? " tanya Neta kepada Lisa.


" Sudah Bu " jawab Lisa sambil membawa notebook dan beberapa map.


" Simpan saja ini di ruangan saya, setelah itu kamu boleh istirahat ya " ucap Neta.


" Baik Bu, saya duluan " balas Lisa.


Lisa lebih dulu keluar ruangan meeting, Neta berjalan terlebih dahulu menuju ruangan Audit internal perusahaan, di depan pintu terpampang papan nama Mahardika Bimantara.


Neta tersenyum kecil, ia membuka pintu ruangan yang sebelumnya ia memasukkan dahulu kode pada handel pintu, hanya Neta dan Dika yang dapat masuk ruangan itu.


Neta masuk kedalam ruangan suaminya, entah mengapa ia tergugah untuk masuk kedalam ruangan itu, terlihat ruangan sangat rapi karena memang yang memiliki ruangan sangat jarang mengisi ruangannya. Neta duduk di kursi kebesaran suaminya.


Ia kembali tersenyum mengingat, saat ia pertama kali dipanggil lalu masuk keruangan ini. Saat itu ia di berikan surat peringatan oleh Dika karena telah membuat kegaduhan di kantor.


" Hmm.. aku gak pernah nyangka, bisa ada di posisi sekarang ini, suamiku anak dari pemilik perusahaan ini dan sekarang aku menggantikan Ayah mertuaku memimpin perusahaan ini " gumam Neta.

__ADS_1


Brukk...


Suara tumpukkan Map yang jatuh tersenggol tangan Neta membuyarkan lamunannya.


" Ya Allah... jatuh semua.. ck... kenapa aku jadi kesini apa kabar anak-anakku " gumam Neta lagi.


Ia merapikan map lalu ia simpan kembali di meja kerja suaminya, lalu ia berjalan keluar ruangan, menutup kembali pintu, lalu terkunci otomatis dari luar.


Neta berjalan menuju ruangannya.


Ceklek.. pintu ruangan terbuka, ia melihat Si Nala sedang tidur di sofa sedangkan Nathan sedang di gendong, sepertinya ia pun akan tidur.


" Mereka tidur Bu ? " tanya Neta kepada Bu Lastri.


" Iya Bu " ucap Bu Lastri pelan.


" Oke, sini saya aja " Neta meraih tangan Bu Lastri, lalu mengambil alih Nathan kedalam pangkuannya.


" Bu, terima kasih banyak ya, silakan istirahat dulu " ucap Neta.


" Baik Bu Neta, sama-sama " Bu Lastri merapikan mainan Si Kembar yang tadi di lempar sembarang oleh Si Kembar.


" Iya Bu " Bu Lastri kembali membalikkan badannya.


" Bu ini buat makan siang ya " Neta menyerahkan uang kepada Bu Lastri.


" Oh tidak usah Bu terima kasih, saya membantu Ibu ikhlas kok Bu " ucap Bu Lastri tidak ingin menerima uang pemberian Neta.


" Tidak apa-apa ambil ya Bu sebagai ucapan terima kasih saya, Ibu sudah bantu saya " ucap Neta lagi.


" Tidak apa-apa Bu ? " tanya Bu Lastri.


" Tidak apa-apa lah.. ambillah... " ucap Neta.


" Saya terima Bu, terima kasih banyak, saya permisi Bu " balas Bu Lastri.


" Iya.. sama-sama Bu " Neta tersenyum kecil.

__ADS_1


Neta masih menggendong Nathan, tidak lama terdengar ponsel berdering. Ia melihat id pemanggil adalah suaminya.


" Duh Mas Dika video call lagi " gumam Neta.


Ia langsung mengambil ponsel lalu duduk di sofa, sambil masih menggendong Nathan. Ia menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.


Dika : " Sayang.. lagi apa ? udah selesai ? gimana anak-anak? "


Dika memborong pertanyaan kepada Neta.


Neta : " Aku baru selesai meeting sama Sandyakala Corp Mas, anak-anak tidur "


Neta mengarahkan ponsel nya ke Nala dan Nathan.


Dika : " Itu mereka tidur semua "


Neta : " Iya Mas.. "


Dika : " Nanti sore aku jemput ya.. aku masih ada yang harus dikerjain sekarang "


Neta : " Iya gak apa-apa Mas nanti sore aku tunggu "


Dika : " Seudah ini, ada kegiatan apa lagi ? "


Neta : " Aku masih nunggu, utusan anak perusahaan Mas, katanya mau nyerahin laporan, sekalian aku mau nanya juga gimana perkembangan anak perusahaan sekarang "


Dika : " Oke, maaf ya aku gak bisa bantu Yang.. "


Neta : " Gak apa-apa Mas lagian kamu juga lagi sibuk sama kerjaan kamu "


Dika : " Oke, kamu jangan lupa makan siang, aku mau lanjut kerja dulu "


Neta : " Iya Mas kamu juga ya "


Dika : " Oke, hati-hati ya kamu sama si kembar "


Klik sambungan video call ditutup.

__ADS_1


Neta menyimpan ponselnya, ia masih menggendong Nathan sesekali ia melihat ke arah Nala yang masih tertidur lelap, tanpa ia sadari, ia pun tertidur di sofa sambil menggendong Nathan.


__ADS_2